Konten dari Pengguna

Doa Tobat Katolik dan Tata Cara Pengakuan Dosa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa Tobat Katolik. Unsplash/James Coleman
zoom-in-whitePerbesar
Doa Tobat Katolik. Unsplash/James Coleman

Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Walau begitu, setiap umat bisa bertobat kepada Tuhan untuk meminta pengampunan. Salah satu caranya adalah melakukan pengakuan dosa dengan membaca doa tobat Katolik bagi yang beragama Katolik.

Pengakuan dosa atau sakramen pengampunan dosa adalah salah satu dari dua sakramen penyembuhan (KGK 1423–1424) sebagaimana dikutip dari situs Keuskupan Agung Jakarta di kaj.or.id. Sakramen ini merupakan sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang jauh dari Allah karena berdosa.

Berdosa berarti melakukan perbuatan yang melawan cinta kasih Tuhan dan sesama. Setiap dosa bisa membuat manusia jauh dari Tuhan. Oleh karena itu, jika seseorang berbuat dosa, alangkah baiknya apabila bertobat untuk kembali damai dengan Allah, gereja, dan sesama.

Daftar isi

Bacaan Doa Tobat Katolik

Doa Tobat Katolik. Pexels/RDNE Stock project

Dalam bertobat, ada doa yang bisa dipanjatkan umat kepada Tuhan. Dikutip dari buku Doa Keluarga Katolik 1, Justinus Juadi, FIC, (2017:15), inilah doa tobat Katolik yang perlu diketahui setiap umat untuk memohon ampunan dari Tuhan.

Allah yang Maharahim,

aku menyesal atas dosa-dosaku.

Aku sungguh patut Engkau hukum,

terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau

yang Maha Pengasih dan Mahabaik bagiku.

Aku benci akan segala dosaku,

dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu

hendak memperbaiki hidupku

dan tidak akan berbuat dosa lagi.

Allah yang Mahamurah,

ampunilah aku, orang berdosa.

Amin.

Doa tobat tersebut bisa dipanjatkan oleh umat ketika melakukan pengakuan dosa. Biasanya pengakuan dosa dilakukan di ruangan khusus yang ada di dalam kawasan gereja atau kapel.

Tata Cara Pengakuan Dosa yang Perlu Diketahui

Doa Tobat Katolik. Unsplash/Patrick Fore

Dalam melakukan pengakuan dosa, terdapat tata cara yang bisa diikuti. Berdasarkan informasi dari situs Keuskupan Agung Jakarta di kaj.or.id, ada dua cara sakramen tobat yang bisa dilakukan.

Pertama adalah tata cara sakramen tobat secara pribadi. Pada sakramen tobat secara pribadi, seseorang bisa masuk ke dalam kamar atau ruangan yang telah dipersiapkan dan melakukan hal berikut ini:

  1. Masuk ke kamar untuk berlutut dan menerima berkat pengantar dari Imam.

  2. Selanjutnya perlu membuat tanda salib sebagai pembukaan pertobatan.

  3. Setelah itu, umat yang akan bertobat bisa mengatakan hal sebagai berikut,

    Umat: “Bapa, Sakramen Tobat yang terakhir saya terima adalah ….. “ (sebutkan kapan terakhir kali menerima Sakramen Tobat, misal pada masa adven tahun lalu, dan lain-lain.)

  4. Apabila ini pertama kalinya menerima Sakramen Tobat, maka bisa katakanlah,

    Umat: “Bapa, ini penerimaan Sakramen Tobat saya untuk pertama kalinya.”

  5. Kemudian ucapkanlah,

    Umat: “Bapa, dari saat terakhir saya menerima Sakramen Tobat sampai saat ini, saya sadari telah melakukan dosa-dosa dan oleh karena itu pada saat ini di hadapan Bapa saya mau mengaku kepada Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kepada seluruh umat Allah yang kudus, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian, khususnya bahwa saya telah berdosa ….. (sebutkan dosa yang dilakukan dengan jujur.)

    Saya sungguh menyesal atas semua dosa saya itu, dan dengan hormat saya meminta pengampunan serta penitensi yang berguna bagi saya.

  6. Setelah itu, dengarlah nasihat dari Romo dan apa yang harus dilakukan sebagai penitensi atas dosa yang dilakukan dengan seksama jika sudah mendapatkan nasihat, Romo akan meminta umat untuk mengucapkan doa tobat.

  7. Kemudian, umat bisa membaca doa tobat seperti yang telah disebutkan di atas. Selanjutnya imam akan memberikan absolusi dan umat harus membuat tanda salib, mengucapkan terima kasih, dan keluar dari kamar pengakuan.

  8. Saat berdoa setelah pengakuan pribadi, selain memanjatkan doa-doa penitensi, umat juga bisa berdoa syukur atas pengampunan PS 27.

Selain itu, ada cara kedua, yaitu tata cara ibadat sakramen tobat yang sebaiknya dilakukan sebagai persiapan untuk penerimaan sakramen tobat pribadi. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pembuka (dibuka dengan lagu pembukaan, seperti PS 596: Kami Hendak Menghadap)

  2. Membuat tanda salib dan salam

    F: Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin

    F: Semoga Tuhan beserta kita

    U: Sekarang dan selama-lamanya.

