Contoh Perubahan Kimia, Pengertian, Faktor, dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh perubahan kimia sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan kerap tidak sadari oleh sebagian besar orang. Maka dari itu, reaksi perubahan ini tidak hanya terjadi dalam laboratorium saja.
Pada dasarnya, perubahan kimia sangat diperlukan manusia untuk beraktivitas dan menjalani kehidupan karena setiap perubahan kimia yang terjadi pasti memiliki tujuan tertentu yang menunjang kehidupan.
Perubahan kimia merupakan suatu perubahan materi yang menghasilkan jenis dan sifat zat yang berbeda dari zat semula serta tidak dapat diubah lagi ke bentuk asalnya. Hal ini berbeda dengan perubahan fisika yang memungkinkan perubahan bentuk, tapi tidak menghilangkan sifat zat aslinya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Perubahan Kimia
Mengutip dari buku Mengenal Kimia, Nurul Kamilati, S.Pd., M.Pd., M.Ed, pengertian perubahan kimia merupakan peristiwa yang terjadi pada suatu benda yang menghasilkan zat baru, jenis dan bahkan sifat materi baru setelah terjadi perubahannya.
Sementara mengutip dari buku Rangkuman Lengkap Kimia SMP karya Tim Guru Indonesia (2018: 14), perubahan kimia atau reaksi kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru yang memiliki sifat yang berbeda dengan sifat zat sebelumnya.
Perubahan kimia disebut juga dengan reaksi kimia, di mana terdapat dua istilah yang digunakan yaitu zat semula dinamakan reaktan atau pereaksi dan zat yang terbentuk dinamakan hasil reaksi atau produk reaksi.
Secara sederhana, perubahan kimia bisa dianggap sebagai perubahan yang menyebabkan adanya perbedaan terhadap susunan partikel penyusun materi. Artinya, perubahan kimia ini dapat terbentuk materi baru yang sifatnya berbeda dengan materi semula.
Faktor Perubahan Kimia
Mengutip dari laman resmi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, perubahan kimia dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Contohnya: suhu, konsentrasi, keberadaan katalis, tekanan, keberadaan cahaya, kehadiran atau keberadaan zat lain, struktur molekul, pH, dan potensial redoks.
Adapun penjelasan lengkap mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia, yakni:
Pembakaran, yaitu reaksi kimia antara zat dengan oksigen. Perkaratan (korosi), yaitu reaksi kimia antara logam dengan oksigen dan uap air di udara. Perkaratan termasuk perubahan kimia, karena menghasilkan zat yang baru, yaitu karat.
Pembusukan, yaitu perubahan yang terjadi karena adanya aktivitas mikroorganisme.
Peragian (fermentasi), zat yang mengalami perubahan ini akan memiliki sifat yang berbeda dengan sifat awalnya.
Proses biologis makhluk hidup, misalnya proses pencernaan makanan, proses pernapasan, dan fotosintesis pada tumbuhan.
Ciri-Ciri Perubahan Kimia
Dalam penerapannya, perubahan kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan beberapa ciri yang dapat dideteksi langsung pada benda yang mengalami perubahan tersebut, antara lain:
Terbentuk zat baru: Perubahan kimia menghasilkan zat baru yang berbeda dari zat penyusunnya.
Tidak dapat kembali ke bentuk semula: Perubahan kimia bersifat irreversible, artinya materi tidak dapat berubah ke keadaan semula.
Terjadi perubahan energi: Perubahan kimia disertai dengan perubahan energi.
Terjadi perubahan suhu: Perubahan kimia dapat menyebabkan suhu naik atau turun.
Terjadi perubahan warna: Perubahan warna dapat disebabkan oleh perubahan komposisi atau terbentuknya zat baru.
Terjadi perubahan susunan molekul: Perubahan kimia dapat mengakibatkan perubahan susunan molekul suatu zat.
Terbentuk gas: Gas merupakan salah satu tanda terjadinya perubahan kimia.
Terbentuk endapan: Endapan dapat terbentuk ketika larutan yang mengandung kation tertentu bereaksi dengan larutan lain yang mengandung anion.
Perubahan rasa: Perubahan kimia juga dapat menyebabkan rasa dari suatu zat yang berubah.
Jenis Perubahan Kimia
Mengutip dari buku Pelengkap Kurtilas Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas 7 karya Tim Maestro Genta, berikut jenis-jenis perubahan kimia.
1. Perubahan Kimia Menghasilkan Perubahan Suhu
Perubahan kimia yang menghasilkan perubahan suhu dapat dibedakan menjadi dua proses, di antaranya:
Reaksi eksoterm, reaksi kimia yang menghasilkan energi panas (kalor), sehingga meningkatkan suhu lingkungan.
Reaksi endoterm, reaksi kimia yang memerlukan energi panas, sehingga menimbulkan efek dingin pada lingkungan.
2. Perubahan Kimia Menghasilkan Perubahan Warna
Perubahan kimia yang menghasilkan perubahan warna bisa ditunjukkan dengan adanya perbedaan warna antara sebelum dan sesudah reaksi pada zat-zat yang bereaksi.
Misalnya, kertas lakmus berwarna biru ketika dicelupkan ke dalam larutan asam akan berubah menjadi warna merah. Sementara kertas lakmus berwarna merah bisa jika dicelupkan ke dalam larutan basa, dapat berubah menjadi warna biru.
