Contoh Laporan Refleksi Pembelajaran di Sekolah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh laporan refleksi pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah proses pembelajaran. Refleksi pembelajaran adalah langkah terakhir dari sebuah proses belajar. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan refleksi pembelajaran.
Refleksi pembelajaran didefinisikan sebagai aktivitas umpan balik yang dilakukan oleh siswa terhadap guru setelah melakukan proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
Dikutip dari buku Belajar Literasi Numerisasi Matematika untuk Siswa SMP Kelas 7, Dian Armanto, dkk, (2024:187), refleksi didefinisikan sebagai berpikir kembali tentang apa yang sudah dipelajari.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Laporan Refleksi Pembelajaran
Dengan laporan refleksi pembelajaran, siswa diajak berpikir ke belakang tentang apa yang telah dilakukan saat pembelajaran . Hasil refleksi dapat diwujudkan melalui beberapa hal, salah satunya yaitu laporan. Berikut adalah contoh laporan refleksi pembelajaran.
Laporan Refleksi Pembelajaran
A. Latar Belakang
Pada pertengahan bulan April 2021, pada akhirnya pembelajaran tatap muka boleh dilaksanakan secara terbatas dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menjadi kabar gembira untuk guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran, setelah sekian lama dilaksanakan secara daring.
Setiap pembelajaran guru mengharapkan seluruh peserta didiknya mengikuti kegiatan pembelajaran dengan semangat, menyenangkan, aktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Namun, pada hakikatnya berbeda peserta didik masih merasakan malas berpikir, bosan, jenuh, tidak tertarik pada pelajaran, dan masih banyak yang lainnya.
Hal ini dikarenakan peserta didik merasakan kegiatan pembelajaran sangat membosankan yang hanya menggunakan metode dan model pembelajaran yang monoton atau teacher center.
Dengan demikian, diperlukan media pembelajaran yang konkret untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kurikulum 2013 tujuan pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar adalah menuntut peserta didik agar mampu melakukan dan menemukan sesuatu.
Di Sekolah Dasar aspek keterampilan dasar tersebut dikembangkan dalam semua mata pelajaran salah satunya adalah mata pelajaran IPA.
Pembelajaran IPA merupakan konsep pembelajaran alam, mempunyai hubungan yang sangat luas terkait kehidupan manusia.
Ini sangat berperan dalam proses pendidikan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta pemahaman tentang alam semesta.
Maka peran guru sangatlah penting untuk dapat mengelola proses pembelajaran IPA dengan baik. Salah satunya ketika mempelajari materi alat gerak pada manusia pada kelas
Peserta didik dibimbing oleh guru untuk mengetahui bagaimana siklus kerja pada materi organ pencernaan pada manusia. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa media pembelajaran mempunyai fungsi:
Membantu memudahkan belajar bagi peserta didik dan proses pembelajaran bagi guru.
Memberikan pengalaman lebih nyata, menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar, serta dapat membangkitkan teori dengan realitas.
Dalam hal ini guru tidak diartikan sebagai seorang yang mengetahui segala hal, tetapi guru hanya sebagai fasilitator bagi peserta didik, untuk membimbing dan mengarahkan bagaimana siswa seharusnya belajar.
Dengan demikian peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu yang mereka dengarkan dari penjelasan gurunya akan tetapi mereka juga mendapatkan ilmu yang mereka praktikkan bersama gurunya menggunakan media pembelajaran.
Dengan adanya media pembelajaran akan membangkitkan motivasi belajar peserta didik terhadap materi yang diajarkan, maka akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
Selain itu pembelajaran sebelumnya tidak menggunakan media pembelajaran dan hasilnya kurang memuaskan dari 15 peserta didik 40% di atas KKM, tetapi 60% di bawah KKM.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menginspirasi untuk menggunakan media pembelajaran pada materi ini.
Kegiatan Refleksi Pembelajaran menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa
B. Pembelajaran
Lokasi: SDS Budi Agung
Lingkup Pendidikan: Sekolah Dasar
Tujuan yang ingin dicapai: Peningkatan motivasi belajar siswa pada materi ”Sistem Pernapasan pada Manusia” melalui pembelajaran Project Based Learning
Penulis: Okky Hutabarat
Tanggal: 14 Oktober 2022
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab Anda dalam praktik ini. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah praktik pembelajaran ini adalah:
Guru belum memberikan motivasi kepada peserta didik dengan tepat.
Pembelajaran yang monoton dan tidak menarik.
Kurang melibatkan peserta didik dalam pembelajaran.
Guru belum menciptakan pembelajaran yang asyik dan menyenangkan.
Guru belum memberikan pujian ataupun apresiasi kepada peserta didik yang dapat memotivasi peserta didik.
Guru hanya fokus pada target penyampaian materi.
Praktik pembelajaran ini sangat penting untuk dibagikan dengan alasan:
Untuk menunjukkan praktik baik yang sudah dilakukan karena saat ini masih sangat banyak ditemui guru tidak membawa media atau alat pembelajaran di kelas.
Saya akan lebih banyak mendapat saran dan masukan dari rekan sejawat.
Membangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah maupun rekan-rekan sejawat tentang bagaimana membuat pembelajaran yang lebih menarik.
Sebagai bahan motivasi dan referensi terhadap guru lainnya dalam melakukan pembelajaran yang lebih baik lagi di dalam kelas.
Adapun peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah sebagai berikut ini:
Membuat rancangan RPP, bahan ajar, media, LKPD, evaluasi dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat yang telah saya buat.
Menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mengelola kelas dengan baik sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.
