Konten dari Pengguna

Ekosistem: Pengertian, Fungsi, dan Unsur-unsurnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kesatuan ekosistem. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesatuan ekosistem. Foto: iStock

Ekosistem adalah satu kesatuan tatanan yang terbentuk interaksi (hubungan) timbal balik antara makhluk hidup (hayati) dengan unsur-unsur non-hayati (abiotik) dalam suatu wilayah.

Ekosistem juga dapat diartikan sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen dan relung ekologi secara lengkap.

Terdapat pula proses ekologi, sehingga di dalam unit ini siklus materi dan arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.

Pengertian ekosistem sebenarnya cukup banyak, tetapi yang umum digunakan adalah pengertian di atas. Untuk memahami lebih lanjut mengenai ekosistem, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Ekosistem

Ilustrasi ekosistem di dalam laut. Foto: iStock

Secara luas, ekosistem memiliki pengertian yang beragam, berikut beberapa pengertian ekosistem seperti dikutip dari Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh Prof. Dr. K.E.S. Manik.

  1. Ekosistem adalah suatu tempat berlangsungnya hubungan ketergantungan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain.

  2. Ekosistem adalah tempat makhluk hidup bersimbiosis dengan lingkungannya.

  3. Ekosistem adalah suatu unit ekologi, yang di dalamnya terdapat hubungan antara struktur (keanekaragaman jenis) dan fungsi (siklus materi dan energi).

  4. Ekosistem adalah pertukaran bahan-bahan antara bagian-bagian yang hidup dan yang tidak hidup di dalam suatu sistem.

  5. Ekosistem adalah hubungan antara seluruh makhluk hidup dengan benda tak hidup di suatu daerah tertentu.

Fungsi Ekosistem

Ilustrasi ekosistem di dalam laut. Foto: iStock

Dikutip dari Kembali ke Jalan Lurus (Esai-Esai 1966-99) oleh Emil Salim, terdapat beberapa fungsi ekosistem, di antaranya:

  1. Menumbuhkan saling keterkaitan antara sumber daya alam sebagai komponen lingkungan.

  2. Menciptakan keanekaragaman, sehingga sumber daya alam terdiri dari fauna dan flora yang beranekaragam. Semakin beraneka ragam komponen lingkungan, semakin stabil suatu ekosistem.

  3. Menciptakan keberlanjutan atau sustainability yang dimilikinya, sehingga komponen lingkungan berupa fauna dan flora terus tumbuh berkembang secara berkelanjutan selama proses pertumbuhannya tidak terganggu.

  4. Memelihara stabilitas ekosistem.

  5. Memelihara efisiensi dalam sistem ekosistem. Tidak ada komponen yang tidak berguna, semua berfungsi secara efisien.

Unsur-Unsur Ekosistem

Ilustrasi unsur-unsur yang terdapat dalam ekosistem. Foto: iStock

Suatu ekosistem terdiri dari unsur-unsur hayati (tumbuhan, satwa atau hewan, mikoorganisme, dan manusia), serta non-hayati (unsur fisik dan kimia), seperti tanah, batuan, air, udara, sinar matahari, curah hujan, suhu, dan faktor iklim.

Selain itu, ekosistem juga memiliki unsur bahan organik (karbohidrat, protein, lemak, dan lain-lain) dan bahan anorganik (nitrogen, fosfat, karbon, dan sebagainya).

Hubungan timbal balik unsur-unsur tersebut terjadi secara dinamis dan seimbang sehingga tercipta keadilan lingkungan yang mendukung kehidupan makhluk hidup di wilayah bersangkutan.

Untuk lebih jelas, berikut penjelasan mengenai unsur atau komponen yang membentuk kesatuan ekosistem.

1. Non-hayati

Non-hayati merupakan media berkembang dan berlangsungnya kehidupan makhluk hidup.

2. Produsen

Produsen merupakan organisme autotrofik yang mampu membuat makanan dan senyawa anorganik dengan bantuan sinar matahari.

Organisme autotrofik adalah tumbuhan hijau (berklorofil) yang dapat mensintesis senyawa kimia sederhana dan di dalam tanah atau udara menjadi senyawa kimia yang telah kompleks dan kaya energi melalui proses fotosintesis.

3. Konsumen

Konsumen adalah organisme heterotrofik yang memanfaatkan organisme lain sebagai bahan makanannya.

Kelompok hewan pemakan rumput (seperti kambing dan sapi) disebut sebagai konsumen primer, sedangkan hewan pemakan hewan lain (seperti harimau) disebut konsumen sekunder.

Hewan pemakan rumput dikelompokkan menjadi hewan herbivora, hewan pemakan hewan lain disebut karnivora, dan hewan atau manusia yang memakan tumbuhan dan hewan disebut omnivora.

4. Pengurai (Dekomposer)

Pengurai atau dekomposer adalah organisme heterotrofik yang merombak atau menguraikan makhluk hidup yang mati (bahan organik) sehingga dapat dimanfaatkan produsen (tumbuhan).

Dalam proses perombakan tersebut, organisme heterotrofik, seperti jamur dan bakteri, juga menyerap sebagian hasil penguraian untuk keperluan hidupnya.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu konsumen?

chevron-down

Konsumen adalah organisme heterotrofik yang memanfaatkan organisme lain sebagai bahan makanannya.

Apa itu pengurai?

chevron-down

Pengurai atau dekomposer adalah organisme heterotrofik yang merombak atau menguraikan makhluk hidup yang mati (bahan organik) sehingga dapat dimanfaatkan produsen (tumbuhan).

Apa itu produsen?

chevron-down

Produsen merupakan organisme autotrofik yang mampu membuat makanan dan senyawa anorganik dengan bantuan sinar matahari.