Dampak Keberadaan Satelit bagi Manusia: Komunikasi hingga Alat Elektronik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumi memiliki satelit yang ada di luar angkasa. Tujuannya untuk meneruskan sinyal untuk berkomunikasi, mengkaji benda-benda langit, dan lain sebagainya.
Mengutip jurnal tentang Studi Perkembangan dan Kondisi Satelit Indonesia karya Diah Yuniarti, satelit merupakan suatu benda yang beredar di ruang antariksa dan mengelilingi bumi, berfungsi sebagai stasiun radio yang menerima, memproses, dan memancarkan kembali sinyal komunikasi radio.
Satelit juga dibedakan menjadi dua macam, yakni:
Satelit alami, yaitu benda-benda angkasa yang mengelilingi benda angkasa lainnya yang lebih besar. Contoh: planet, komet, bulan, dan lainnya.
Satelit buatan, yaitu satelit yang dibuat oleh manusia, kemudian diorbitkan ke luar angkasa. Contoh: satelit navigasi, satelit komunikasi, satelit cuaca, dan lainnya.
Indonesia juga pernah mengirimkan satelit buatannya yang bernama Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD). Sayangnya, satelit tersebut sudah tidak berfungsi lagi, sehingga keberadaannya sudah menjadi sampah luar angkasa.
Keberadaan satelit tidak hanya berdampak untuk membantu para ilmuwan dalam mengkaji benda-benda langit, tetapi juga untuk kehidupan manusia yang ada di muka bumi.
Lantas, apa saja dampak keberadaan satelit bagi kehidupan manusia? Simak penjelasannya di bawah ini.
Dampak Keberadaan Satelit bagi Manusia
1. Manusia bisa menggunakan alat elektronik
Di luar angkasa, terdapat berbagai macam satelit yang memiliki fungsinya masing-masing. Keberadaan satelit yang cukup berdampak bagi manusia hingga sekarang, yakni kemudahan dalam menggunakan alat elektronik, seperti laptop, ponsel, TV, hingga yang lainnya.
Pemanfaatan alat elektronik sendiri juga dilakukan dengan baik oleh manusia. Hingga perkembangan zaman pun, alat elektronik terus berkembang dan memberikan perubahan yang cukup signifikan.
Misalnya, kini manusia bisa menonton menggunakan TV dengan gambar yang sangat jernih. Selain itu, ada beberapa acara TV yang dilakukan secara live atau langsung dan berkat sinyal yang dihasilkan oleh satelit, orang-orang bisa menontonnya meski tidak berada di lokasi yang sama.
Dahulu, hal-hal seperti ini belum tentu bisa terjadi. Namun, berkat perkembangan zaman dan penelitian, keberadaan satelit untuk penggunaan alat elektronik berfungsi dengan baik.
2. Manusia bisa berkomunikasi dengan cepat
Komunikasi di zaman yang modern ini menjadi hal penting bagi beberapa orang. Terlebih jika berhubungan dengan pekerjaan yang harus memiliki komunikasi dengan baik.
Kini, berkat adanya satelit telepon, manusia menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain dari jarak yang jauh. Misalnya, menggunakan fitur telepon ada video call untuk berbicara dengan orang lain, meski tidak bertemu.
Satelit palapa milik Indonesia misalnya. Satelit tersebut berperan dalam proses integrasi nasional Indonesia, untuk menghubungkan seluruh provinsi dan industri besar, menyiarkan siaran radio dan televisi hingga ke pedesaan, dan mendukung jaringan komunikasi TNI.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Ada berapa jenis-jenis satelit?

Ada berapa jenis-jenis satelit?
Ada dua, yaitu satelit alami dan satelit buatan.
Apa yang dimaksud dengan satelit alami?

Apa yang dimaksud dengan satelit alami?
Satelit alami, yaitu benda-benda angkasa yang mengelilingi benda angkasa lainnya yang lebih besar. Contoh: planet, komet, bulan, dan lainnya.
Apa yang dimaksud dengan satelit buatan?

Apa yang dimaksud dengan satelit buatan?
Satelit buatan, yaitu satelit yang dibuat oleh manusia, kemudian diorbitkan ke luar angkasa. Contoh: satelit navigasi, satelit komunikasi, satelit cuaca, dan lainnya.
