Dampak Pencemaran Tanah bagi Kesehatan dan Ekosistem Lingkungan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencemaran tanah adalah masuknya polutan berupa bahan cair atau padat ke dalam tanah. Adapun polutan yang dimaksud menjadi penyebab pencemaran tanah, yaitu limbah rumah tangga, limbah industri, hingga limbah pertanian.
Tanah yang subur adalah tanah yang kaya unsur hara, humus, zat organik, dan cukup air. Pada tanah yang subur, proses kehidupan makhluk hidup, mulai dari tumbuhan, hewan, hingga manusia dapat berlangsung dengan baik.
Bila ada komponen lain yang masuk ke dalam tanah, kemudian mengganggu keseimbangan ekologi tanah, itu dinamakan pencemaran tanah.
Dikutip dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII Semester 2 karangan Muryani S.Pd dan Rr. Ersi Nurmaeli (2019: 29), berdasarkan sifatnya, polutan pencemar tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
Polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable), contohnya seperti kayu, bahan sisa makanan, dan sampah dedaunan.
Polutan yang tidak dapat diuraikan melalui proses alam (nonbiodrgradable), contohnya seperti pestisida, residu radioaktif, hingga logam toksik. Bahan ini tidak dapat terurai hingga ratusan bahkan ribuan tahun lamanya.
Melihat begitu banyak polutan penyebab pencemaran tanah, lantas apa saja dampak pencemaran tanah? Penjelasan selengkapnya ada di bawah ini.
Dampak Pencemaran Tanah
Dirangkum dari jurnal Dampak Pencemaran Tanah dan Langkah Pencegahannya bagi Lingkungan Sekitar, pencemaran tanah dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan dan ekosistem lingkungan di antaranya sebagai berikut.
1. Dampak bagi Kesehatan
Pada kesehatan, dampak pencemaran tanah bergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh, dan kerentanan populasi yang terkena. Berikut tipe-tipe polutan yang dapat mengganggu kesehatan.
Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida mengandung kromium yang mengandung zat karsinogenik (pemicu kanker) bagi tubuh manusia.
Timbal, kandungan ini sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak serta kerusakan ginjal.
Benzena, paparan secara terus-menerus terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia.
Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, bahkan beberapa kasus yang telah ditemukan tidak dapat diobati.
PCB dan siklodiena, zat kimia yang menjadi penyebab keracunan pada hati.
Organofosfat dan karmabat, zat kimia yang dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot.
Berbagai pelarut yang mengandung klorin, kandungan ini dapat merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat.
Selain itu, pencemaran tanah juga dapat menimbulkan gejala-gejala ringan seperti sakit kepala, badan lemas, iritasi mata, dan ruam kulit Namun, dalam paparan dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
2. Dampak bagi Ekosistem Lingkungan
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem lingkungan. Perubahan kimiawi pada tanah akibat adanya bahan kimia beracun/berbahaya dapat menyebabkan perubahan metabolisme hewan-hewan yang hidup di lingkungan tanah tersebut.
Jika dibiarkan secara terus menerus, tanah yang tercemar ini dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan. Kepunahan spesies ini secara tidak langsung akan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Dewasa ini, banyak efek yang semakin jelas terlihat. Misalnya, konsentrasi zat kimia DDT yang mengenai burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan, dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
Selain itu, pencemaran tanah juga berdampak pada pertanian, terutama perubahan metabolisme tanaman. Akibatnya, terjadi penurunan hasil pertanian.
Selain itu, dampak lanjutan tercemarnya tanah dapat mengganggu proses konservasi tanaman, yaitu tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari terjadinya erosi.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri-ciri tanah yang subur?

Apa ciri-ciri tanah yang subur?
Tanah yang subur adalah tanah yang kaya unsur hara, humus, zat organik, dan cukup air.
Ada berapa macam polutan pencemar tanah?

Ada berapa macam polutan pencemar tanah?
Ada dua, yaitu polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable) dan polutan yang tidak dapat diuraikan melalui proses alam (nonbiodrgradable).
Sebutkan contoh contoh polutan yang dapat diuraikan!

Sebutkan contoh contoh polutan yang dapat diuraikan!
Polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable), contohnya seperti kayu, bahan sisa makanan, dan sampah dedaunan.
