Konten dari Pengguna

Definisi Pitch Deck dan Tips Menyusunnya

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang sedang membuat pitch deck. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang sedang membuat pitch deck. Foto: Pixabay

Bagi pelaku bisnis, pitch deck adalah salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam perencanaan usaha. Inilah mengapa, banyak dari mereka yang menaruh perhatian terhadap pembuatan pitch deck.

Untuk mengenal pitch deck lebih lanjut, simak uraiannya berikut ini.

Pitch Deck

Mengutip dari buku The Pitch Deck Guide Book: Creating and Delivering an Effective Start Up Fundraising Pitch: Raise Seed Capital and Grow Your Start Up oleh Odelia Slinkard, pitch deck adalah sebuah deskripsi singkat yang berkaitan dengan rencana pengembangan sebuah bisnis.

Umumnya, pitch deck disusun sebagai salah satu properti dalam menjelaskan prospek bisnis yang akan dikembangkan kepada para investor. Kondisi tersebut mengharuskan pebisnis mampu membuat pitch deck sejelas dan seefektif mungkin.

Pitch deck berisi gambaran bisnis secara umum berupa strategi yang diterapkan pada bisnis, prospek keuntungan, dan sebagainya.

Menurut buku Membuat Presentasi untuk Investor Start-Up oleh Dian Martin, untuk memperkaya isi pitch deck sekaligus meyakinkan investor, pastikan untuk memerhatikan 10 poin di bawah ini:

1. Problem

Cantumkan latar belakang masalah dari target pasar bisnis yang sedang dikembangkan.

2. Solution

Selain mencantumkan latar belakang masalah, jangan lupa untuk menawarkan solusi atas masalah tersebut.

3. Product

Tampilkan pula produk yang ditawarkan.

4. Market size

Poin yang satu ini sangat penting untuk menjabarkan potensi pasar dari produk yang ditawarkan.

5. Business Model

Cantumkan pula bisnis model atau cara kerja bisnis yang sedang dibangun.

6. Competition

Uraikan secara singkat tentang kompetisi pasar dari produk yang sedang dikembangkan.

7. Better/Different

Cantumkan poin-poin yang membedakan produk dengan kompetitor.

8. Marketing plan

Uraikan rencana pemasaran ke depannya setelah dana berhasil terkumpul.

9. Team

Cantumkan tim inti yang terlibat dalam rencana bisnis.

10. Traction

Daya tarik dari produk atau bisnis yang sedang dibangun.

Ilustrasi Tips Menyusun Pitch Deck yang Baik. Foto: Pixabay

Tips Menyusun Pitch Deck

Dalam buku Membuat Presentasi untuk Investor Start-Up oleh Dian Martin, untuk memenangkan hati para investor, sebaiknya lakukan tips berikut agar pitch deck semakin menarik.

1. Membuat audiens fokus

Kamu bisa menambah fokus audiens dengan mengurangi berbagai jenis foto, animasi maupun informasi berlebih. Tampilan pitch deck dengan proporsi yang tidak berlebihan dapat membantu audiens fokus terhadap isi dari materi presentasi yang dibuat.

2. Mencantumkan foto seperlunya

Mencantumkan foto dapat membantu kamu menyampaikan maksud dari isi pitch deck. Suatu foto dapat menjelaskan lebih daripada kata-kata. Agar tidak mengganggu fokus audiens, cukup cantumkan satu foto saja.

3. Menggunakan kombinasi warna yang tepat

Selain isi, tampilan pitch deck juga membantu audiens nyaman ketika menyimak presentasi. Oleh karena itu, kombinasi warna yang tepat harus diterapkan.

4. Before-after

Untuk membantu efektivitas isi pitch deck, aturan ini harus kamu terapkan. Tambahkan progres yang telah dicapai dan dampak setelah suatu kemajuan dilakukan.

5. Rule of Third

Aturan ini juga membantu kamu untuk membuat pitch deck yang singkat, tetapi tetap berisi. Gunakan sedikitnya tiga slide dan maksimal tujuh slide untuk satu pitch deck.

6. Presentasi sederhana

Bagi para investor, kesederhanaan dalam presentasi merupakan hal yang penting. Pastikan format pitch deck dibuat sesimpel mungkin.

(ANM)