Konten dari Pengguna

Definisi, Fungsi, dan Unsur Kaidah Kebahasaan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buku. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Buku. Foto: Unsplash

Setiap teks dalam bahasa Indonesia pasti memiliki kaidah kebahasaan yang berbeda-beda sebagai ciri yang menunjukkan jenis teks tersebut. Kaidah kebahasaan ini memiliki unsur-unsur yang menjadi strukturnya.

Lantas, apa saja unsur-unsur kaidah kebahasaan? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan seputar kaidah kebahasaan beserta unsur-unsur yang tersusun di dalamnya pada artikel di bawah ini.

Definisi dan Fungsi Kaidah Kebahasaan

Bahasa merupakan bagian terpenting dalam kehidupan sosial, karena di dalamnya terjadi komunikasi antara anggota kelompok sosial tersebut. Oleh karena itu, di berbagai lembaga pendidikan sudah pasti ada pelajaran berbahasa, khususnya bahasa Indonesia.

Pembelajaran bahasa yang dilangsungkan pun bukan hanya membahas tentang bahasanya, namun juga diarahkan pada pemahaman terhadap kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku. Hal ini agar peserta didik dapat menggunakan bahasa sesuai dengan baik dan benar.

Buku. Foto: Unsplash

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kaidah kebahasaan dibagi menjadi dua kata, yakni kaidah dan kebahasaan. Kaidah berarti pedoman, aturan, peraturan, patokan, atau pegangan, sedangkan kebahasaan adalah unsur-unsur yang terdapat dalam suatu bahasa, baik lisan ataupun tulisan.

Taufiqur Rahman dan ‎Hamidulloh Ibda menjelaskan dalam buku bertajuk Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan, kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan mendasar yang menjadi standar untuk dipakai dalam pemahaman bahasa.

Berdasarkan kedua pengertian tersebut, kaidah kebahasaan dapat diartikan sebagai pedoman dalam merangkai unsur-unsur dalam suatu bahasa, baik berupa tulisan maupun lisan. Agar lebih paham, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kaidah kebahasaan kerap digunakan pada teks sebagai ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan teks tersebut dengan jenis lainnya. Kaidah kebahasaan juga berfungsi untuk memahami bagaimana ketentuan mengatur tata cara berbahasa, baik secara lisan ataupun tulisan.

Unsur Kaidah Kebahasaan

Kumpulan buku. Foto: Unsplash

Dalam kaidah kebahasaan, ada beberapa unsur yang digunakan sebagai struktur suatu tata bahasa yang baik dan benar. Mengutip buku Pengembangan Bahan Ajar oleh Dr. E. Kosasih, unsur kaidah kebahasaan yang umum terdapat pada teks, di antaranya:

1. Kata rujukan

Kata rujukan adalah jenis kata yang berfungsi sebagai kata ganti suatu objek tertentu atau kata yang merujuk pada bagian teks sebelumnya maupun sesudahnya dalam suatu kalimat. Contoh:

  • Kata ganti orang: dia, anda, beliau.

  • Kata ganti benda: ini, itu

  • Kata ganti tempat: di sini, di sana.

  • Pada kalimat: Perempuan itu tinggal di Jakarta. Di sana, ia bekerja sebagai karyawan perusahaan.

2. Frasa

Frasa adalah istilah yang terbentuk dari gabungan beberapa kata yang dapat berperan sebagai subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap. Contoh: lemari kaca dan rak piring.

3. Konjungsi

Konjungsi adalah jenis kata yang berfungsi untuk menghubungkan suatu frasa atau kalimat dengan frasa atau kalimat lainnya. Contohnya: dan, tetapi, namun, akan tetapi, sebab, dan lain-lain.

4. Preposisi

Preposisi adalah jenis kata yang berfungsi sebagai perangkai kata atau kata depan pada kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina.

Contoh: dari, di, dengan, ke, oleh, pada, sejak, sampai, seperti, untuk, bersama, beserta, menuju, menurut, sekitar, selama, seluruh, dan lain-lain.

5. Kata baku

Kata baku merupakan kata yang sesuai dengan ketentuan pedoman kebahasaan yang telah ditetapkan, seperti PUEBI. Kata baku bahasa Indonesia yang berlaku telah termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Buku. Foto: Unsplash

6. Adjektiva

Adjektiva atau kata sifat adalah jenis kata yang digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri atau karakteristik suatu objek. Contoh: besar, kecil, pendek, tinggi, dan lain-lain.

7. Verba

Verba atau kerja merupakan kata yang berfungsi untuk menjelaskan suatu proses atau aktivitas yang dilakukan oleh suatu objek. Contoh: memasak, bermain, membaca, menulis, menyanyi, dan lain-lain.

8. Adverbia

Adverbia atau kata keterangan adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif dalam kalimat. Contohnya, sangat, lebih, tidak, dan lain-lain.

9. Majas

Majas adalah kata yang berfungsi untuk menggambarkan sesuatu dengan cara menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Sederhananya, majas dapat dimaknai sebagai kata kiasan.

Contohnya pada kalimat: “Suara Rani hampir memecahkan gendang telingaku” yang berarti suara Rani sangatlah keras. Suara sangat keras atau kencang dikiaskan dengan “hampir memecahkan gendang telingku”.

10. Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari kumpulan kata serta mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kaidah kebahasaan?
chevron-down

Secara sederhana, kaidah kebahasaan adalah sejumlah aturan yang dijadikan sebagai pedoman dalam suatu bahasa, termasuk dalam pembuatan suatu teks.

Apa saja unsur kaidah kebahasaan?
chevron-down

Kata rujukan, frasa, konjungsi, preposisi, kata baku, adjektiva, verba, adverbia, majas, dan kalimat.

Apa itu kata rujukan dalam kaidah kebahasaan?
chevron-down

Kata rujukan adalah jenis kata yang berfungsi sebagai kata ganti suatu objek tertentu atau kata yang merujuk pada bagian teks sebelumnya maupun sesudahnya dalam suatu kalimat.