Contoh Kegiatan Ekonomi: Konsumsi, Produksi, dan Distribusi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap manusia melakukan kegiatan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan manusia agar kebutuhannya dapat terpenuhi disebut dengan kegiatan ekonomi.
Manusia akan terus melakukan kegiatan ekonomi seiring dengan bertambahnya kebutuhannya, mulai dari kebutuhan pokok, primer, hingga tersier.
Kegiatan ekonomi terdiri dari konsumsi, produksi, dan distribusi. Ketiganya memiliki peran dan tujuan yang berbeda-beda dan terus mengalami perputaran untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran di antara masyarakat.
Berikut masing-masing penjelasan kegiatan ekonomi konsumsi, produksi, dan distribusi, lengkap dengan contohnya yang dirangkum dalam berbagai sumber.
Kegiatan Ekonomi Konsumsi
Berdasarkan buku Pelaku Kegiatan Ekonomi oleh T. Puji Rahayu (2019: 03), kegiatan konsumsi adalah kegiatan memakai atau menggunakan suatu barang maupun jasa yang diproduksi oleh produsen.
Semua barang dan jasa yang digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya disebut barang konsumsi. Barang konsumsi dapat berupa makanan, buku, sepeda, mobil, dan masih banyak lagi.
Adapun tujuan dari kegiatan konsumsi adalah mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap, menghasilkan nilai guna barang sekaligus, memuaskan kebutuhan secara fisik, serta memuaskan kebutuhan rohani.
Berdasarkan tujuannya, konsumsi dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Konsumsi produktif
Ini adalah konsumsi yang bertujuan untuk menghasilkan barang atau jasa lain. Contoh kegiatan konsumsi produktif adalah pengusaha roti.
Pengusaha roti membeli bahan-bahan dan peralatan untuk membuat roti, sehingga menghasilkan roti yang bila dijual akan mendapatkan keuntungan.
Konsumsi konsumtif
Konsumsi konsumtif adalah konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Contohnya adalah seseorang yang membeli handphone untuk dipakainya sendiri.
Kegiatan Ekonomi Produksi
Menurut ilmu ekonomi, produksi adalah kegiatan menghasilkan barang maupun jasa atau kegiatan menambah nilai guna atau manfaat suatu barang.
Mengutip buku Pelajaran Ekonomi SMP Kelas 1 karangan Drs. Bambang Prishardoyo dkk (2013: 30), tujuan kegiatan ekonomi produksi meliputi hal-hal berikut:
Meningkatkan keuntungan
Menghasilkan barang atau jasa
Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
Meningkatkan kemakmuran rakyat
Memperluas lapangan usaha
Contoh kegiatan produksi misalnya dalam proses pembuatan kecap, bahan baku yang diperlukan adalah kedelai. Kedelai dihasilkan oleh petani yang tinggal di pedesaan. Setelah panen, kedelai dikumpulkan oleh petani di desa, kemudian dikumpulkan oleh pedagang atau petani itu sendiri.
Setelah terkumpul, kedelai itu kemudian dikirimkan kepada produsen kecap untuk diolah menjadi kecap. Setelah proses tersebut selesai, kecap dimasukkan ke dalam botol, kemudian dijual kepada distributor atau kepada konsumen secara langsung.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja, tetapi juga dapat dilakukan oleh sekelompok orang.
Kegiatan Ekonomi Distribusi
Kegiatan distribusi adalah kegiatan yang menyalurkan barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Kegiatan distribusi akan menunjang kelancaran kegiatan ekonomi yang lain, sehingga barang-barang hasil produksi akan cepat sampai ke konsumen atau produsen yang lainnya.
Contoh kegiatan ekonomi distribusi di antaranya meliputi:
Agen membeli beras dari seorang petani. Kemudian agen membawa beras tersebut ke kota tujuan dan menjualnya ke pedagang warung kelontong.
Pedagang membeli buah dari petani. Lalu, buah itu dijual kepada pedagang eceran atau toko buah kecil.
Pengrajin anyaman bambu langsung menjual barang produksinya kepada konsumen tanpa melalui agen.
(VIO)
