Konten dari Pengguna

Contoh Perilaku dalam Kehidupan Sesuai Pancasila pada Sila Ketiga

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

3 contoh perilaku atau sikap lain dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pada sila ketiga. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
3 contoh perilaku atau sikap lain dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pada sila ketiga. Foto: Pixabay

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi setiap warganya. Pancasila memiliki peranan yang penting dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “panca” yang berarti lima, serta “syila” yang memiliki arti dasar. Sementara itu, ditemukan dalam kitab Sutasoma, Pancasila memiliki arti perintah kesusilaan yang berisi lima larangan.

Sederhananya, Pancasila memiliki makna sebagai seperangkat aturan yang digunakan untuk menjadi pedoman dalam berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi komponen pembentuknya.

Sejarah Lahirnya Pancasila

Disebutkan dalam buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VII yang dikarang oleh Tim Ganesha Operation, perumusan dasar negara Pancasila tidak lahir begitu saja, melainkan harus melewati proses yang cukup panjang.

Sejarah mencatat bahwa Pancasila berawal dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang mana badan tersebut bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia salah satunya dengan membentuk dasar negara.

Menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sebagai contoh pengamalan nilai sila ketiga. Foto: Pixabay

Pada sidang pertama BPUPKI belum terdapat kesepakatan resmi mengenai hal tersebut. Baru kemudian dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas untuk membahas kembali rumusan dasar negara dan berhasil melahirkan Piagam Jakarta.

Poin-poin dari Piagam Jakarta menjadi rumusan dasar negara yang nantinya ditetapkan sebagai Pancasila pada sidang BPUPKI yang kedua. Dalam sidang tersebut dihasilkan pernyataan Indonesia merdeka, serta pembukaan dan batang tubuh UUD.

Pernyataan Indonesia merdeka tercatat dalam tiga alinea pertama dari UUD, sementara dalam alinea keempat memuat tentang dasar negara, yakni Pancasila yang sampai saat ini masih menjadi ideologi bangsa Indonesia.

Ada pun bunyi alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut.

"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Membina hubungan baik antar sesama warga negara meskipun memiliki latar belakang yang berbeda sebagai contoh pengamalan nilai sila ketiga. Foto: Pixabay

3 Contoh Perilaku atau Sikap Lain dalam Kehidupan Sehari-hari yang Sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila pada Sila Ketiga

Setiap sila dalam Pancasila memiliki nilainya masing-masing yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Nilai tersebut lahir dan berakar dari kebiasaan baik bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala.

Salah satu yang perlu diwujudkan oleh seluruh rakyat Indonesia adalah nilai dari sila ketiga, yang berbunyi Persatuan Indonesia, yang memiliki nilai untuk bersama-sama membangun negera.

Pasalnya, Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman budaya, agama, suku, dan kepribadian tiap-tiap rakyat. Karena itu, hal yang sangat penting untuk menyatukan perbedaan tersebut dalam semangat persatuan dan kesatuan.

Menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan sebagai contoh pengamalan nilai sila ketiga. Foto: Pixabay

Dikutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5 karya Umi Christiani, berikut ini adalah 3 contoh perilaku atau sikap lain dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pada sila ketiga, yaitu:

1. Menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa.

2. Membina hubungan baik dengan semua unsur bangsa meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.

3. Menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya tujuan negara Indonesia.

(HDP)