Derajat Ionisasi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kimia, ada sebuah istilah yang disebut ionisasi. Contohnya adalah larutan asam dan basa. Menurut Arrhenius, ionisasi asam menghasilkan ion hidrogen, sedangkan ionisasi basa menghasilkan hidroksida.
Tingkat keasaman larutan dinyatakan dengan derajat keasaman (pH), yang ditentukan dari negatif logaritma molaritas ion hidrogen. Sementara itu, sifat basa ditentukan dari negatif logaritama molaritas ion hidroksida.
Keberadaan asam dan basa dalam larutan dapat diuji dengan indikator asam-basa, yaitu zat yang dapat menunjukkan warna berbeda pada suasana asam maupun suasana basa. Reaksi ionisasi dalam larutan asam dan basa merupakan reaksi keseimbangan disosiasi.
Banyaknya bagian asam atau basa yang terurai menjadi ion-ionnya dinyatakan dengan derajat ionisasi. Lalu, bagaimana cara kerja derajat ionisasi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini yang dirangkum dalam berbagai sumber.
Pengertian Derajat Ionisasi
Derajat ionisasi adalah perbandingan jumlah mol zat yang terionisasi dengan jumlah mol zat mula-mula. Untuk menghitung derajat ionisasi, harus diuraikan terlebih dahulu masing-masing campuran yang terlibat pada setiap keadaan, yaitu awal, reaksi, hingga setimbang.
Dikutip berdasarkan buku Kimia untuk SMA Kelas XI karangan Suyatno dkk (2007: 174), secara matematis derajat ionisasi dapat dirumuskan:
Rumus α = (jumlah mol zat yang terionisasi) : (jumlah mol zat mula-mula)
Berdasarkan derajat ionisasi tersebut, dapat disimpulkan jenis-jenis larutan, yaitu:
Jika α=1, maka zat telah terionisasi sempurna dan merupakan larutan elektrolit kuat.
Jika 0< α <1, maka zat terionisasi sebagian dan merupakan larutan elektrolit lemah.
Jika α=0, maka zat tidak terionisasi dan merupakan larutan non elektrolit.
Semakin besar derajat ionisasi, semakin besar harga tetapan keseimbangan asam atau basa. Harga keseimbangan asam atau basa dapat digunakan untuk melihat kekuatan asam atau basa tersebut.
Berdasarkan buku Pintar Kimia SMA untuk Kelas 1,2,dan 3 oleh Foliatini, M.Si (165), asam dan basa yang lemah, memiliki keseimbangan asam atau basa serta derajat ionisasi yang relatif kecil.
Reaksi asam dan basa akan menghasilkan garam dan air. Pada reaksi asam dan basa, terjadi netralisasi dari sifat asam dan basa. Derajat keasaman (pH) dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air bersih.
Contoh Soal Derajat Ionisasi
Dilansir melalui situs pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berikut contoh soal derajat ionisasi lengkap dengan pembahasannya.
Pertanyaan: Suatu zat dilarutkan dalam 100 ml air dengan konsentrasi 0,2 M. Jika larutan terionisasi hingga 2%. Berapakah massa zat yang terurai? (Catatan Tn. Zat A = 60)
Pembahasan:
Mol = M × V = 0,2 × 0,1 L = 0,02 mol
a = jumlah mol bahan terurai / jumlah mol bahan awal
0,02 = jumlah mol zat terurai / 0,02 jumlah mol zat terurai = 0,02 x 0,02 = 0,0004 Massa zat terurai = n × Mr = 0,0004 × 60 = 0,024 g
Jawaban: 0,024 gram
(VIO)
