Elastisitas Permintaan: Pengertian, Jenis, dan Faktor Penentunya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Elastisitas permintaan adalah ukuran kuantitatif yang menunjukkan perubahan kuantitas permintaan barang akibat perubahan harga. Bila permintaan landai, pergeseran kurva penawaran berakibat terhadap perubahan harga yang sedikit dan kuantitas yang lebih besar.
Sedangkan bila permintaan curam, pergreseran kurva penawaran menyebabkan perubahan harga besar dan kuantitas lebih kecil. Pada elastisitas permintaan, terdapat tiga jenis konsep di dalamnya. Apa saja konsep tersebut? Untuk mengetahuinya simak penjelasan berikut ini.
Jenis Konsep Elastisitas Permintaan
Terdapat tiga jenis konsep elastisitas permintaan, yakni elastisitas harga, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan. Berikut penjelasannya dikutip dari Modul 3 Elastisitas Permintaan dan Penawaran oleh Freddy.
Elastisitas harga, yakni persentase perubahan jumlah barang yang diminta karena perubahan harga barang itu sebesar satu persen. Secara umum ditulis:
Elastisitas silang, yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta karena perubahan harga barang lain sebesar satu persen. Secara umum dapat ditulis sebagai berikut:
Elastisitas pendapatan merupakan persentase perubahan jumlah barang yang diminta karena perubahan pendapatan riil konsumen sebesar satu persen. Dapat ditulis dengan:
Pada barang normal, Ep positif dan untuk barang inferior, Ep negatif. Barang-barang kebutuhan pokok biasanya memiliki Ep<1. Sedangkan barang-barang yang bukan pokok seperti barang-barang mewah memiliki Ep>1.
Klasifikasi Elastisitas Permintaan
Menurut Freddy, nilai koefisien elastisitas berkisar antara nol dan tak terhingga. Mengacu nilai koefisien tersebut, elastisitas permintaan digolongkan menjadi lima jenis, yaitu:
Inelastis sempurna: jumlah barang yang diminta tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Berarti nilai koefisien elastisitasnya adalah nol. Contoh kurva dapat dilihat pada Gb. 3.3.a.
Elastis sempurna: seluruh barang yang ada di pasar bisa habis terbeli pada tingkat harga tertentu. Artinya nilai koefisien elastisitasnya adalah tak terhingga. Contoh kurva dapat dilihat pada Gambar 3.3.b.
Elastisitas tunggal: suatu barang memiliki elastisitas tunggal apabila perubahan harga 1 persen menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta juga sebesar 1 persen. Berarti, koefisien elastisitasnya 1. Contoh kurva dapat dilihat pada Gb. 3.3.c.
Elastis: barang bersifat elastis jika persentase perubahan jumlah barang yang diminta melebihi persentase perubahan harga. Artinya koefisien elastisitasnya lebih besar dari satu. Contoh kurva dapat dilihat pada Gb. 3.3.d.
Tidak elastis: persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari persentase perubahan harganya. Koefisiennya berkisar antara nol dan satu. Contohnya pada Gb. 3.3.e.
Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Menyadur Modul 4 Ekonomi Mikro Konsep Elastisitas oleh Bernardus Wishman Siregar, berikut tiga faktor penentu elastisitas permintaan.
1. Jumlah barang subtitusi yang tersedia di pasar
Barang yang memiliki substitusi banyak akan mempunyai permintaan elastis. Jika P naik, permintaan menurun dengan persentase lebih besar sehingga konsumen akan membeli barang substitusi dan sebaliknya. Suatu barang yang tidak memiliki barang substitusi (sedikit) akan memiliki permintaan yang tidak elastis.
2. Potensi pendapatan yang dibelanjakan
Semakin besar bagian pendapatan yang digunakan untuk membeli barang, semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut.
3. Jangka waktu analisis permintaan
Analisis permintaan terhadap barang dalam jangka waktu lama mengakibatkan permintaan terhadap barang tersebut menjadi elastis. Sedangkan analisis permintaan terhadap barang dalam jangka waktu singkat mengakibatkan permintaan terhadap barang tersebut bersifat tidak elastis.
(ZHR)
