Doa At Tahiyat Akhir dalam Bahasa Arab dan Terjemahannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan at tahiyat dibagi menjadi dua yaitu at tahiyat awal dan akhir. Perbedaannya terletak pada selawat yang hanya dibaca pada at tahiyat akhir. Bagi yang masih bingung, doa at tahiyat akhir ini bisa digunakan sebagai panduan.
At tahiyat biasa dibaca pada saat posisi duduk akhir salat sebelum salam. Di mana at tahiyat merupakan rukun salat, sehingga wajib untuk dibaca. Oleh karena itu, umat muslim yang mendirikan salat perlu memahami bacaan at tahiyat akhir.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Doa At Tahiyat Akhir
Dikutip dari buku Pahami Bacaan Shalatmu karya Ibrahim bin Hashim (2016), berikut adalah doa at tahiyat akhir mulai dari bahasa Arab, teks latin, hingga terjemahannya yang bisa digunakan sebagai panduan:
أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَللهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: At-tahiyyaatu al-mubarakatu al-shalawaatu al-thoyyibaatu lillahi. Assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘ala ‘ibadillahis-sholihin. Asyhadu an laa ilaaha illallah wa Asyhadu anna muhammadarrasulullah. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad. Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad, Kama sholaita ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim. Wa Barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa barakta ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, innaka hamiidun majiid.
Artinya: “Segala ucapan selamat, keberkahan, selawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai selawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan selawat kepada Nabi Ibrahim a.s., serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal.”
Tahiyat akhir adalah posisi duduk yang dilakukan pada rakaat terakhir dalam salat, baik itu salat dua rakaat, tiga rakaat, maupun empat rakaat. Setelah selesai membaca doa dalam tahiyat akhir, salat ditutup dengan mengucapkan salam.
Dalam hadis disebutkan bagaimana Rasulullah saw. melakukan duduk tahiyat akhir yang berisi:
“Diriwayatkan dari Muhammad bin Amr bin Atha’, bahwa ketika ia duduk bersama beberapa orang sahabat Nabi saw., ia menceritakan cara salat Nabi Saw., kemudian berkatalah Abu Hamid a.s.: Saya melihatnya ketika bertakbir beliau menjadikan (mengangkat) kedua tangannya setentang dengan bahunya, dan apabila ruku, beliau meletakkan kedua tangannya dengan kuat pada lututnya serta membungkukkan punggungnya, apabila mengangkat kepala beliau meluruskan (badannya) sehingga semua tulang-tulang kembali pada tempatnya”
Sebelum mengucap salam, bisa menambahkan doa at tahiyat akhir dengan doa selamat dari fitnah dajjal yang berbunyi:
Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzabinnari jahannama wa min fitnatil mahya wal mamati wa min fitnatil masiihid dajjal.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari azab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah dajjal.”
Posisi At Tahiyat Akhir yang Benar
Gerakan dalam salat juga harus diperhatikan, agar salat yang dikerjakan sah dan dapat diterima. Ketika membaca at tahiyat akhir, disunahkan posisi duduk secara "tawarruk" berarti duduk dengan cara kaki kiri dijulurkan ke arah kanan dan punggung kaki kiri menempel ke lantai atau tempat salat.
Kedua tangan sebaiknya diletakkan di atas paha, sama seperti posisi saat duduk di antara dua sujud. Namun, pada tangan kanan, tiga jari disunahkan untuk digenggam sementara ibu jari dan jari telunjuk dibiarkan lurus.
