Konten dari Pengguna

Diabetes Melitus, Penyakit yang Terjadi Bila Kadar Glukosa dalam Urin 1,5%

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bila kadar glukosa dalam urin 1,5%, kemungkinan orang tersebut menderita penyakit diabetes melitus. Foto: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Bila kadar glukosa dalam urin 1,5%, kemungkinan orang tersebut menderita penyakit diabetes melitus. Foto: Freepik.com

Bila kadar glukosa dalam urin 1,5%, kemungkinan orang tersebut menderita penyakit diabetes melitus. Diabetes melitus adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kadar gula darah dalam urine.

Urine sendiri merupakan suatu cairan sisa hasil metabolisme tubuh manusia yang mana dalam dunia medis sering dijadikan sebagai indikator untuk mengukur apakah seseorang terserang penyakit atau tidak.

Kelainan dalam proses urinisasi merupakan gejala dalam berbagai penyakit, termasuk penyakit diabetes melitus. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit diabetes melitus di bawah ini.

Penyakit Diabetes Melitus

Dikutip dari buku Biologi SMP/MTs Kls IX (KTSP) yang ditulis oleh Agung Wijaya, penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah dan urine.

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Gangguan metabolisme tersebut dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja sekresi insulin. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi.

Komplikasi yang akan terjadi akibat adanya penyakit diabetes melitus adalah penyakit jantung, stroke, gagal ginjal kronis, neuropati diabetik, gangguan penglihatan, katarak, dan sebagainya.

Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah dan urine. Foto: Freepik.com

Gejala Penyakit Diabetes Melitus

Restyana Noor Fatimah dalam Diabetes Melitus Tipe 2 menyebutkan bahwa gejala penyakit diabetes melitus dibagi menjadi dua jenis, yakni gejala akut dan kronik.

Gejala akut yang dialami oleh penderita diabetes melitus adalah poliphagia (banyak makan), polidipsia (banyak minum), dan poliuria (banyak kencing/sering kencing di malam hari), nafsu makan bertambah.

Tak hanya itu, gejala akut penyakit diabetes melitus juga ditandai dengan terjadinya penurunan berat badan dalam kurun waktu yang dekat, misalnya 5-10 kg dalam waktu 2-4 minggu dan juga mudah lelah.

Adapun gejala kronik yang akan dialami oleh penderita penyakit diabetes melitus, yakni:

  • Sering mengalami kesemutan.

  • Kulit terasa panas atau seperti tertusuk-tusuk jarum.

  • Sering merasakan kebas dan kram di kulit.

  • Mudah lelah dan mudah mengantuk.

  • Pandangan semakin kabur.

  • Gigi mulai tidak kuat, mudah lepas, dan goyah.

  • Kemampuan seksual menurun bahkan pada pria bisa terjadi impotensi.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus

Pengobatan serta pencegahan penyakit diabetes melitus dapat dilakukan dengan melaksanakan beberapa aktivitas di bawah ini.

1. Diet

Salah satu cara pengobatan penyakit diabetes adalah dengan diet secara teratur agar dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Foto: Freepik.com

Diet yang perlu dilakukan oleh penderita penyakit diabetes melitus pada dasarnya sama dengan diet-diet yang dilakukan oleh orang yang ingin menurunkan berat badan.

Penderita penyakit diabetes melitus harus berfokus pada keteraturan makan dalam waktu makan, jenis dan jumlah makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin.

Standar yang disarankan dalam pelaksanaan diet adalah mengonsumsi makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat 60-70%, lemak 20-25% dan protein 10-15%.

2. Berolahraga dan Rajin Melakukan Aktivitas Fisik

Penderita penyakit diabetes dianjurkan untuk melakukan olahraga fisik secara teratur, misalnya melakukan latihan selama 30 menit sebanyak 3-4 kali/minggu.

Contoh olahraga yang dapat dilakukan adalah jalan kaki secara santai selama 30 menit. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalas-malasan.

3. Mengonsumsi Obat-Obatan Seperlunya

Untuk penderita yang mengidap penyakit diabetes melitus dapat mengonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan kadar gula hipoglikemik, insulin, dan sebagainya.

Mengonsumsi obat-obatan ini juga mampu untuk menurunkan kadar gula darah agar seseorang terhindari penyakit diabetes melitus.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa komplikasi yang bisa disebabkan oleh diabetes melitus?

chevron-down

Komplikasi yang akan terjadi akibat adanya penyakit diabetes melitus adalah penyakit jantung, stroke, gagal ginjal kronis, neuropati diabetik, gangguan penglihatan, katarak, dan sebagainya.

Apa saja gejala akut yang bisa dialami oleh penderita diabates melitus?

chevron-down

Gejala akut yang dialami oleh penderita diabetes melitus adalah poliphagia (banyak makan), polidipsia (banyak minum), dan poliuria (banyak kencing/sering kencing di malam hari), nafsu makan bertambah.

Sebutkan tiga gejala kronik penyakit diabetes melitus!

chevron-down

Sering mengalami kesemutan, kulit terasa panas atau seperti tertusuk-tusuk jarum, dan sering merasakan kebas dan kram di kulit.