Konten dari Pengguna

Dampak Apabila Kadar Gas Rumah Kaca di Atmosfer Bumi Semakin Meningkat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak apabila kadar gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin meningkat. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Dampak apabila kadar gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin meningkat. Foto: Pixabay

Gas rumah kaca (green house gases) merupakan beberapa jenis gas yang terperangkap di atmosfer, seperti atas rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari. Namun, gas tersebut menahan radiasi inframerah yang diemisikan dari permukaan bumi.

Gas rumah kaca memiliki kemampuan untuk menyerap gelombang panjang dari radiasi balik sinar matahari agar tidak dapat terlepas ke angkasa luar. Namin, jika kadarnya berjumlah sangat banyak, gas rumah kaca justru berdampak buruk.

Mengapa demikian? Berikut penjelasan dari dampak apabila kadar gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin meningkat.

Pemanasan Global

Pada lapisan atmosfer bawah atau troposfer terdapat kumpulan gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global (global warming).

Pemanasan global menyumbang salah satu sumber gas CO2 yang merupakan gas rumah kaca alami paling banyak di atmosfer. Dikutip dari buku Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca oleh Saidal, karbon dioksida ini berasal dari hasil pembakaran hutan.

Selain itu, karbon dioksida juga didapatkan dari pesawat terbang maupun luang angkasa, kapal dan mesin-mesin seperti motor, mobil, ataupun kereta api.

Pemanasan global yang terjadi akibat meningkatnya gas rumah kaca. Foto: Pixabay

Karbon dioksida ini juga bisa berasal dari pembakaran batu bara untuk listrik dan pemanas ruangan, pembakaran produk fosil seperti bahan bakar bensin, solar, dan pesawat.

Meskipun dapat terserap oleh tumbuhan melalui fotosintesis, hasil dari pembakaran tersebut yang akan meningkatkan kadar CO2 di atmosfer.

Pemanasan global terjadi ketika kadar CO2 di udara terus meningkat dan melebihi batas toleransi, yaitu 0,0035%. Peristiwa tersebut akan menyebabkan berbagai dampak buruk untuk lingkungan, termasuk manusia di dalamnya.

Mengutip dalam buku Analisis Kesehatan Lingkungan Akibat Pemanasan Global dan Perubahan Iklim oleh Mukono, pemanasan global akan mengakibatkan bahaya kekeringan hebat yang mengganggu kehidupan ekosistem akibat kenaikan suhu Bumi.

Dengan suhu Bumi yang terus meningkat, lapisan es di daerah kutub mencair akan mencair. Mencairnya es ini menyebabkan kenaikan air laut sehingga menenggelamkan daerah-daerah rendah.

Ilustrasi bumi akibat dari efek rumah kaca. Foto: Pixabay

Efek Rumah Kaca

Dampak yang di dapatkan jika gas rumah kaca ini meningkat pada atmosfer Bumi adalah timbulnya efek rumah kaca. Efek Rumah Kaca adalah kejadian di mana panas di Bumi terperangkap karena terhalang oles gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer.

Suhu permukaan Bumi kian meningkat akibat terperangkap oleh gas karbon dioksida yang makin banyak dari hari ke hari, dan menjadikan Bumi makin panas dan rawan akan bencana.

Dengan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca ini, jumlah energi matahari yang dipantulkan kembali ke Bumi menjadi lebih besar.

Gas CO2 di Bumi telah meningkat secara drastis akibat dari aktivitas manusia, yang menyebabkan terhambatnya penyerapan gas CO2 kembali ke tanaman.

Dampak-dampak yang diakibatkan karena efek rumah kaca ini akan mengancam kehidupan dan ekosistem. Berikut beberapa di antaranya.

  • Adanya efek rumah kaca akan mengakibatkan pemanasan global. Semakin lama umur gas buang dan gas CO2 yang dihasilkan oleh industri, maka akan lebih lama disebut sebagai penyebab pemanasan global.

  • Laut akan makin asam karena konsentrasi gas-gas rumah kaca yang meningkat. Asamnya air laut akan mematikan terumbu karang dan ekosistem lainnya.

  • Menipisnya lapisan ozon yang akan membuat  sinar ultraviolet yang berbahaya sampai ke permukaan Bumi.

(HDP)