Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah serta Waktu Membacanya Sesuai Sunnah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hitungan hari, umat Muslim akan memperingati Tahun Baru Islam 1445 H. Doa akhir dan awal tahun hijriyah pun dianjurkan dibaca sebelum seseorang memasuki lembaran baru dalam hidupnya sebagai seorang Muslim.
Tahun Baru Islam merupakan momen penting dalam sejarah Islam. Peringatan ini menandakan hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Makkah ke Madinah. Lebih dari itu, momen yang jatuh pada tanggal 1 Muharram juga menjadi simbol peralihan masa jahiliyah ke masa Islamiyah.
Untuk menutup tahun dan mengawali tahun baru Hijriyah sebagai pribadi Muslim yang lebih baik, simak bacaan doa akhir dan awal tahun Hijriyah dalam artikel ini.
Doa Akhir Tahun Hijriyah
Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, doa akhir tahun hijriyah memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat terhindar dari godaan dan tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.
Doa akhir tahun dapat dibaca setelah sholat Ashar atau sebelum masuk waktu sholat Maghrib pada akhir bulan Hijriyah. Berikut bacaan doanya:
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Baca juga: Amalan Tahun Baru Islam Sesuai Sunnah yang Pahalanya Berlipat
Doa Awal Tahun Hijriyah
Dalam rangka menyambut awal tahun baru Hijriyah, umat Muslim juga dianjurkan untuk membaca sebuah doa. Doa awal tahun ini dibaca setelah sholat Maghrib sebanyak tiga kali.
Sebagian ulama menyebutkan, barang siapa yang membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali setelah sholat ba’diyah Maghrib pada malam tanggal 1 Muharram, Allah akan memerintahkan dua malaikat untuk melindunginya dari fitnah dan tipu daya setan selama satu tahun mendatang.
Masyarakat Muslim di daerah tertentu, khususnya di tanah Jawa, kerap melakukan amalan tambahan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun, yaitu sholat sunnah hajat dua atau empat rakaat.
Selain itu, ada pula yang melengkapinya dengan sholat tasbih dan sholat taubat, lalu dilanjutkan dengan pembacaan wirid dan dzikir. Setelah itu baru membaca doa awal tahun bersama-sama. Berikut bacaan doa awal tahun hijriyah:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
(ADS)
Baca juga: Contoh Teks Khutbah Jumat tentang Tahun Baru Islam
Frequently Asked Question Section
Tahun Baru Islam tanggal berapa?

Tahun Baru Islam tanggal berapa?
Tahun Baru Islam jatuh pada tanggal 1 Muharram.
Amalan apa yang dianjurkan untuk menyambut Tahun Baru Islam?

Amalan apa yang dianjurkan untuk menyambut Tahun Baru Islam?
Umat Muslim dianjurkan membaca doa awal tahun Hijriyah.
Kapan baca doa awal tahun Hijriyah?

Kapan baca doa awal tahun Hijriyah?
Doa awal tahun ini dibaca setelah sholat Maghrib sebanyak tiga kali.
