Daerah Pegunungan Biasanya Menghasilkan Makanan Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
14 Oktober 2021 17:46
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Daerah Pegunungan Biasanya Menghasilkan Makanan Apa? (39850)
searchPerbesar
Daerah pegunungan menghasilkan makanan yang mengandung sayuran. Foto: Unsplash
Daerah pegunungan biasanya terkenal memiliki iklim yang dingin. Biasanya, di daerah tersebut terdapat berbagai macam perkebunan yang dikelola oleh orang sekitar.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, setiap daerah juga biasanya menghasilkan makanan yang mencerminkan karakter masyarakatnya itu sendiri. Seperti yang telah disebutkan, masyarakat di daerah pegunungan biasanya memiliki lahan yang luas.
Lahan tersebut biasanya dijadikan sebagai perkebunan untuk menanam berbagai macam tanaman. Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan yang disusun oleh Fauziah Asri Latifah, S.Si, M.Pd, daerah pegunungan biasanya menghasilkan makanan yang berasal dari sayur-mayur.
Hal tersebut disebabkan karena suhu yang ada di pegunungan lebih dingin dibandingkan daerah lainnya, sehingga warga sekitar memanfaatkan makanan tersebut untuk menghangatkan badan.
Lebih lanjut, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pegunungan dari Sabang hingga Marauke. Oleh karena itu, tidak heran apabila makanan yang mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan sering ditemukan.
ADVERTISEMENT

Pegunungan di Indonesia

Daerah Pegunungan Biasanya Menghasilkan Makanan Apa? (39851)
searchPerbesar
Pegunungan yang ada di Indonesia. Foto: Unsplash
Berikut beberapa daerah pegunungan yang ada di Indonesia:
  • Pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatera
  • Pegunungan Kapur Utara di Jawa Tengah
  • Pegunungan Tengger di Jawa Timur
  • Pegunungan Iyang di Jawa Timur
  • Pegunungan Verbek di perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
  • Pegunungan Jayawijaya di Papua
Sebetulnya, masih banyak pegunungan di Indonesia di setiap daerahnya. Selain bisa menghasilkan banyak makanan, seperti sayuran dan buah-buahan, pegunungan juga bisa menjadi tempat untuk berwisata.
Maka itu, penduduk di sekitar daerah pegunungan memanfaatkannya dengan membuka berbagai macam rumah makan yang menjual makanan khas daerah tersebut.

Ciri-Ciri Makanan Khas Daerah Pegunungan

Makanan di setiap daerah juga memiliki ciri khasnya tersendiri untuk membedakannya dengan yang lain. Terdapat beberapa ciri atau karakter dari makanan khas pegunungan, yakni:
ADVERTISEMENT
  • Banyak menggunakan sayuran mentah
  • Lebih asam dari makanan daerah lainnya
  • Dominan mengandung masakan yang terbuat dari ikan
  • Banyak menggunakan santan agar cita rasanya bisa semakin gurih

Makanan Khas Daerah Pegunungan

Daerah Pegunungan Biasanya Menghasilkan Makanan Apa? (39852)
searchPerbesar
Singkong jadi salah satu makanan khas daerah pegunungan. Foto: Unsplash
Dapat disimpulkan, daerah pegunungan biasanya menghasilkan makanan yang sesuai dengan ciri-ciri daerah yang telah disebutkan di atas. Berikut penjelasan singkatnya.
1. Singkong
Ketika berada di pegunungan, singkong merupakan makanan yang mudah untuk ditemui. Tidak hanya itu, cara memasak singkong termasuk mudah dan tidak perlu memerlukan banyak bahan serta alat.
2. Wedang jahe
Daerah pegunungan biasanya menyediakan tempat untuk menyeduh berbagai macam minum baik panas maupun dingin. Namun, salah satu minuman khas yang biasanya digemari adalah wedang jahe.
Selain karena cita rasanya yang begitu kental dengan lidah Indonesia. Wedang jahe juga bisa menghangatkan tubuh di iklim yang lebih tinggi daripada biasanya.
ADVERTISEMENT
3. Jagung
Tidak lengkap rasanya jika di pegunungan tidak ada jagung untuk dijadikan sebagai cemilan. Selain karena banyaknya perkebunan jagung di daerah pegunungan, jagung juga menjadi makanan yang tepat di kala iklim yang sedang dingin-dinginnya.
(JA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020