  3. Kata pengantar

  4. Doa Mohon Terang dan Bimbingan Roh Kudus

    F: Marilah kita berdoa bersama-sama… (hening sejenak)

    Ya Allah Bapa Yang Mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kau curahkan kedalam hati kami.

    Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kau lahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

    Ya Allah Bapa Yang Mahakasih, Roh Kudus itulah yang menjadi penghibur dan penolong yang Kau utus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Roh Kudus itu pula yang telah mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

    Melalui Roh Kudus-Mu ini kami mohon ya Allah Bapa Yang Mahamurah, sudilah Engkau membimbing kami yang saat ini berkumpul bersama untuk merayakan tobat kami. Melalui bimbingan Roh Kudus-Mu, sudilah Engkau membimbing kami untuk peka akan dosa-dosa yang telah kami lakukan dan kembali setia pada kehendak-Mu dan dengan demikian kami Kau beranikan untuk menjadi saksi putera-Mu dan menjadi pelayan sesama serta menjadi garam dan terang dunia.

    Semoga Roh Kudus-Mu selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh. Semoga Roh Kudus-Mu menjadi daya Ilahi di dalam diri kami pribadi, di dalam kehidupan beriman dan dalam bermasyarakat, dan menghantar kami masuk kedalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

    Amin.

  5. Bacaan Injil (misalnya pembacaan Lukas 15:11-32)

    Renungan singkat atau hening sejenak untuk mengendapkan Sabda Tuhan.

  6. Pemeriksaan batin

  7. Penerimaan Sakramen Tobat secara pribadi

    F: Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus, saat ini Allah Yang Mahakasih dengan tangan terbuka menunggu pertobatan kita. Seperti anak yang hilang, setelah sadar akan kesalahannya mau kembali dan berkata jujur dihadapan Allah, marilah kita sekarang secara jujur juga mengakukan dosa kita dihadapan Allah melalui Imam-Nya dan menyatakan penyesalan kita serta mohon rahmat pengampunan-Nya.

    Mari kita menerima Sakramen Tobat kita secara pribadi.

  8. Doa syukur atas pengampunan (PS No. 27)

    F: Marilah kita berdoa bersama (hening sejenak)

    Allah Bapa Yang Maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang berdosa. Sebaliknya, Engkau menghendaki supaya kami bertobat dan hidup. Maka Engkau mengundang orang berdosa untuk bertobat, dan kepada kami yang bertobat Engkau melimpahkan pengampunan. Kesalahan kami Engkau hapuskan, dan dosa kami tidak Kau ingat lagi.

    Terimakasih ya Allah, atas pengampunan yang Kau berikan kepada kami. Semoga sukacita di Surga karena satu orang berdosa bertobat juga menjadi sukacita kami. Semoga sukacita pengampunan ini mendorong kami selalu hidup rukun dan damai dengan seluruh umat-Mu.

    Ya Allah, perkenankanlah kini kami pergi dalam damai dan selalu ingat akan Sabda Putra-Mu yang menghendaki kami tidak berbuat dosa lagi. Amin.

    F: Marilah kita satukan seluruh doa dan tobat kita, dan menutup seluruh ibadat Sakramen Tobat kita malam hari ini dengan mendaraskan Doa Bapa Kami. (umat dipersilakan untuk berdiri)

    Bapa kami yang di surga, ……

  9. Berkat dan pengutusan

    Imam: Tuhan sertamu

    Umat: Dan bersama rohmu

    Imam: Semoga seluruh tobat kita, perjalanan hidup kita senantiasa dilindungi dan diberkati oleh Allah Bapa Yang Mahakuasa. Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

    Umat: Amin

    Imam: Ibadat Tobat kita telah selesai.

    Umat: Syukur kepada Allah

    Imam: Marilah kita pergi untuk tidak berbuat dosa lagi dan menghasilkan buah sesuai dengan pertobatan kita.

    Umat : Amin

  10. Penutup (ditutup dengan lagu penutup, seperti PS 600 Oh Rahmat yang Mengagumkan)

Semua dosa yang telah disampaikan umat dalam pengakuan dosa tersebut akan terampuni dan telah mendapat absolusi dari imam. Selain itu, sebagai wujud dari pertobatan dan pembaruan hidup, umat perlu melaksanakan denda atau penitensi yang telah diberikan.

Perlu diketahui bahwa dalam melakukan pertobatan, setiap umat wajib melakukan beberapa hal. Berikut langkah-langkah pertobatan yang perlu dilakukan agar tobat yang dilakukan tidak sia-sia:

  1. Menyadari dan mengakui dosa yang dilakukan.

  2. Menyesali dosa tersebut.

  3. Berniat untuk tidak berbuat dosa lagi.

  4. Memohon ampun.

  5. Memiliki keinginan untuk hidup dalam cara hidup yang baru.

Baca juga: Doa Malaikat Tuhan Katolik, Tujuan, dan Pelaksanaannya

Itulah informasi mengenai doa tobat Katolik dan tata cara pengakuan dosa yang perlu diketahui setiap umat Katolik. Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan, maka ada baiknya melakukan pengakuan dosa untuk memohon pengampunan dari Tuhan. (PRI)