Konten dari Pengguna

DHCP Adalah Layanan Pemberian Alamat IP, Ini Penjelasannya

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alur pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alur pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Foto: Freepik

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Control Protocol yang merupakan protokol yang berbasis arsitektur client/server yang digunakan untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan.

Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.

Lain halnya apabila sebuah jaringan lokal tidak menggunakan DHCP, maka jaringan ini harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Hal ini tentu akan memakan waktu lama dan menyulitkan penggunanya.

Dengan menggunakan DHCP, pengelolaan pengalamatan komputer dalam sebuah jaringan akan lebih mudah dan tersentralisasi. Ini membuat penumpukan alamat IP menjadi tidak mungkin.

Menurut buku Belajar Sendiri VMWARE Workstation karangan Ir. Hendra Wijaya (2008: 80), keuntungan dari penggunaan DHCP adalah pengguna tidak perlu memberikan setting IP secara manual satu per satu dari setiap komputer client.

Bisa dibayangkan, ketika terdapat 200 client, untuk mengatur alamat IP secara manual ke 200 komputer tersebut, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Penasaran dengan tahapan kerja DHCP ini? Lalu, bagaimana caranya DHCP dapat terpasang dan bekerja dengan baik? Selengkapnya ada di bawah ini.

DHCP memudahkan penggunanya memberikan setting IP secara otomatis dalam sebuah jaringan komputer. Foto: Pixabay

Tahapan Kerja DHCP

Berdasarkan buku Adminstrasi Sistem Jaringan Kompetensi Keahlian: Teknik Komputer dan Jaringan (2019: 35), terdapat beberapa tahapan antara server dan client dalam memberikan layanan DHCP. Tahapannya adalah sebagai berikut.

  • DHCP discover, yaitu tahapan ketika client mulai mencari layanan DHCP yang tersedia di dalam jaringannya. Dalam tahap ini, DHCP client bekerja ketika network adapter client diaktifkan.

  • DHCP offer, yaitu tahapan broadcast berisi penawaran layanan yang telah disediakan DHCP server.

  • DHCP request, yaitu tahapan setelah client menemukan layanan DHCP yang ada dalam jaringannya, client melakukan request kepada DHCP server. Selanjutnya, dalam tahap yang sama, DHCP server melakukan pemilihan alamat IP yang akan diberikan ke client.

  • DHCP acknowledgment, yaitu jawaban DHCP server kepada client berupa informasi nomor IP beserta acknowledgment (sambutan). Client kemudian melakukan binding (mengikat) alamat IP yang diberikan oleh DHCP server.

Ilustrasi menginstal dan mengkonfigurasi DHCP agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Foto: Pixabay

Syarat Instalasi dan Konfigurasi DHCP

Untuk melakukan instalasi DHCP pada server, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. IP address static yang digunakan sebagai penyedia layanan, sudah dikonfigurasi menggunakan ethernet yang menuju ke arah client.

  2. User memiliki hak akses menuju root.

  3. Jika menggunakan DVD Debian 9, pastikan menyiapakan DVD ke-2, karena paket instalasi berada di DVD ke-2.

  4. Jika menggunakan repository software secara online, pastikan konfigurasi source list sudah benar.

  5. Setelah persyaratan di atas terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah masuk ke mode root, kemudian perintah instalasi DHCP server adalah sebagai berikut: apt0-get install isc-dhcp-server.

  6. Tekan “Y” untuk memulai instalasi. Setelah DHCP server ter-install, yang akan muncul di layar adalah pemberitahuan bahwa DHCP server failed ketika dijalankan.

  7. Hal tersebut wajar, karena DHCP server belum dikonfigurasi, tetapi langsung dijalankan. Oleh sebab itu, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi.

  8. Direktori tempat instalasi DHCP server berada di /etc/dhcp dengan file konfigurasi berada pada file dhcpd.conf.

  9. Untuk melakukan konfigurasi, buka file dhcpd.conf tersebut dengan perintah: pico/etc/dhcp/dhcpd.conf

  10. Adapun komputer client yang mendukung DHCP, yaitu Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 98, dan Windows Me.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa keuntungan dari penggunaan DHCP?

chevron-down

Keuntungan dari penggunaan DHCP adalah pengguna tidak perlu memberikan setting IP secara manual satu per satu dari setiap komputer client.

Apa saja tahapan server dan client dalam memberikan layanan DHCP?

chevron-down

DHCP discover, DHCP offer, DHCP request, dan DHCP acknowledgment.

Apa yang dimaksud DHCP discover dalam tahapan layanan DHCP?

chevron-down

DHCP discover, yaitu tahapan ketika client mulai mencari layanan DHCP yang tersedia di dalam jaringannya. Dalam tahap ini, DHCP client bekerja ketika network adapter client diaktifkan.