Contoh Teks Editorial beserta Strukturnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh teks editorial beserta strukturnya kerap ditemui di majalah, koran, atau media online. Teks editorial mempunyai beberapa fungsi, salah satunya yaitu untuk memengaruhi pembaca. Teks editorial biasanya berisi opini dan fakta.
Teks editorial sering kali disebut juga dengan teks opini. Berdasarkan buku yang berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan ditulis oleh Taufiqur Rahman, (2017:52), pengertian teks editorial merupakan salah satu media atau wadah mengemukakan pendapat.
Dalam mengungkapkan pendapat harus dilengkapi dengan fakta penunjang serta alasan yang masuk akal agar teks editorial yang dibangun dapat diterima oleh pembaca atau pendengar. Setiap pendapat yang disampaikan harus bersifat fakta sehingga dapat meyakinkan seseorang dengan logis.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Teks Editorial
Contoh teks editorial beserta strukturnya perlu dipahami oleh penulis sebelum membuat teks editorial. Adapun beberapa contoh dari teks editorial adalah sebagai berikut.
Contoh 1
Contoh ini diambil dari buku yang berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan ditulis oleh Taufiqur Rahman, (2017:56).
"Menjual Sembari Menjaga Nirwana"
Indonesia adalah surga sekaligus kisah nyata, bukan isapan jempol belaka atau romantisme dari masa lalu. Ada begitu banyak tempat indah yang tersembunyi dan masih belum tersentuh. Sayangnya, tempat-tempat itu belum digarap serius sebagai tujuan wisata. Jangankan membuat program wisata yang kreatif, membangun prasarananya saja kerap tidak dilakukan pemerintah.
Dalam beberapa tahun terakhir, bahkan keindahan sejumlah tempat terancam oleh eksploitasi alam yang salah dan serakah. Padahal, dengan pariwisata, daerah bisa mendapatkan penghasilan sekaligus memelihara alam selingkungannya.
Di kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, ironi itu terpampang nyata. Kepulauan itu memiliki pantai-pantai indah, laut yang bening dan tenang, serta ikan berwarnawarni yang menyelinap di antara terumbu karang indah. Menjelang senja, matahari menjadi bola merah yang ditelan laut jingga.
Namun, di sana juga berlangsung perusakan alam yang kerap didukung para politikus. Mereka datang hanya pada saat kampanye untuk memancing suara, bahkan mempersilakan para nelayan mengebom terumbu karang. Keinginan pemerintah pusat menjadikannya sebagai taman nasional ditentang justru oleh pemerintah daerah.
Di Mentawai, Sumatera Barat, lain lagi yang terjadi. Kepulauan ini memiliki ombak terbaik untuk berselancar. Di dunia ini hanya ada tiga tempat yang memiliki barrel-ombak berbentuk terowongan yang dapat ditemui sepanjang waktu: Hawaii, Haiti, dan Mentawai.
Namun, pemerintah daerah seolah-olah tidak berdaya di sana. Resor tumbuh menjamur, tetapi kontribusi mereka kepada ekonomi daerah amat minimal. Mungkin ini merupakan bentuk "protes" mereka kepada pemerintah daerah yang tidak serius membangun prasarana wisata di sana. Dengan ribuan "surga yang tersembunyi" itu, pemerintah seharusnya bisa menaikkan jumlah wisatawan asing yang datang ke negeri ini.
Contoh 2
Contoh ini diambil dari buku yang berjudul Indahnya Berkarya dengan Literasi, Beslina Afriani Sigian, S.Pd., M.Si., dkk., (2023:95).
"Apakah Sistem Zonasi Penerimaan Murid Baru Sudah Bijak?"
Sejak tahun 2018 lalu, sistem zonasi dalam penerimaan murid baru sudah diterapkan di sekolah-sekolah. Tujuan diberlakukannya sistem ini yaitu untuk mempercepat pemerataan pendidikan, agar yang pintar tidak hanya berkumpul dengan yang pintar dan yang tertinggal berkumpul bersama yang tertinggal.
Namun, apakah sistem ini sudah tepat? Nyatanya, sistem ini justru menurunkan harapan-harapan bagi siswa-siswa yang bersungguh-sungguh dan bermimpi besar. Kalau dilihat bagaimana kondisi sekolah-sekolah di sekitar kita, sekolah favorit menawarkan fasilitas yang lebih baik daripada sekolah yang kurang favorit, baik dari segi sarana dan prasarana sampai guru-gurunya.
Selain karena namanya, banyak siswa yang ingin masuk ke sekolah favorit karena berharap bisa memaksimalkan kemampuannya di sekolah tersebut. Namun, dengan adanya sistem zonasi, banyak siswa yang kecewa karena jarak rumahnya tidak cukup dekat untuk dapat mendaftar di sekolah impiannya. Dan lagi, kalau dipikirkan kembali, harapan siswa bukan sebatas masuk di sekolah favorit, melainkan berharap bisa masuk ke perguruan tinggi yang favorit juga.
Dari keadaan di lapangan, siswa- siswa dari sekolah favorit memiliki peluang besar untuk masuk ke perguruan tinggi favorit. Padahal, di perguruan tinggi tidak ada sistem zonasi. Masuk atau tidak masuknya berdasarkan kemampuan siswa. Nah inilah yang terkadang menjadi kebingungan.
Maka dari itu, daripada membuat sistem yang belum matang, lebih baik pemerintah berusaha memaksimalkan fasilitas dan guru-guru yang ada di sekolah. Apabila kualitas sekolah sudah baik, maka seiring berjalannya waktu siswa pasti akan senang hati memilih sekolah yang dekat dengan kualitas yang baik.
