Definisi Homonim, Homofon, Homograf beserta Contohnya untuk Dipelajari

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Homonim, homofon, homograf adalah istilah yang ada dalam bahasa Indonesia dan termasuk dalam pembahasan linguistik. Ketiga istilah tersebut mengacu pada bentuk kemiripan kata dalam bahasa, namun memiliki makna maupun pengucapan yang berbeda.
Istilah ini muncul dalam kajian bahasa karena biasanya dalam bahasa terdapat kata atau frasa yang sama, namun memiliki makna, pelafalan, serta ejaan yang beda. Oleh karena itu, istilah ini hadir untuk membedakan setiap kata atau frasa tersebut.
Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak kata yang memiliki pelafalan maupun penulisan yang sama, namun maknanya berbeda. Karena itulah, dibutuhkan pembahasan yang lebih mendalam untuk mempermudah pemahaman saat mempelajari bahasa Indonesia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Definisi Homonim, Homofon, Homograf dan Contohnya
Homonim, homofon, dan homograf memiliki definisinya masing-masing. Oleh karena itu, penting memahami masing-masing definisi dari istilah tersebut. Berikut adalah definisi dari homonim, homofon, homograf, beserta contohnya untuk dipelajari:
1. Homonim
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia, Widjono Hs., (2007:109), kata homonim berasal dari bahasa homo yang berarti sama dan nym yang berarti nama. Berdasarkan hal tersebut, maka homonim dapat diartikan sama nama, sama bunyi, namun berbeda makna.
Sehingga apabila terdapat kata atau frasa yang sama ejaan atau pelafalannya, maka bisa terdapat makna yang berbeda tergantung dengan konteks kalimat maupun tulisan yang digunakan.
Untuk lebih memahami definisi dari homonim, berikut beberapa contoh kata dan kalimat yang termasuk ke dalam homonim:
Contoh Kata:
Syah = raja
Syah = kepala (pemimpin)
Buku = ruas
Buku = kitab
Bandar = pelabuhan
Bandar = parit
Bandar = pemegang uang dalam perjudian
Tahu = dapat mengerti
Tahu = nama makanan
Bulan = kalender
Bulan = satelit bumi
Bisa = mampu atau dapat
Bisa = zat beracun
Hak = milik
Hak = bagian sepatu
Genting = atap
Genting = darurat
Contoh Kalimat:
Gigi Yani sangat bersih sekali.
Makna gigi di sini adalah nama organ tubuh yang ada di dalam mulut.
Kelas 2B unjuk gigi di panggung hiburan sekolah.
Makna gigi di sini berarti menampilkan kebolehan atau unjuk kebolehan.
Genting di rumah mengalami kebocoran akibat hujan deras.
Makna genting di sini berarti atap yaitu bagian dari rumah.
Pada keadaan genting sebaiknya bisa lebih bersikap tenang dan tidak panik.
Makna genting di sini berarti keadaan darurat.
Janganlah mengambil barang yang bukan haknya.
Makna hak di sini berarti suatu kepemilikan.
Hak sepatu Putri sangatlah tinggi, kira-kira tingginya sekitar 7 cm.
Makna hak di sini berarti hak sepatu yang menjadi bagian dari sepatu yang digunakan.
2. Homofon
Homofon memiliki definisi yaitu kata-kata yang lafalnya sama, namun tulisan dan artinya berbeda sebagaimana dikutip dari buku EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Ernawati Waridah, (2008:62). Istilah ini terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara.
Homofon dapat diartikan bahwa kata atau frasa yang memiliki bunyi sama, namun tulisannya berbeda sehingga dapat menghasilkan makna yang berbeda pula. Berikut beberapa contoh dari homofon yang bisa membantu pemahaman:
Contoh Kata:
Halaman (halaman buku, halaman rumah).
Baku (bahasa baku berarti bahasa standar), baku hantam berarti saling hantam, baku berarti standar).
Bank (tempat menyimpan uang), bang (sebutan untuk kakak laki-laki).
Babat (menebas), babad (riwayat).
Contoh Kalimat:
Yuni diberi sanksi oleh guru karena tidak mengerjakan tugas.
Makna sanksi di sini berarti diberikan hukuman.
Tina sangsi akan pernyataan yang diberikan.
Makna sangsi di sini berarti keraguan.
Ibu menyimpan uang di bank agar lebih aman sebagai tabungan di masa depan.
Makna bank di sini berarti tempat penyimpanan uang atau tabungan yang resmi.
Bang Reza adalah kakak laki-lakiku yang pertama dan kini ia sudah berkeluarga.
Makna bang di sini berarti sebutan atau panggilan laki-laki terhadap orang yang lebih tua.
3. Homograf
Sementara definisi dari homograf adalah bentuk kata atau frasa yang sama ejaannya, namun memiliki pelafalan yang berbeda sebagaimana dikutip dari buku Ringkasan & Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP, Rika Lestari, (2006:47).
Istilah ini terdiri dari kata homo yang berarti sama dan graf (graph) yang berarti tulisan. Biasanya homograf ditandai dengan kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan makna yang juga berbeda.
