Konten dari Pengguna

Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya yang Benar

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/Roberto Nickson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/Roberto Nickson

Doa niat mandi wajib setelah haid menjadi satu hal yang seringkali ditanyakan oleh para Muslimah. Niat menjadi salah satu rukun dalam mandi wajib. Selain membersihkan diri secara fisik, wandi wajib memiliki makna spiritual yang mendalam.

Dalam menjalankan ibadah dengan benar, penting bagi setiap Muslimah untuk mengetahui tata cara mandi wajib yang benar sesuai dengan sunah Rasulullah saw. Bagaimana niat mandi wajibnya dan tata caranya yang benar. Dengan mengetahuinya, seorang Muslimah dapat merasa lebih tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Daftar isi

Rukun yang Perlu Diperhatikan saat Mandi Wajib

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/Curology

Haid merupakan siklus bulanan yang dialami oleh perempuan atau Muslimah. Saat darah haid sudah berhenti, perempuan diharuskan dan diwajibkan untuk mandi wajib atau mandi junub untuk menghilangkan hadas besar tersebut. mandi wajib terdiri dari dua rukun yaitu niat, dan juga meratakan air ke seluruh tubuh.

Dikutip dari https://islam.nu.or.id/, mandi wajib perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Berikut ini adalah rincian dari dua rukun yang harus diperhatikan saat mandi wajib menurut Imam An-Nawawi Al-bantani dalam kitab Sullamul Munajat:

و(فروض الغسل) أي أركانه للحي واجبا كان أو مندوبا (اثنان الأول: نية الطهارة للصلاة أو رفع الحدث الأكبر) فإن ترك التقييد بالأكبر كفي، وإن نوى الغسل فقط فلا (أو نحوهما) كنية الغسل للصلاة ورفع جنابة، وأن لم يعين سببها (بالقلب) كما في الوضوء (مع أول جزء يغسل من بدنه) مفروض لا مندوب كباطن فم وأنف، فلو اقترنت النية بمفروض من البدن كفي ولو من أسفل البدن ولو حالة استنجائه، لأن بدنه كعضو واحد فلا ترتيب فيه (فما غسله قبلها) أي النية (لا يصح فيجب إعادة غسله بعدها) أي النية

Artinya: “Adapun fardhu mandi yakni rukunnya, baik mandi wajib atau mandi sunnah, itu ada dua; (pertama) niat bersuci untuk shalat atau niat menghilangkan hadas besar, jika dalam lafal niat tidak menyebutkan ‘untuk menghilangkan hadas besar’ tidak mengapa, tapi jika hanya ‘meniatkan mandi’ saja tidak cukup. Atau cukup dengan niat mandi untuk shalat dan untuk menghilangkan janabah, sekalipun tidak menentukan sebab mandi.

Adapun tempat niat mandi di dalam hati, sebagaimana niat wudu, bersamaan dengan basuhan pertama anggota badan yang wajib bukan yang sunnah seperti membasahi bagian dalam mulut dan hidung. Niat saat basuhan pertama pada badan itu sah sekalipun basuhan dimulai dari bawah sekalipun saat istinja, karena badan itu satu kesatuan sehingga tidak perlu berurutan.

Adapun yang dibasuh sebelum niat maka tidak sah sehingga wajib mengulang mandinya setelah niat yang diucapkan.” (Imam Nawawi, Sullam Munajat ‘ala Safinah as-Shalat, [Beirut, Dâr Kutub al-Islamiyah: t.t.], halaman 35)

Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Pexels/RDNE Stock project

Berdasarkan penjelasan dari kitab Imam Nawawi yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa poin penting, yaitu:

  • Pertama, niat harus diucapkan di dalam hati dan bersamaan dengan saat mengguyurkan air pertama kali ke badan. Niat yang diucapkan secara lisan bertujuan agar memantapkan yang sudah diucapkan dalam hati.

  • Kedua, mandi tidak cukup hanya diniatkan saja. Niat tersebut harus dijelaskan bahwa mandi yang dilakukan adalah mandi wajib.

  • Ketiga, niat mandi diucapkan saat basuhan air pertama pada anggota tubuh. Jika baru ingat untuk niat setelah di tengah-tengah membasuh, maka tidak sah dan wajib mengulang basuhan sebelumnya.

Lafal atau dia niat mandi wajib setelah haid adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan haid karena Allah Ta’ala.”

Meratakan Air ke Seluruh Tubuh

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/bruce mars

Rukun yang kedua yaitu meratakan air ke seluruh tubuh yang sama pentingnya dilakukan saat mandi wajib setelah haid. Air harus mengalir ke seluruh anggota badan, termasuk pada sela-sela kuku, rambut, telinga, telinga dalam, dan juga daerah kewanitaan yang terlihat saat berjongkok.

Pada bagian tubuh yang bermbut atau berbulu, air harus mengalir sampai ke bagiaan kulit dan pangkal rambut. Hal ini agar rambut atau bulu tubuh tidak tertempel najis.

