Contoh Tema Seni Rupa Tiga Dimensi dan Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tema seni rupa tiga dimensi bisa bermacam-macam, seperti halnya membuat karya apa pun. Misalnya tema yang timbul dari ekspresi diri terhadap seseuatu, ataupun khayalan sang seniman.
Istilah seni rupa sendiri dapat diartikan sebagai cabang kesenian dengan menggunakan suatu media yang dapat ditangkap indra mata dan dirasakan dengan indra peraba. Seni rupa dapat dibagi berdasar aspeknya, salah satunya dimensi.
Definisi Seni Rupa Tiga Dimensi
Berdasarkan buku Seni Budaya yang ditulis Zackaria Soetedja dkk., apabila dilihat dari segi dimensinya karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa dua dimensi yang mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi yang mempunyai tiga ukuran atau ruang.
Perbedaan seni rupa dua dimensi dengan tiga dimensi dilihat dari unsur ruangnya. Objek karya seni rupa dua dimensi hanya dapat dilihat dari satu sisi, sedangkan karya tiga dimensi dapat dilihat lebih dari dua sisi.
Menurut buku Seni Budaya yang ditulis Sem Cornelyoes Bangun dkk., seni rupa tiga dimensi adalah karya yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Contohnya patung, relief, keramik, wayang golek yang bebas mengisi ruang, sehingga dapat diamati secara sempurna dari berbagai arah.
Meski begitu, banyak juga karya yang tidak memperhitungkan daya pandang demikian. Misalnya, patung-patung yang sifatnya frontal (hanya bagus dilihat dari arah depan) saja.
Tema Seni Rupa Tiga Dimensi
Karya seni rupa dapat pula dikategorikan berdasarkan temanya. Mengutip dari buku yang ditulis Zackaria Soetedja dkk., apa yang dimaksud dengan tema merupakan gagasan pokok dalam sebuah karya seni. Tema sering juga diartikan sebagai persoalan utama yang diungkapkan oleh seniman atau perupa dalam karyanya.
Sebuah tema seni rupa tiga dimensi maupun seni rupa lainnya tidak selalu tampak secara eksplisit (kasat mata), tetapi juga secara tersirat (implisit) bahkan lebih sering.
Contohnya, pada tema lingkungan dapat diidentifikasi objek-objek natural (alam) seperti flora, fauna, atau pemandangan alam yang indah. Kemudian dapat juga melalui objek-objek yang berlawanan atau bertentangan dengan kaidah-kaidah keindahan alam.
Walaupun tampak seperti berlawanan, pesan yang ingin disampaikan oleh perupa atau seniman akan tetap ada dalam tema yang sama yaitu kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Tema juga dapat bersumber dari realitas internal dan eksternal. Mengutip buku Seni Budaya yang ditulis Sem Cornelyoes Bangun dkk., realitas internal, misalnya, harapan, cita-cita, emosi, nalar, intuisi, gairah, khayal, dan kepribadian seorang perupa.
Sedangkan, realitas eksternal meliputi ekspresi interaksi perupa dengan kepercayaan, kemiskinan, ketidak-adilan, nasionalisme, politik (tema sosial), atau hubungan perupa dengan alam (tema lingkungan).
(AMP)