Hal ini berdasarkan dalil posisi duduk tahiyat akhir sesuai sunah yang bersandar pada hadis riwayat dari Abu Humaid. Ia berkata,
"Setelah selesai dua rakaat, Rasulullah saw. duduk di atas kaki kiri beliau dan kaki kanan ditegakkan. Tetapi, ketika beliau duduk tasyahud akhir beliau memajukan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Jadi beliau duduk di atas tanah tempat beliau duduk." (HR Bukhari)
Selain itu, dijelaskan juga dalam hadis yang diriwayatkan dari Zubair, ia berkata, "Ketika Rasulullah saw. duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, dan meletakkan tangan kiri di atas paha kiri. Beliau menunjuk dengan jari telunjuk (kanan), sementara pandangan beliau tidak lebih dari arah jari telunjuk itu." (HR Ahmad, Muslim, dan Nasa'i)
Syarat Sah Salat
Berikut adalah syarat sah salat yang harus dipenuhi umat muslim:
Beragama Islam: Melaksanakan salat harus seorang Muslim.
Mumayyiz: Anak yang sudah mencapai usia 7 tahun dan mampu membedakan antara yang benar dan salah. Syarat ini tidak berlaku bagi orang yang sakit jiwa dan anak kecil yang belum mengerti.
Sudah masuk waktu salat: Salat hanya sah dilakukan dalam waktu yang telah ditentukan.
Mengetahui fardu-fardu salat: Memahami rukun-rukun salat yang wajib.
Tidak meyakini satu fardu pun sebagai laku sunah: Keyakinan bahwa setiap rukun salat adalah wajib.
Suci dari hadas kecil dan besar: Harus bebas dari najis yang membatalkan wudhu dan mandi besar.
Suci dari najis: Pakaian, badan, dan tempat shalat harus bersih dari najis.
Menutup aurat: Aurat harus tertutup sesuai ketentuan.
Menghadap kiblat: Kecuali bagi musafir yang melaksanakan salat sunah, orang yang dalam keadaan berperang, dan orang yang tidak tahu arah.
Tidak berbicara selain bacaan salat: Tidak boleh berbicara di luar bacaan salat.
Tidak banyak bergerak selain gerakan salat
Tidak sambil makan dan minum: Tidak boleh makan dan minum saat salat.
Tidak dalam keraguan mengenai takbiratul ihram: Harus yakin telah memulai salat dengan benar.
Tidak berniat memutus salat: Tidak boleh berniat atau ragu-ragu untuk memutus salat.
Tidak menggantungkan batalnya salat dengan sesuatu: Tidak boleh mengaitkan batalnya salat dengan kondisi atau peristiwa apapun.
Rukun Salat
Rukun salat adalah setiap gerakan dan ucapan yang menjadi inti dari salat. Jika salah satu rukun ini hilang atau ditinggalkan, salat tersebut secara hukum dianggap tidak sah dan tidak bisa diperbaiki dengan sujud sahwi. Berikut adalah rukun salat yang wajib diketahui umat muslim:
1. Melafalkan Niat
Niat adalah pekerjaan hati, jadi cukup berniat di dalam hati saat akan memulai salat. Melafalkan niat hanya bertujuan untuk membantu menghadirkan niat di dalam hati, bukan merupakan syarat sahnya salat.
2. Takbiratul Ikram
Allaahu akbar kabiro walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samaawaati wal ardha, hanifam muslimaw wama anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: “Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang.” Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikian lah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”
3. Berdiri Bagi yang Mampu
4. Membaca Al-Fatihah
5. Membaca Surat Pendek
6. Rukuk
Subhaana rabbiyal ‘adzimi wabihamdih (sebanyak 3 kali).
Artinya: “Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya.”
7. I’tidal
Sami’allaahu liman hamidah. Rabbanaa lakal hamdu mil us-samawati wa mil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syai’in ba’du.
Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya. Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”
8. Sujud
Subhaana rabbiyal a’laa
Artinya: “Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi.” (HR. Muslim dan Abu Daud).
9. Duduk Antara Dua Sujud
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”
10. Tasyahud Awal
11. Tasyahud Akhir
12. Salam
Baca Juga: Bacaan Doa Penenang Hati dan Pikiran saat Memiliki Masalah
Demikian pembahasan mengenai bacaan at tahiyat akhir mulai dari bahasa Arab, latin, dan terjemahannya, serta syarat dan rukun salat. (Umi)
