Contoh Pantun tentang Kondisi Tubuh yang Sehat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama khas Melayu. Pada tahun 2020, pantun bahkan telah menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.
Pantun sendiri memiliki definisi tersendiri. Menurut Zaidan dkk. dalam Kamus Istilah Sastra, pantun adalah jenis puisi lama yang terdiri atas 4 larik dengan rima akhir a/b/a/b. Setiap larik biasanya terdiri atas 4 kata, larik 1-2 merupakan sampiran, larik 3-4 merupakan isi.
Untuk memahami tentang pantun lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.
Struktur Pantun
Agar mudah memahami pantun, kita perlu mengetahui strukturnya, mengingat pantun merupakan karya sastra yang memiliki aturan tersendiri dalam membuatnya.
Menurut Dini Eka Maulina dalam Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, secara umum, pantun memilik beberapa struktur fisik maupun mental dalam pantun, yaitu:
Setiap barisnya dibentuk dengan jumlah kata minimal 4 buah.
Jumlah baris dalam satu baitnya minimal 2 baris (pantun kilat) dan 4 baris (pantun biasa dan pantun berkait).
Pola formulaik persajakannya merujuk kepada sajak akhir vertikal dengan pola a/a (pantun kilat), a/a/a/a, a/a/b/b, dan a/b/a/b (pantun biasa dan pantun berkait).
Khusus untuk pantun kilat, baris 1 berstatus sampiran dan baris 2 berstatus isi.
Khusus untuk pantun biasa dan pantun berkait, baris 1-2 berstatus sampiran dan baris 3-4 berstatus isi.
Lebih khusus lagi, pantun berkait ada juga yang semua barisnya berstatus isi, tidak ada yang berstatus sampiran.
Jenis Pantun
Pantun memiliki beberapa jenis seperti karya sastra lainnya. Berikut beberapa jenis pantun berdasarkan kategorinya:
Kategori Fungsi Sampiran
Dalam kategori, pantun dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:
Pantun mulia adalah pantun yang memsampiran pada larik 1-2 berfungsi sebagai persiapan isi secara fonetis dan sekaligus juga berfungsi sebagai isyarat isi.
Pantun tak mulia adalah pantun yang sampirannya (larik 1-2) berfungsi sebagai persiapan isi secara fonetis saja, tidak ada hubungan semantik apa-apa dengan isi pantun di larik 3-4.
Kategori Isi dan Kegunaan
Apabila ditinjau dari kategori, pantun terbagi dalam berbagai jenis tergantung tujuan penggunaannya serta maknanya dari isinya.
Contoh jenis pantun berdasarkan kategori ini adalah pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun jenaka, pantun kepahlawanan, pantun kias, pantun muda, pantun peribahasa dan masih banyak lagi.
Contoh Pantun tentang Kondisi Tubuh yang Sehat
Pantun juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan kepada seseorang tentang kabar atau kondisi kita terkini. Berikut beberapa contoh pantun tentang kondisi tubuh yang sehat:
Pantun 1
Pergi ke pasar membeli nasi
Tak lupa pula membeli langsat
Selalu makan makanan bernutrisi
Agar tubuh kita selalu sehat
Pantun 2
Pak Satpam bermain catur
Main catur di Balai Kota
Jangan lupa olahraga teratur
Agar sehat badan kita
Pantun 3
Ke pantai melihat karang
Tak lupa menaiki perahu yang berlabuh
Janganlah engkau suka begadang
Karena dapat merusak tubuh
(SAI)
