Daftar 20 Peribahasa tentang Hewan dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peribahasa mengandung kiasan untuk menyampaikan nasihat atau sindiran terkait perilaku manusia. Ada banyak macam tema peribahasa. Salah satu yang sering muncul adalah peribahasa tentang hewan.
Dalam jurnal Leksikon Nama Binatang Dalam Peribahasa Indonesia dan Relevansinya Bagi Pengetahuan Kosakata Pemelajar karya Sudaryanto, dkk., dituliskan bahwa peribahasa adalah semua bahasa, baik kata maupun frasa, yang mengandung arti kiasan. Peribahasa digunakan sebagai bahasa tutur yang dapat menggambarkan tabiat atau sifat seseorang.
20 Peribahasa tentang Hewan dan Artinya
Peribahasa Indonesia memiliki berbagai kosakata yang berhubungan dengan nama benda, bangunan di sekitar, hingga brebagai jenis hewan. Hewan dalam peribahasa dapat menjadi bentuk kiasan yang menggambarkan perilaku atau sifat manusia serta peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Nama-nama hewan yang dimasukkan ke dalam peribahasa Indonesia pun beragam, mulai kucing, anjing, kerbau, kambing, nyamuk, gajah, rusa, semut, kutu, hingga kumbang.
Baca Juga: Pengertian Peribahasa Lengkap dengan Jenis-Jenis dan Contohnya
Setiap hewan memiliki ciri khasnya sendiri yang dapat dikaitkan dengan kehidupan manusia. Berikut ini kumpulan peribahasa tentang hewan beserta artinya yang menarik untuk diketahui.
Bagai kucing dibawakan lidi: Sangat ketakutan.
Bagai kucing lepas senja: Sukar dicari.
Membeli kucing dalam karung: Membeli sesuatu tapi tidak melihat barangnya terlebih dahulu.
Seperti anjing terpanggang ekor: Mendapat kesusahan sehingga tidak keruan tingkah lakunya.
Anjing ditepuk, menjungkit ekor: Orang yang hina kalau mendapat kebesaran akan menjadi sombong.
Anjing menggonggong, kafilah berlalu: Membiarkan orang lain berbicara, mencemooh atau mempergunjingkan seseorang.
Anjing menyalak di ekor gajah: Orang yang lewmah hendak melawan orang berkuasa.
Kerbau menanduk anak: Hanya pura-pura saja.
Kerbau punya susu, sapi punya nama: Seseorang yang berbuat kebaikan atau bersusah payah tetapi orang lain yang mendapat pujian.
Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal: Menjaga seorang manusia lebih sulit dibandingkan menjaga bintang yang banyak.
Menghambat kerbau berlabuh: Mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan kepada seseorang.
Seperti kerbau dicocok hidung: Menurut saja.
Bagai kambing dibawa ke air: Enggan mengerjakan suatu pekerjaan.
Seperti kambing putus tali: Pergi dengan cepat.
Menepak nyamuk menjadi daki: Melawan orang yang lemah tidak akan membuat seseorang mendapatkan nama baik.
Nyamuk mati, gatal tak lepas: Menaruh dendam kepada seseorang yang berbuat jahat walaupun orang tersebut sudah dihukum
Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak: Kesalahan diri sendiri walaupun besar tetapi tidak tampak atau terlihat kecil, sedangkan kesalahan orang lain telihat sangat besar walaupun sebenarnya kesalahan tersebut kecil.
Gajah mati karena gadingnya: Orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena perbuatannya sendiri.
Mencari kutu dalam ijuk: Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
Kumbang tidak seekor bunga tidak sekaki: Masih banyak pria atau wanita lain tempat menambatkan hati.
Baca Juga: 5 Contoh Peribahasa Bahasa Indonesia Beserta Penjelasannya
Frequently Asked Question Section
Apa itu peribahasa?

Apa itu peribahasa?
Peribahasa adalah semua bahasa, baik kata maupun frasa, yang mengandung arti kiasan.
Apa fungsi peribahasa?

Apa fungsi peribahasa?
Peribahasa digunakan sebagai bahasa tutur yang dapat menggambarkan tabiat atau sifat seseorang.
Apa fungsi nama hewan dalam peribahasa?

Apa fungsi nama hewan dalam peribahasa?
Hewan dalam peribahasa dapat menjadi bentuk kiasan yang menggambarkan perilaku atau sifat manusia beserta peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
(ALS)