3. Perubahan Kimia Menghasilkan Endapan
Selanjutnya adalah perubahan kimia menghasilkan bentukan endapan pada zat-zat yang bereaksi. Kondisi ini terjadi karena suatu zat tidak bisa larut lagi.
Misalnya, perak nitrat dicampur dengan natrium klorida, akan menghasilkan natrium nitrat dan endapan berwarna putih perak klorida.
4. Perubahan Kimia Menghasilkan Gas
Jenis perubahan kimia yang terakhir adalah perubahan kimia yang menghasilkan gas. Misalnya, reaksi pembakaran yang menghasilkan gas karbon dioksida atau reaksi pembusukan menghasilkan gas-gas yang berbau menyengat seperti gas amonia.
Contoh Perubahan Kimia
Tanpa disadari, perubahan kimia ternyata banyak terjadi di lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa contoh perubahan kimia, antara lain:
1. Besi Berkarat
Karat merupakan proses perubahan kimia yang menyebabkan korosi pada permukaan logam. Karat disebabkan oleh reaksi antara besi, air, dan udara.
Saat mengenai besi, air akan tercampur dengan karbon di udara yang kemudian membentuk asam karbonat.
Asam ini membuat zat besi pada logam menjadi larut. Sementara itu sebagian air akan mulai terurai menjadi dua komponen, yaitu hidrogen dan oksigen. Hidrogen dan oksigen yang tercampur dengan atom pada besi kemudian menyebabkan karat.
Peristiwa besi berkarat termasuk perubahan kimia karena besi atau Fe teroksidasi dan berubah menjadi Fe2O3. Besi yang berkarat biasanya tidak lagi mengkilap, berwarna oranye, dan kekuatannya berkurang.
2. Fermentasi Ketan atau Singkong Menjadi Tape
Fermentasi adalah proses di mana karbohidrat terurai oleh bakteri dan jamur menjadi alkohol dan senyawa gula yang lebih sederhana. Fermentasi akan mengubah tekstur dan rasa makanan.
Dengan cara inilah beras ketan dan singkong berubah menjadi tape. Fermentasi pada singkong dan beras ketan termasuk perubahan kimia karena tape mempunyai sifat yang berbeda dengan bahan pembuatnya.
3. Pembakaran Bensin dalam Mesin
Bensin merupakan bahan bakar berbentuk cair. Di dalam mesin, bensin akan bercampur dengan udara dan kemudian mengalami proses pembakaran. Campuran bensin dan udara ini berubah menjadi bentuk gas yang dibakar oleh percikan api dari busi.
4. Pembakaran Kayu
Kayu yang dibakar akan menghasilkan arang. Selain berubah wujud, susunan partikel kayu juga berubah karena terdapat reaksi kimia dari proses pembakaran. Selain itu, arang tidak bisa dikembalikan lagi menjadi kayu.
5. Fotosintesis
Fotosintesis merupakan suatu proses biokimia pembentukan karbohidrat dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan.
Fotosintesis termasuk perubahan kimia karena air dan karbon dioksida dapat diubah oleh klorofil menjadi karbohidrat dan gas oksigen dengan bantuan sinar matahari. Proses fotosintesis dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia 6CO2 + 6H2O - C6H12O6 + 6O2.
6. Hujan Asam
Hujan asam terjadi ketika sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX) bereaksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lainnya untuk membentuk asam sulfat dan nitrat.
Unsur-unsur tersebut kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Hujan asam sangat merugikan karena bersifat korosif yang dapat membuat besi rusak.
Selain itu, hujan ini juga bisa mengubah komposisi tanah dan air sehingga menjadi tidak layak untuk tanaman maupun hewan. Selain contoh di atas, berikut ini juga beberapa contoh perubahan kimia yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
Nasi yang berubah menjadi basi
Telur yang direbus menyebabkan kuning dan putih telur memadat
Fermentasi kacang kedelai menjadi tempe
Penguraian sampah organik dan non-organik
Gula larut dalam air
Garam larut dalam air
Bola lampu menjadi panas karena menyerap energi listrik
Beras ketan menjadi tape ketan
Singkong menjadi tape singkong
Paku dan seng yang berkarat
Pembakaran kayu menjadi arang
Kacang kedelai yang diolah menjadi makanan yaitu tempe atau tahu
Kayu lapuk karena mikroorganisme yaitu dimakan rayap sehingga tidak lagi kokoh
Pembakaran bensin menjadi gas
Kedelai yang difermentasi menjadi tauco
Pemasakan buah dari mentah ke matang
Yoghurt yaitu hasil dari fermentasi susu
Makanan busuk atau berjamur
Petasan yang meledak
Susu menjadi asam
Beras yang dimasak menjadi nasi
Bibit tanaman tumbuh dan menghasilkan buah, bunga, atau lainnya karena fotosintesis
Kertas dibakar menghasilkan abu
Perubahan gas LPG menjadi api pada kompor
Keju yang merupakan hasil fermentasi dari susu.
Demikian informasi mengenai contoh perubahan kimia dalam kehidupan yang dilengkapi dengan penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, faktor, dan jenis-jenisnya. (SUCI)
Baca Juga: 30 Contoh Senyawa Organik dan Anorganik dalam Dunia Kimia
