Doa Awal Bulan Safar Lengkap dengan Latin dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca doa awal bulan Safar menjadi salah satu ibadah untuk mengharapkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT. Bulan Safar adalah bulan kedua tahun Hijriah setelah bulan Muharram dalam kalender Islam.
Secara bahasa, safar artinya sepi dan sunyi. Menurut buku Mengenal Nama Bulan dalam Kelender Hijriyah oleh Ida Fitri Shohibah, dinamakan safar karena pada bulan ini orang-orang Arab zaman dulu meninggalkan rumah untuk berperang atau bepergian jauh.
Dalam sejarahnya, orang Arab jahiliah beranggapan terdapat kesialan pada bulan Safar. Namun, setelah datangnya Islam, Rasulullah SAW menjadikan bulan ini sebagai bulan yang dihormati dan bisa diisi dengan berbagai amalan pendulang pahala.
Bacaan Doa Awal Bulan Safar
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Safar adalah membaca bacaan doa awal bulan Safar. Doa tersebut berguna untuk memohon rahmat, berkah, dan perlindungan dari Allah SWT.
Ada dua macam doa awal bulan safar yang bisa dibaca setiap muslim. Berikut daftarnya.
1. Doa Menyambut Awal Bulan
Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, setiap muslim bisa membaca doa untuk menyambut awal bulan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa ini bisa dibaca pada malam hari. Dari Thalhah bin Ubaidillah ra, Rasulullah ketika melihat hilal mengucapkan, “Allaahumma Ahillahuu 'alainaa bil Yumni wal iimaani was Salaamati wal Islaami Robbi wa Rabbukallah.”
Artinya: "Ya Allah, perlihatlah bulan ini kepada kami dengan kebahagiaan, keimanan, keselamatan dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah." (HR at-Tirmidzi, ad-Darimi)
2. Doa Bulan Safar
Dikutip dari laman NU Online, umat muslim juga dapat membaca doa awal bulan safar yang diajarkan oleh habib Abu Bakar Al-Adni yang tertuang dalam karyanya Mandzûmah Syarhil Atsar fî Mâ Warada ‘an Syahris Shafar.
Doa berikut bisa dibaca setelah sholat fardhu maupun sholat sunnah pada awal bulan Safar. Berikut redaksinya dalam tulisan latin dan artinya.
Bismilahirrahmanirrahim, wa shallallahu ta’âla ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala âlihi wa shahbihi ajma’în. A’ûdzu billahi min syarri hadzaz zaman wa ahlihi, wa as`aluka bi jalâlika wa jalâli wajhika wa kamâli jalâli qudsika an tujîrani wa walidayya wa ahlî wa ahbâbi wa mâ tuhîthuhu syafaqatu qalbi min syarri hadzas sanati.
Wa qini syarra mâ qhaddaita fîha, washrif ‘anni syarra syahri shafar, yâ Karîman nazhar, wakhtim lî fî hâdzas syahri wad dahri bis salamati wal ‘afiyati lî wa liwâdayya wa aulâdi wa li ahli wa mâ tahûthuhu syafaqatu qalbi wa jamî’il muslimîn, wa shallallahu ta’âla ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘alâ âli wa shahbihi wa sallam.
Allahumma innâ na’udzubika min syarri hadzas syahri, wa min kulli syiddatin wa balâin wa baliyyatin qaddartahâ fîhi yâ dahru, ya mâlikad dunya wal akhirat, ya ‘âliman bima kâna wa mâ yakûnu, wa man idzâ arâda syai`an qâla lahu:
(kun fayakûn) yâ azaliyyu ya abadiyyu ya mubdi-u ya mu‘id ya dzal jalâli wal ikrâm, ya dzal ‘arsyil majîd anta taf’alu mâ turîd. Allahummahris bi ‘anika anfusana wa ahlana wa amwalana wa wâlidina wa dînana wa dunyânal latî ibtalaina bi suhbatiha, bi barakatil abrâri wal akhyâri, wa birahmatika ya ‘azîzu yâ ghaffâru, yâ karîmu yâ sattâru yâ arhamar râhimin.
