Konten dari Pengguna

Denotasi dan Konotasi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami denotasi dan konotasi. Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami denotasi dan konotasi. Foto: unsplash

Daftar isi

Denotasi dan konotasi adalah jenis makna kata dalam bahasa Indonesia. Kata bermakna denotasi dan konotasi dapat digunakan dalam percakapan ataupun tulisan.

Memahami kata bermakna denotasi dan konotasi dapat mempermudah seseorang untuk menangkap pesan yang disampaikan lawan bicara. Artikel ini akan membahas lebih jelas tentang denotasi dan konotasi.

Pengertian Denotasi dan Konotasi

Ilustrasi memahami denotasi dan konotasi. Foto: Unsplash/Aaron Burden

Penggunaan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang bermakna denotasi dan konotasi umumnya diterapkan pada filsafat, semiotika, linguistik, dan gaya bahasa lainnya. Tujuan penggunaan denotasi dan konotasi agar menunjukkan sejumlah perbedaan yang beragam soal makna.

Sementara itu, berdasarkan buku berjudul Studies of the Principles of Relative Frequency in Language karya George Kingley Zipf pada 1932, istilah denotasi dan konotasi digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tak ada definisinya, tetapi memiliki makna yang setara dengan makna kata lainnya.

Buku tersebut menyebutkan bahwa kata bermakna denotasi umumnya digunakan sebagai makna primer atau makna tunggal. Kemudian, kata bermakna konotasi digunakan pada makna sekunder atau metafora berbentuk jamak.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya tentang pengertian denotasi dan konotasi, simak uraian berikut ini!

1. Denotasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), denotasi adalah makna kata atau kelompok kata berdasarkan penunjukkan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu yang bersifat objektif.

Denotasi juga bisa disebut sebagai makna kognitif, mengacu pada hubungan langsung antara objek dan suatu istilah, serta tindakan atau ide yang ditunjukkan.

Menyadur karya ilmiah Makna Denotatif dan Konotatif oleh Mochamad Ismail, dkk., Universitas Komputer Indonesia pada 2015, makna denotasi disebut juga dengan makna asli, makna asal, atau makna sebenarnya. Sehingga, kata-kata bermakna denotasi sesuai dengan yang ada di kamus dan tak ada unsur makna lain yang tersembunyi di dalamnya.

Penggunaan makna denotasi dapat dijumpai pada artikel ilmiah, sebab kata-kata tersebut memiliki arti yang jelas dan tak membutuhkan adanya interpretasi tambahan dari pembaca.

2. Konotasi

Makna konotasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kata yang memiliki makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berhubungan dengan sebuah kata.

Sehingga, konotasi dapat disebut dengan kata yang memiliki makna tambahan pada makna denotasi atau menyertai sebuah kata di samping makna literal atau primernya.

Lebih lanjut, mengutip karya ilmiah Makna Denotatif dan Konotatif oleh Mochamad Ismail, dkk., Universitas Komputer Indonesia pada 2015, kata bermakna konotatif memiliki sifat subjektif. Kata-kata tersebut sudah mengalami pergeseran dari makna umum karena telah ada penambahan rasa atau nilai tertentu. Makna konotasi muncul dari pendengar atau pembaca yang merespons sebuah stimulus.

Adapun konotasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu konotasi positif dan negatif. Konotasi positif adalah konotasi yang mengandung nilai rasa tinggi, halus, sopan, menyenangkan, dan lainnya. Kebalikannya, konotasi negatif adalah konotasi yang mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, dan lainnya.

Baca Juga: Contoh Kalimat Ironi dan Penjelasannya dalam Bahasa Indonesia

Ciri-Ciri Denotasi dan Konotasi

Ilustrasi memahami denotasi dan konotasi. Foto: unsplash

Agar dapat membedakan kata bermakna denotasi dan konotasi dengan mudah, Anda dapat memahami ciri-ciri dari denotasi dan konotasi. Menyadur karya ilmiah Makna Denotatif dan Konotatif oleh Mochamad Ismail, dkk., Universitas Komputer Indonesia pada 2015, berikut ciri-cirinya:

1. Ciri-Ciri Denotasi

Berikut ini ciri-ciri kata yang memiliki makna denotasi:

  • Makna kata sesuai dengan makna sebenarnya atau apa adanya.

  • Makna kata sesuai dengan hasil observasi.

  • Makna yang menunjukkan langsung pada acuan atau makna dasarnya.

2. Ciri-ciri Konotasi

Berikut ini ciri-ciri kata yang memiliki makna konotasi:

  • Makna kata tak sesuai dengan makna sebenarnya.

  • Terdapat makna tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

  • Makna tambahan berupa nilai rasa.

Contoh Denotasi dan Konotasi

Ilustrasi memahami denotasi dan konotasi. Foto: Pixabay

Mengutip buku berjudul Cendekia Berbahasa oleh Erwan Juhara pada 2015, berikut ini beberapa contoh dari kalimat bermakna denotasi dan konotasi untuk menambah pemahaman Anda.

Contoh 1

  1. Tangan kanan Herlina terkilir saat berolahraga.

  2. Polisi berhasil menangkap tangan kanan gembong narkoba yang menjadi buronan.

Kata "tangan kanan" pada dua kalimat di atas memiliki arti yang berbeda. Pada kalimat pertama, "tangan kanan" memiliki makna denotasi atau makna sebenarnya, yaitu tangan yang berada di posisi kanan.

Kemudian, kata "tangan kanan" di kalimat kedua maksudnya bukan tangan sebelah kanan, melainkan bermakna orang kepercayaan. Kata "tangan kanan" di kalimat kedua disebut dengan kata bermakna konotasi.

Contoh 2

  1. Kambing hitam di tengah kebun itu milik Mehdi.

  2. Yasmin kabur dari rumah, karena selama ini selalu dianggap sebagai kambing hitam di keluarganya.

Sekarang, perhatikan kata "kambing hitam" pada dua kalimat di atas. Kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Pada kalimat pertama, "kambing hitam" bermakna denotasi atau makna sebenarnya, yaitu hewan kambing berwarna hitam.

Sementara, pada kalimat kedua, "kambing hitam" bermakna konotasi yang maknanya tumpuan kesalahan. Kata "kambing hitam" umumnya digunakan untuk menunjukkan ketidakadilan dengan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang tak diperbuatnya.

Contoh 3

  1. Orang Sunda gemar makan daun muda mentah untuk dijadikan lalap.

  2. Orang kaya berumur itu masih gemar daun muda.

Kata "daun muda" pada kalimat pertama dan kedua memiliki makna yang berbeda. Pada kalimat pertama, "daun muda" bermakna denotasi, yaitu daun yang masih muda. Kemudian, pada kalimat kedua, "daun muda" memiliki makna konotasi, yaitu menggantikan kata gadis muda.

(NSF)