Definisi Inflasi atau Kenaikan Harga Barang secara Terus Menerus

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inflasi merupakan kenaikan tarif atau harga suatu barang maupun jasa secara umum dan terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Inflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas yang memicu konsumsi, dan terhambatnya distribusi barang.
Inflasi dianggap terjadi bila kenaikan tarif/harga berlangsung secara terus-menerus dan saling memengaruhi. Inflasi juga diartikan sebagai keadaan meningkatnya persediaan uang yang disebabkan oleh meningkatnya harga.
Berbicara mengenai inflasi, apakah kamu mengetahui apa saja penyebab inflasi? Jika tidak, simak tulisan di bawah ini agar kamu lebih mengetahui dan memahaminya.
Penyebab Inflasi
Berdasarkan buku Ekonomi Paket C Setara SMA/MA Kelas XI oleh Apriyanti Wulandari, berikut merupakan penyebab inflasi yang terjadi:
1. Tekanan Permintaan (demand-pull inflation)
Inflasi terjadi karena tingginya permintaan barang dan jasa, sedangkan ketersediaannya relatif tetap.
2. Dorongan Biaya (cost-push inflation)
Inflasi terjadi karena adanya tekanan dari sisi penyedia barang atau jasa yang dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi dari negara-negara partner dagang, kenaikan komoditas yang telah ditetapkan pemerintah, bencana alam , dan terganggunya distribusi.
3. Perkiraan Inflasi
Perkiraan inflasi bersifat menyesuaikan perkembangan. Contohnya, perubahan harga pada tingkat produsen dan pedagang saat menjelang hari raya keagamaan dan penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Perkiraan-perkiraan ini tidak selalu sesuai. Walaupun stok barang dan jasa diperkirakan cukup, harga barang dan jasa tetap meningkat.
Jenis Inflasi
Jenis inflasi digolongkan berdasarkan laju kecepatan, tingkat keparahan, dan sumbernya. Berdasarkan Indeks Harga dan Iflasi Ekonomi Kelas XI karya Basuki, S.Pd., M.M, berikut penjelasannya.
a. Inflasi menurut laju kecepatannya
Jenis inflasi menurut laju kecepatannya, meliputi:
Inflasi lunak (wild inflation), inflasi ini kecepatannya kurang dari 5 persen per tahun.
Inflasi cepat (galloping inflation), inflasi jenis ini memiliki kecepatan sebesar 5 persen atau lebih per tahun.
Inflasi meroket (sky rocketing inflation) atau hiperinflasi, merupakan inflasi yang kecepatannya lebih dari 10 persen per tahun.
b. Inflasi menurut tingkat keparahannya
Jenis inflasi menurut tingkatan parah tidaknya, terdiri dari:
Inflasi ringan: inflasi dengan tingkatan di bawah 10 persen per tahun. Inflasi jenis ini belum mengganggu kegiatan perekonomian suatu negara dan masih dapat dikendalikan dengan mudah.
Inflasi sedang: inflasi yang berkisar antara 10-30 persen per tahun. Inflasi sedang belum terlalu membahayakan. Namun telah menurunkan kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap.
Inflasi berat: inflasi dengan tingkatan antara 30-100 persen per tahun. Inflasi ini telah mengacaukan perekonomian karena masyarakat cenderung enggan menabung dan lebih memilih menyimpan barang.
Inflasi sangat berat atau hiperinflasi: tingkatan inflasi ini di atas 100 persen per tahun. Inflasi sangat berat dapat mengacaukan kegiatan perekonomian suatu negara dan sulit dikendalikan.
c. Inflasi menurut sumbernya
Jenis inflasi menurut sumbernya, meliputi:
Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation), yaitu inflasi yang disebabkan oleh penciptaan uang baru dan kebijakan anggaran defisit.
Inflasi dari luar negeri (imported inflation), merupakan inflasi yang terjadi karena suatu negara mengimpor barang atau jasa dari negara lain yang sedang mengalami inflasi.
Cara Mengatasi Inflasi
Menyadur Modul Ekonomi Kelas XI oleh Adi Permana, berikut dua kebijakan pemerintah untuk mengatasi inflasi.
a. Kebijakan moneter
Kebijakan moneter ialah kebijakan bank sentral yang dilakukan untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter terdiri dari:
Kebijakan diskonto
Kebijakan pasar terbuka
Politik persediaan kas
b. Kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal berkaitan dengan pengaturan pengeluaran pemerintah dan pajak yang secara langsung dapat memengaruhi harga. Contoh kebijakan fiskal antara lain:
Mengurangi pengeluaran megara
Mengadakan pinjaman pemerintah
Menaikkan pajak
(ZHR)
