Dari Mana Daerah Asal Wayang Kulit? Ini Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayang kulit adalah kesenian tradisional Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun. Wayang kulit telah berkembang di Indonesia sebelum abad ke-11 hingga saat ini masih terus dilestarian.
Seni pertunjukan wayang kulit ini juga telah mendunia. Hal itu ditandai dengan diakuinya wayang kulit oleh UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga pada tahun 2003.
Wayang kulit sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO berarti ini merupakan kesenian yang luar biasa.
Lantas, apa yang dimaksud dengan wayang kulit? Dari mana daerah asal wayang kulit? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak penjelasan di bawah ini.
Apa itu Wayang Kulit?
Wayang kulit merupakan salah satu jenis wayang yang ada di Indonesia. Menurut Daru Suprapto dalam bukunya yang berjudul Wayang dan Kesusastraan Djawa, wayang adalah salah satu seni kebudayaan yang merangkum berbagai macam bidang seni dan sastra yang memuat isi padat dan bermutu.
Berdasarkan bahannya, wayang terbagi ke dalam 5 jenis, salah satunya adalah wayang kulit. Wayang kulit adalah wayang yang terbuat dari kulit hewan seperti sapi dan lembu.
Apa Daerah Asal Wayang Kulit?
Wayang kulit merupakan kesenian tradisional rakyat Indonesia yang berasal dan berkembang di Pulau Jawa, terkhusus daerah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan D.I Yogyakarta.
Jika ditelisik dari sisi sejarah, wayang kulit merupakan kesenian masyarakat Jawa yang sudah ada dari zaman dahulu kala. Jauh sebelum abad ke-11, ada dua prasasti yang menunjukkan kesenian wayang kulit telah ada.
Menurut Sigit Purwanto dalam Pendidikan Nilai dalam Pagelaran Wayang Kulit, prasasti pertama yang dikeluarkan oleh Raja Lokapala pada tahun 840 ada dicatat tentang orang-orang yang aringgit, mengambil bagian dalam pertunjukan wayang.
Dalam prasasti yang kedua yang dibuat atas perintah Raja Balitung pad tahun 907 pun antara lain disebut, “…. si Galigi Mawayang”, artinya Galigi mengadakan pertunjukan wayang.
Selain itu, para ahli dan akademisi juga menyepakati bahwa wayang kulit merupakan kesenian asli Jawa dan lahir di Jawa yang mengalami perkembangan usai masuknya agama Hindu dan Islam di Indonesia.
Jenis-Jenis Wayang Kulit
Seperti wayang lainnya, wayang kulit juga terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan alur cerita yang dibawakan. Jenis-jenis wayang kulit, yaitu:
Wayang Purwa adalah pertunjukan wayang yang pakem atau ceritanya bersumber dari kitab Mahabarata atau Ramayana. Wayang ini dapat berupa wayang kulit, wayang golek, maupun wayang orang.
Wayang Madya adalah campuran pertunjukan wayang Purwa dan wayang Gedhog. Lakonnya menghubungkan dua zaman, yaitu zaman Purwa (Ramayana dan Mahabarata) dengan zaman Jenggala yang menceritakan cerita-cerita Panji.
Wayang Gedhog adalah pertunjukan wayang yang lakonnya bersumber dari cerita Panji maupun kisah kepahlawanan pada masa kerajaan Kediri, Singhasari, dan Majapahit.
Wayang Menak adalah pertunjukan yang pakemnya bersumber pada cerita Menak.
Wayang Babad adalah pertunjukan wayang yang pakemnya bersumber pada cerita-cerita babad (sejarah) setelah masuknya agama Islam di Indonesia.
(SAI)