Contoh 3
Contoh ini diambil dari buku yang berjudul Indahnya Berkarya dengan Literasi, Beslina Afriani Sigian, S.Pd., M.Si., dkk., (2023:98).
"Perlukah, Ujian Nasional Online Diadakan?"
Tingkat SD sampai SMA, beberapa bulan lagi akan melaksanakan Ujian Nasional. Nah, Kemendikbud menambahkan aturan baru yaitu pelaksanaan UN secara online di beberapa sekolah.
Dilihat dari keadaan dan situasi saat ini, rencana ini belum tepat dan perlu dipertimbangkan kembali. Karena, permasalahan seperti infrastruktur yang belum merata dan kurangnya pengetahuan dari tenaga ahli di beberapa sekolah.
Ini adalah hal yang sangat baik, kalau pelaksanaan UN secara online tetap dilaksanakan. Maka, beberapa sekolah akan kesulitan karena tidak ada infrastruktur yang memadai seperti komputer, akses internet, dan listrik. Coba bayangkan, saat ada sebuah sekolah yang mempunyai 250 siswa yang akan mengikuti UN. Maka, berapa jumlah komputer yang dibutuhkan oleh pihak sekolah untuk melaksanakan UN secara online.
Tentunya membutuhkan komputer yang banyak, dan kalau tetap dipaksakan maka salah satunya yaitu dengan memakai komputer secara bergiliran. Tetapi, hal tersebut sangat rentan akan timbulnya kecurangan dalam UN secara online ini. Selain itu, kurangnya tenaga ahli di beberapa sekolah juga menjadi masalah. Karena, pasti beberapa sekolah akan bingung dalam pelaksanaan karena tidak mengerti bagaimana melaksanakannya.
Sudah semestinya, kalau pemerintah ingin melaksanakan ujian nasional secara online. Pemerintah harus menjamin ketersediaan infrastruktur yang mendukung dan tidak terburu-buru dalam melaksanakannya. Pemerintah juga harus melakukan sosialisasi langsung ke sekolah- sekolah yang jauh sebelum Ujian Nasional. Supaya, nantinya tidak akan menimbulkan masalah seperti yang sudah diuraikan diatas tadi.
Struktur Teks Editorial
Berdasarkan buku yang berjudul berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan ditulis oleh Taufiqur Rahman, (2017:53), struktur teks itu merupakan gambaran cara teks itu dibangun. Teks editorial atau teks opini disusun dengan struktur pernyataan pendapat, diikuti oleh argumentasi, dan ditutup oleh pernyataan ulang pendapat.
1. Pernyataan Pendapat
Pernyataan pendapat biasanya berisi topik yang membicarakan tentang permasalahan yang akan diangkat atau dibahas.
2. Argumentasi
Argumentasi adalah sebuah pendukung yang dapat memperkuat opini yang akan disampaikan.
Pendukung berupa berbagai fakta tentang topik yang dibahas ehingga dapat memberikan nilai objektivitas pada sebuah tulisan daripada sekadar opini belaka. Pada bagian ini penulis harus berusaha untuk meyakinkan pembaca bahwa apa yang ditulis atau disampaikan itu benar.
3. Pernyataan Ulang Pendapat
Pernyataan ulang pendapat atau reiteration adalah bagaian akhir dari teks editorial yang berisi tentang penegasan kembali pendapat yang sudah dikemukakan supaya pembaca atau pendengar semakin yakin dengan pandangan yang disampaikan dalam teks editorial tersebut.
Teks opini atau teks editorial pada umumnya bersifat aktual yang berisi analisis subjektif berdasarkan fakta dan data. Dengan deretan argumentasi yang disajikan, penulis harus berusaha memengaruhi serta meyakinkan pembaca.
Teks opini atau teks editorial ini juga kerap mengungkapkan penilaian atau saran terhadap sesuatu, atau kebijakan subjek dalam memutuskan sesuatu.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Adapun kaidah kebahasaan teks editorial berdasarkan buku yang berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan ditulis oleh Taufiqur Rahman, (2017:54), adalah sebagai berikut.
1. Adverbia
Adverbia merupakan bahasa yang bisa menggambarkan sikap eksposisi. Dalam hal ini, harus meyakinkan pembaca supaya bisa meyakinkan pembaca, dibutuhkan ekspresi kepastian, yang dapat dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti biasanya, selalu, sebagian besar waktu, kadang-kadang, sering, jarang, dan yang lainnya.
2. Konjungsi
Konjungsi merupakan sebuah kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antara dua satuan bahasa yang sederajat: frasa dengan frasa, kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.
3. Kosakata
Kosakata merupakan perbendaharaan dari sebuah kata. Teks editorial harus mampu meyakinkan pembaca dengan menggunakan kosakata yang menarik dan luas.
4. Verba
Verba yang terdiri dari: verba material, verba mental, dan relasional.
Verba material merupakan kata kerja yang menunjukan aktivitas fisik yang bisa dilihat secara nyata contohnya membaca, menari, dan menulis.
Verba relasional merupakan verba yang lebih menekankan pada kata kerja yang mempunyai fungsi sebagai penghubung antara subjek serta pelengkap. Kalimat yang mengandung verba relasional harus mempunyai pelengkap, apabila tidak maka kalimat tersebut akan terlihat rancu.
Verba mental merupakan verba yang menerangkan persepsi (melihat, merasa), afeksi (khawatir, suka), kognisi (mengerti, berpikir).
Demikianlah kumpulan contoh teks editorial beserta strukturnya. Dengaan membaca ulasan di atas, maka pembaca akan memahami tentang teks editorial. (Adm)
Baca juga: 5 Contoh Teks Eksposisi Bahasa Inggris beserta Struktur Teksnya
