Dampak Pemberantasan Serangga terhadap Populasi Padi dan Katak

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sawah merupakan ekosistem buatan yang dimanfaatkan manusia untuk menanam tanaman padi. Sawah pun menjadi tempat tinggal dari beberapa makhluk hidup.
Pada ekosistem sawah, tanaman padi sebagai komponen biotik memiliki peran sebagai produsen, sedangkan serangga berperan sebagai konsumen tingkat I karena ia adalah hewan herbivora.
Pada tingkatan selanjutnya terdapat katak yang menjadi konsumen tingkat ke II, dan beberapa tingkatan tropik lainnya hingga sampai pada pengurai.
Lalu, apabila seorang petani melakukan pemberantasan, apa dampaknya terhadap populasi padi dan katak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Ekosistem Sawah
Ekosistem sawah merupakan ekosistem di daratan yang dibuat untuk menjadi lahan pertanian. Ekosistem ini tentunya memiliki sejumlah komponen, baik komponen biotik maupun komponen abiotik.
Pada ekosistem sawah, makhluk hidup di dalamnya memiliki hubungan dan interaksi antara satu organisme dan organisme lainnya.
Hubungan tersebut menciptakan rangkaian yang disebut rantai makanan yang menjelaskan mengenai hubungan antar makhluk hidup di dalamnya.
Melansir dari buku Pocket Shortcut SD IPA yang disusun oleh Tim Master Eduka, berikut contoh rantai makanan yang ada pada ekosistem sawah, yaitu:
Padi → Belalang → Katak → Ular → Elang → Bakteri.
Berdasarkan rantai makanan di atas, setiap organisme memiliki peran tertentu, yakni sebagai:
Tanaman padi berperan sebagai produsen.
Belalang adalah konsumen tingkat I yang memakan tanaman padi.
Katak memiliki peran sebagai konsumen tingkat II yang memakan belalang.
Ular adalah konsumen tingkat III yang memakan katak.
Elang adalah hewan predator yang berperan sebagai konsumen tingkat tertinggi atau final yang memangsa ular.
Bakteri pengurai merupakan dekomposer yang mengurai bangkai burung elang.
Dampak Pemberantasan Serangga terhadap Populasi Padi dan Katak
Beberapa jenis serangga kerap kali disebut sebagai hama yang merugikan bagi tanaman padi. Oleh karena itu, para petani biasanya memberantas serangga menggunakan cairan pengusir hama, seperti inteksida.
Dalam sebuah ekosistem, apabila populasi dari suatu komponen menurun, maka hal tersebut akan berakibat pada komponen lainnya. Pada kasus ini, pemberantasan serangga tentu saja membuat populasinya menurun.
Melansir dari buku Pasti Lulus UASBN SD/MI karya Muflihah dan Sumilah, dampak dari pemberantasan, serangga terhadap padi tentunya dapat meningkatkan populasi tanaman padi.
Hal ini bisa dilihat pada rantai makanan yang ada di ekosistem sawah, yang mana serangga merupakan hewan pemakan tanaman padi.
Dengan menurunnya populasi serangga, maka kemungkinan jumlah tanaman padi akan berkurang semakin kecil dan hal ini akan dapat berdampak pada peningkatan jumlah hasil panen tanaman padi.
Berbeda dengan tanaman padi, katak akan mengalami penurunan populasi. Hal ini disebabkan oleh peran katak yang menjadi konsumen tingkat II yang biasanya bergantung dan memakan serangga.
Oleh karena itu, apabila jumlah populasi dari serangga menurun, maka populasi katak pun akan ikut menurun juga.
(SAI)
