Konten dari Pengguna

Contoh Makanan Awetan dari Bahan Nabati, Mulai dari Keripik hingga Minuman

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Contoh Makanan Awetan dari Bahan Nabati. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Contoh Makanan Awetan dari Bahan Nabati. Foto: Pixabay

Makanan awetan nabati muncul sebagai salah satu inovasi di bidang pengolahan pangan. Berbagai pembaruan dari hasil pertanian tersebut diciptakan sebagai solusi atas suatu masalah. Salah satunya mengenai waktu simpan dan masa kedaluwarsa bahan pangan.

Guna menjaga kondisi bahan pangan dari kerusakan, terdapat proses pengolahan dan pengawetan. Mengutip Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan SMA/MA Kelas 10 oleh Arif Kurniawan, pengolahan pangan adalah sekumpulan metode yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk makanan.

Metode tersebut juga termasuk upaya mengolah makanan menjadi bentuk lain untuk keperluan konsumsi. Rumah tangga atau industri merupakan tempat yang umumnya mengolah bahan pangan.

Sementara pengawetan pangan merupakan cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan lebih lama. Dalam pengawetan terdapat proses mempertahankan sifat fisik dan kimia suatu makanan.

Tujuan Pengolahan dan Pengawetan Pangan

Menurut Arif Kurniawan dalam Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan SMA/MA Kelas 10, pengolahan pangan memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan daya guna bahan makanan dan umur simpan

  2. Mengembangkan produk baru serta meningkatkan nilai gizi

  3. Meningkatkan nilai ekonomi karena adanya pengolahan dan perubahan bentuk menjadi produk baru

Sedangkan pengawetan pangan bertujuan untuk:

  1. Mencegah terjadinya kerusakan bahan makanan

  2. Mempertahankan mutu makanan

  3. Memperpanjang daya simpan

  4. Menghindari terjadinya keracunan

  5. Mempermudah pengemasan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan

Contoh Makanan Awetan dari Bahan Nabati

Bahan makanan awetan bisa menggunakan bahan hewani atau bahan nabati. Selain lebih variatif dibandingkan bahan baku hewani, bahan nabati cenderung mudah didapatkan.

Kemudahan tersebut secara tidak langsung memunculkan potensi wirausaha makanan awetan berbahan baku nabati.

Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan SMA/MA Kelas 10 oleh Arif Kurniawan, contoh makanan awetan dari bahan nabati antara lain sebagai berikut:

  1. Olahan lidah buaya menjadi produk makanan dan minuman

  2. Olahan selai dari berbagai jenis buah seperti stroberi, pisang, nanas, dan sebagainya

  3. Olahan singkong menjadi berbagai jenis produk seperti keripik, tepung, dan sebagainya

  4. Olahan rempah-rempah menjadi minuman instan bubuk berkhasiat

  5. Produk olahan makanan awetan dari bahan nabati lainnya

Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, produk makanan awetan dari bahan nabati tidak luput dari hasil pertanian di berbagai daerah.

Setiap daerah memiliki kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha sekaligus identitas daerah masing-masing. Oleh karena itu, setiap daerah memiliki produk olahan makanan yang berbeda satu sama lain.

Teknologi pangan berupa pengolahan dan pengawetan secara tidak langsung membantu munculnya peluang berwirausaha. Penerapan teknologi pangan secara tepat berpotensi meningkatkan inovasi dan penghasilan masyarakat.

(ANM)