Oleh karena itu, cara mengidentifikasinya adalah melalui konteks kalimat atau tulisan tersebut. Adapun beberapa contoh dari homograf yang perlu diketahui untuk mempermudah pemahaman adalah sebagai berikut:
Contoh Kata:
Apel (buah), apel (upacara)
Teras (utama), teras (lantai depan rumah), teras (bidang tanah datar yang miring di perbukitan)
Serang (nama tempat), serang (menyerang)
Mental (jiwa, batin), mental (terpelanting)
Contoh Kalimat:
Pak Doni memakan apel (buah) setelah melaksanakan apel (upacara) di lapangan.
Pejabat teras (pejabat utama) tengah duduk santai di teras (lantai depan rumah) sambil membaca berita di koran mengenai pertanian di daerah teras (bidang tanah datar yang miring di perbukitan).
Polisi serang (mendatangi untuk menyerang) penjahat di Kabupaten Serang (nama tempat).
Serangan jantung (penyakit jantung yang mendadak) melanda orang yang tidak pernah berolahraga.
Kesehatan mental (jiwa, batin) seseorang sangatlah penting dan tidak kalah penting dari menjaga kesehatan fisik.
Diana jatuh dari motor hingga mental (terpelanting) ke tepi jalan.
Perbedaan Homonim, Homofon, dan Homograf dalam Bahasa Indonesia
Setelah mengetahui definisi beserta contoh dari masing-masing istilah tersebut, maka penting juga untuk mengetahui perbedaannya. Ketiga istilah tersebut memiliki perbedaannya masing-masing yang perlu dipahami.
Homonim berkaitan dengan kata atau frasa yang memiliki bentuk sama, tetapi maknanya berbeda.
Sementara homofon berkaitan dengan kata yang memiliki pengucapan sama, namun maknanya berbeda. Lalu untuk homograf memiliki kata-kata dengan ejaan yang sama tetapi makna dan pengucapannya berbeda.
Agar lebih mudah memahami perbedaan dari homonim, homofon, dan homograf, berikut pembagian perbedaannya yang bisa dipelajari:
Relasi Makna Pelafalan Penulisan Makna Kata
Homonim Sama Sama Berbeda
Homofon Sama Berbeda Berbeda
Homograf Berbeda Sama Berbeda
Salah satu contoh dari homonim adalah kata bisa. Kata ini memiliki penulisan dan pelafalan yang sama, namun dapat memiliki arti yang berbeda tergantung konteks kalimat.
Contohnya kata bisa berarti mampu atau dapat melakukan sesuatu. Namun, pada konteks lainnya bisa berarti bisa ular yaitu zat berbahaya.
Kemudian untuk contoh dari homofon yang memiliki pelafalan sama namun penulisan berbeda adalah bank dan bang.
Kata yang bertuliskan bank memiliki arti tempat penyimpanan uang atau tempat untuk menabung. Sedangkan bang merupakan sebutan untuk memanggil laki-laki yang berusia lebih tua.
Sementara contoh kata dari homograf yang memiliki pelafalan berbeda, penulisan sama, namun maknanya berbeda adalah apel. Apel memiliki penulisan yang sama, namun bila diucapkan dengan pelafalan yang berbeda maka dapat mengakibatkan perbedaan makna.
Contohnya adalah apel yang berarti buah dan apel yang berarti upacara. Contoh lainnya adalah kata kecap yang berarti membuka mulut atau kecap yang berarti cairan atau saus hasil olahan kacang.
Dari penjelasan perbedaan ketiga istilah tersebut dapat diketahui bahwa kata atau frasa yang memiliki penulisan dan pelafalan sama, bisa saja memiliki makna yang berbeda. Namun, ada juga kata yang penulisan sama, tetapi pelafalan dan maknanya juga berbeda.
Dalam proses perkembangan bahasa, makna suatu kata dapat mengalami perubahan. Perubahan ini dapat disebabkan oleh perbedaan tempat, waktu, dan kehendak pemakaian.
Oleh karena itu, pastikan dalam berkomunikasi bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya untuk memperjelas pesan yang akan disampaikan, tetapi juga untuk terhindar dari kesalahpahaman yang dapat mengakibatkan penyampaian pesan yang salah.
Pentingnya Memahami Homonim, Homofon, dan Homograf dengan Baik
Setelah mengetahui perbedaan dari homonim, homofon, dan homograf, diharapkan dapat membantu pemahaman mengenai istilah bahasa tersebut. Sebab, bisa menggunakan kata sesuai jenisnya dengan benar dapat membantu kelancaran berkomunikasi.
Dalam berbahasa Indonesia penting untuk bisa menggunakan kata-kata yang tepat dan sesuai untuk terhindar dari ambiguitas atau kesalahpahaman. Pastikan konteks yang akan disampaikan melalui lisan atau tulisan bisa diberitahu secara benar.
Penting juga untuk memahami perbedaan dari homonim, homofon, dan homograf. Dengan memahami perbedaan dari setiap istilah tersebut, maka dapat mencegah ketidakjelasan dalam berkomunikasi.
Penggunaan kata yang tepat juga dapat meningkatkan kejelasan dari pesan yang akan disampaikan.
Baca juga: 17 Kata Lain Sehingga dan Contoh Penggunaannya dalam Hidup Sehari-hari
Itulah informasi seputar homonim, homofon, homograf, yang perlu dipelajari untuk mempermudah pemahaman dalam belajar bahasa Indonesia. Dengan memahami materi mengenai linguistik tersebut, maka wawasan seputar bahasa Indonesia akan jadi bertambah. (PRI)