Allahuma yâ syadîdal qawiyyi wa yâ syadidal mihani, yâ ‘azîzu dzallat li’izzatika jamîu khalkika, ikfîni min jami’i khalkika, yâ Muhsinu yâ Mujmilu yâ Mutafaddhil, yâ Mun’im, ya Mutakarrim, yâ man lâ ilaha illa Anta, irhamnâ allahumma bi rahmatika yâ arhamar rahimîn. Wa shallallahu ta’âla ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala âlihi wa shahbihi ajma’în
Artinya, “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Tuan kami, Muhammad SAW dan keluarganya serta sahabatnya semuanya.
Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu, dan aku memohon dengan wasilah keagungan-Mu dan keagungan keridhaan-Mu serta keagungan kesucian-Mu, supaya Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku, dari keburukan tahun ini, dan cegahlah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya.
Palingkanlah dariku keburukan di bulan Safar, wahai Dzat Yang Memiliki Pandangan Yang Mulia. Akhirilah aku di bulan ini, di waktu ini dengan keselamatan dan sejahtera bagi kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku seluruhnya.
Semoga Allah selalu memberi rahmat dan keselamatan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, dan dari segala kesukaran, bencana dan cobaan yang telah Engkau takdirkan di dalamnya, wahai Ad-Dahr (Allah), wahai sang pemilik dunia dan akhirat, wahai Zat Yang Maha mengetahui sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi.
Wahai Zat yang apabila menghendaki sesuatu mengucapkan: Kun fayakun, Wahai yang Zat yang tidak terikat waktu, wahai Zat yang abadi, wahai Zat yang menciptakan segala sesuatu, wahai Zat yang mengembalikan segala sesuatu, wahai Zat pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Zat pemilik ‘Arsyi yang mulia, Kau maha melakukan apa yang Kaukehendaki.
Ya Allah jagalah diri kami dengan pandangan-Mu, dan keluarga kami, harta kami, orang tua kami, agama kami, dunia yang kami dicoba untuk menghadapinya, dengan wasilah keberkahan orang-orang yang baik dan pilihan, dan dengan kasih sayang-Mu wahai yang maha perkasa, maha pengampun, maha mulia, maha menutup aib, duhai yang paling maha penyayang di antara para penyayang
Wahai Allah, wahai Zat yang sungguh amat kuat, Zat yang cobaannya sangat berat, wahai yang maha perkasa, yang mana seluruh mahlukNya tunduk karena keperkasaan-Mu, jagalah aku dari semua mahluk-Mu.
Wahai yang maha memperbagus, yang maha memperindah, yang maha memberikan keutamaan, yang maha memberikan kemuliaan, Yang Siapa tiada tuhan kecuali Engkau, kasih sayangilah kami dengan rahmat-Mu wahai Zat paling penyayang di antara para penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya semua.”
Baca Juga: Kumpulan Doa Tolak Bala Bulan Safar untuk Diamalkan Umat Muslim
Amalan Bulan Safar
Selain membaca doa, ada berbagai ibadah lainnya yang bisa dilakukan di bulan Safar. Dikutip dari Majalah Al Azhar Edisi 314 terbitan YPI Al-Azhar, berikut ini berbagai ibadah yang bisa dilakukan seluruh umat muslim.
1. Meningkatkan Aqidah
Setiap umat muslim perlu meyakini bahwa semua yang menimpa manusia merupakan takdir Allah. Sebagaimana tertuang dalam surat Yunus ayat 107 yang artinya:
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya.
Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”.
2. Meningkatkan Takwa dan Tawakklah pada Allah
Pada bulan Safar, setiap muslim dianjurkan untuk terus melaksanakan ibadah seperti biasa, baik yang wajib maupun yang sunnah. Umat Islam juga memperbaiki muamalah pada sesama manusia maupun sesama makhluk.
3. Memperbanyak Istighfar
Ada banyak keutamaan memperbanyak istighfar sebagai amalan ibadah. Dari ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar di setiap kesultan. Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka”. (HR. Abu Dawud)
4. Puasa Sunnah
Pada bulan Safar, setiap umat muslim dianjurkan untuk berbagai amalan puasa sunnah, seperti puasa Senin Kamis, puasa ayyamul bidh atau yang sering disebut dengan puasa bulan purnama pada tanggal 13, 14, 15 bulan Safar.
5. Sedekah
Bersedekah menjadi salah satu bentuk amalan yang dicintai Allah. Sedekah di bulan safar dapat dilakukan dengan niat agar dijauhkan dari marabahaya dan memohon perlindungan dari Allah SWT.
(IPT)