Menggunakan media, alat dan bahan pembelajaran lebih inovatif sesuai minat dan gaya belajar peserta didik masing-masing sehingga menarik perhatian tidak membosankan
Memberikan dorongan dan motivasi kepada peserta didik agar selalu berusaha keras untuk lebih maju dalam pembelajaran, bentuk dorongan dan motivasi yang dapat saya lakukan yaitu dengan berbagai cara, misalnya memberikan hadiah, memberikan pujian, dan penghargaan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan tercapainya tujuan pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar Tematik pada materi “Sistem Organ Pernapasan pada Manusia”
C. Tantangan
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat? Hasil eksplorasi berdasarkan kajian literatur, wawancara, dan observasi di lapangan, maka tantangan yang terjadi adalah:
Motivasi belajar peserta didik masih rendah.
Peserta didik merasa tidak percaya diri.
Kesiapan peserta didik dalam memahami materi yang disajikan.
Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran mandiri ataupun kelompok saat proses pembelajaran.
Kemampuan guru dalam mengkondisikan peserta didik untuk belajar.
Cara guru dalam mengajar dan mengolah bahan ajar yang kurang inovatif.
Dari tantangan yang disebutkan di atas, maka untuk mencapai tujuan pada praktik pembelajaran ini tentunya melibatkan guru dan peserta didik itu sendiri.
Guru harus meningkatkan kompetensi mengajarnya, dalam hal ini pada penggunaan model pembelajaran yang inovatif, kreatif, menyenangkan dan mengolaborasikan media pembelajaran berbasis TPACK.
Dengan demikian, hal ini berdampak pada peserta didik dalam kegiatan dan hasil pembelajaran.
D. Aksi
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah:
Mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran.
Menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan permasalahan yang akan diselesaikan.
Menerapkan strategi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang bisa meningkatkan potensi peserta didik dalam pembelajaran.
Membutuhkan kerja sama antara peserta didik dengan guru sehingga tercipta pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Strategi yang digunakan dan proses pembelajaran adalah:
1. Penggunaan Media dan Alat Pembelajaran
Media pembelajaran adalah sarana bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dalam praktik kali ini, peserta didik dapat mengamati sistem organ pernapasan pada manusia melalui gambar yang terdapat pada tayangan PPT.
Selain itu, guru juga mengolaborasikan media dan alat pembelajaran berbasis TPACK sehingga peserta didik dapat berlatih dan bereksplorasi selama pembelajaran berlangsung.
2. Mengondisikan Suasana Kelas
Untuk praktik kali ini, guru mengkondisikan kelas dengan mempersiapkan peserta didik dalam posisi siap untuk melakukan pembelajaran dan pembuatan project organ pernapasan sederhana pada manusia di kelas yang akan digunakan kegiatan pembelajaran.
3. Penentuan Model Pembelajaran
Praktik kali ini menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan saintifik-TPACK yang terdiri dari 6 fase, yaitu:
Penentuan pertanyaan mendasar.
Mendesain perencanaan proyek.
Menyusun jadwal aktivitas.
Memonitoring keaktifan dan perkembangan proyek.
Menguji hasil.
Evaluasi pengalaman belajar.
Pada praktik ini, guru juga menggunakan metode demonstrasi untuk memahami sistem organ pencernaan pada manusia. Kegiatan kelompok juga di sini menjadi salah satu kegiatan berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Selain itu, guru juga memberikan materi yang berdiferensiasi. Hal ini dilakukan karena guru melihat kemampuan yang berbeda dari setiap kelompok.
Ada kelompok yang pemahaman terhadap materinya lebih cepat dibandingkan kelompok lain, sehingga guru memberikan pendampingan yang berbeda pada kelompok yang dianggap lebih paham dibanding kelompok lainnya.
4. Penilaian
Penyusunan instrumen penilaian pada praktik ini dimulai dengan kisi-kisi dan rubrik penilaian. Penilaian dilakukan selama proses aktivitas pembuatan project dan pada fase menguji hasil.
E. Refleksi Hasil dan Dampak
Bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respons orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut?
Dampak dari aksi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari hasil project yang ditampilkan oleh peserta didik. Terlihat dari pemahaman peserta didik terhadap organ pernapasan pada manusia yang biasanya cukup sulit untuk dipahami karena bersifat abstrak.
Namun, usai praktik pembelajaran ini, peserta didik bisa memahami sistem organ pernapasan dalam waktu yang tidak lama, lebih aktif, bersemangat, dan kritis, sehingga mampu menampilkan proyek model organ pernapasan sederhana pada manusia dengan rasa percaya diri.
Beberapa rekan guru lain yang ikut memperhatikan kegiatan pembelajaran ini juga merasa peserta didik jauh lebih bagus dan menilai peserta didik terlihat lebih aktif dan terlihat lebih tertarik pada pembelajaran ini.
Salah satu faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan adalah penggunaan media pembelajaran yang berbasis TPACK serta materi yang berdiferensiasi.
Dengan melakukan kegiatan pembelajaran ini peserta didik lebih tertarik dan potensi dalam dirinya bisa dikembangkan secara maksimal dalam belajar.
Peserta didik dengan gaya visual bisa mengolah data/ materi dengan media visual (bergambar) yaitu bisa dengan menggambar manual di buku tulis atau kertas karton, peserta didik dengan gaya auditory bisa melaksanakan pembelajaran dengan media audio.
Peserta didik dengan gaya kinestetik bisa leluasa bergerak untuk mengerjakan tugas bisa membuat simulasi/bermain peran di depan kelas.
Kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan karena menggunakan media dan alat/bahan yang inovatif hal ini dapat terus dilanjutkan dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Baca Juga: Menulis Laporan Hasil Pengamatan dalam Pelajaran Bahasa Indonesia
Demikianlah contoh laporan refleksi pembelajaran. Semoga dapat memberikan manfaat dan memberi inspirasi untuk terus belajar. (glg)