Tata Cara Mandi Wajib

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/Luca Florio

Dikutip dari https://kemenag.go.id/ berikut ini adalah sunnah atau tata cara yang dapat dilakukan saat melaksanakan mandi wajib:

  • Mulai dengan membaca niat untuk mandi wajib setelah haid.

  • Membasuh tangan sampai tiga kali.

  • Membersihkan kotoran dan najis yang masih menempel di seluruh badan.

  • Berwudu dengan sempurna dan benar.

  • Guyur kepala hingga tiga kali, bersamaan dengan mengguyur tersebut ucapkanlah niat menghilangkan hadas besar.

  • Guyur bagian badan sebelah kanan sampai tiga kali, lalu lanjut dengan badan sebelah kiri sampai tiga kali.

  • Gosoklah tubuh bagian depan dan belakang sebanyak tiga kali.

  • Bersihkan bulu-bulu rambut hingga ke sela-selanya.

  • Alirkan air hingga ke lipatan kulit dan pangkal rambut. Lebih baik untuk menghindarkan tangan dari menyentuhkan area kemaluan, kalaupun sampai tersentuh sebaiknya berwudu kembali.

Pentingnya Mandi Wajib Setelah Haid

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/Karla Alexander

Mandi wajib memiliki beberapa keutamaan, diantaranya yaitu:

  • Mensucikan diri, mandi wajib bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan diri dari hadas besar sehingga seorang Muslimah dapat kembali menjalankan ibadah dalam keadaan suci.

  • Menyegarkan tubuh dan pikiran, proses mandi wajib ini dapat membantu menyegarkan tubuh dan pikiran setelah beberapa hari mengalami haid.

  • Meningkatkan keimanan, melaksanakan mandi wajib dengan baik, benar, dan khusyuk dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah Swt.

Hal yang Membatalkan Mandi Wajib

Ilustrasi Doa Niat Mandi Wajib setelah Haid, Foto: Unsplash/Dan Watson

Berikut ini adalah beberapa hal yang membatalkan mandi wajib:

  • Tidak mematuhi urutan mandi wajib, urutan mandi wajib harus dipatuhi agar mandi wajib dapat dianggap sah.

  • Tidak memenuhi rukun mandi wajib, yaitu niat dalam hati, seluruh bagian tubuh harus bersih dan pastikan terbasuh dengan air.

  • Tidak menggunakan air yang bersih, menggunakan air yang bersih adalah tujuan utama agar mensucikan diri dapat tercapai. Jika tidak menemukan air bersih, maka dapat menggunakan air yang dianggap paling layak di tempat atau wilayah tersebut.

  • Ada bagian tubuh yang tidak terguyur air, salah satu syarat atau rukun sahnya mandi wajib adalah membasuh seluruh tubuh dengan air. Jika ada bagian tubuh yang tidak terkena air, maka mandi wajib dianggap batal atau tidak sah.

  • Rambut dalam keadaan tidak terurai, seluruh bagian kepala harus terbasuh dengan air termasuk setiap helai rambut. Aturan ini berlaku bagi perempuan ataupun laki-laki.

  • Menggunakan bahan yang tidak bisa ditembus air di permukaan tubuh. Beberapa perawatan tubuh ada yang tidak dapat ditembus oleh air, seperti tato, sulam alis, cat rambut, hingga car kuku. Jika hal terebut terdapat pada tubuh, maka menghalangi sahnya mandi wajib karena air tidak langsung mengenai bagian tubuh.

  • Masih terdapat kotoran di bagian kuku. Kuku jari adalah bagian tubuh yang terlihat jelas, namun kotorannya sulit dijangkau secara keseluruhan. Pastikan saat mandi seluruh bagian kuku terbasuh dengan baik dan benar.

  • Tidak menutup aurat dari orang lain. Perhatikanlah kondisi tempat mandi yang digunakan, pastikan tidak ada orang lain yang dapat melihat aurat kita saat sedang mandi. Menjaga aurat dari orang lain saat mandi wajib, adalah syarat sah yang harus dipenuhi.

  • Meragukan kesucian tubuh, jika seseorang ragu seluruh tubuhnya sudah bersih atau belum maka ia harus mengulang mandi wajib.

  • Menggunakan sampo atau sabun sebelum selesai mandi wajib. Penggunaan sampo atau sabun sebelum seluruh tubuh terbasuk dengan air dapat mengubah sifat air sehingga air tersebut tidak lagi mensucikan.

  • Tidak menggosok bagian tubuh. Menggosok bagian tubuh seperti ketiak, pusat, dan sela-sela jari saat mandi wajib dapat membantu membersihkan badan lebih sempurna.

  • Mandi wajib terlalu cepat. Mandi wajib harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memastikan seluruh tubuh harus dalam keadaan bersih, untuk itu jangan terlalu cepat saat mandi wajib.

Baca Juga: 6 Doa Mempermudah Urusan Menurut Al-Quran

Doa niat mandi wajib setelah haid merupakan salah satu bagian yang penting dalam tata cara mandi wajib. Dengan mengetahui tata caranya yang benar dan niat yang tulis, seorang Muslimah dapat menjalankan ibadah mandi wajib dengan sempurna. (Mit)