Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Energi Alternatif Angin: Sumber Energi yang Tersedia di Bumi
21 September 2021 16:00 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Energi alternatif adalah sumber energi yang dapat diperbarui, seperti panas matahari, angin, air, gelombang laut, dan sebagainya. Sumber energi ini memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
ADVERTISEMENT
Melalui proses pengolahan yang cukup panjang, sumber energi alternatif dapat digunakan untuk menggantikan sumber energi yang tidak dapat diperbarui, yang ketersediaannya semakin menipis di bumi.
Penggunaan energi alternatif dalam kehidupan manusia dinilai memiliki beberapa keuntungan, jika dibandingkan dengan menggunakan energi lainnya.
Dikutip dalam buku IPA SD dan MI Kelas IV karya Poppy K. Devi dan Sri Anggraeni, keuntungan penggunaan energi alternatif, yaitu:
Dikutip dari buku Energi di Sekitarku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, energi alternatif memiliki keuntungan dan kerugian dalam penggunaannya. Keuntungan dan kerugian tersebut antara lain:
ADVERTISEMENT
1. Keuntungan penggunaan energi alternatif
2. Kerugian penggunaan energi alternatif
Energi Alternatif Angin
Sebelumnya telah disebutkan bahwa angin juga termasuk ke dalam energi alternatif, karena didapatkan dan langsung tersedia di alam. Energi angin telah dimanfaatkan oleh manusia sejak zaman dahulu untuk menggerakkan perahu layar dan kincir angin.
Energi angin dihasilkan dari gaya angin yang berembus di permukaan bumi, serta termasuk ke dalam sumber energi yang dapat diperbarui, karena angin akan terus berembus sepanjang matahari bersinar.
Merangkum dalam buku Energi dan Perubahannya yang ditulis oleh Drs. Kandi, M.A. dan Drs. Yamin Winduono, M.Pd., energi angin telah digunakan oleh bangsa Persia sejak 7 SM, dengan membuat kincir angin pertama di dunia.
ADVERTISEMENT
Kincir angin tersebut digunakan untuk menggiling padi, memompa air, memotong kayu, dan menghasilkan bentuk energi mekanik lainnya. Pada saat ini, pemanfaatan energi angin juga digunakan untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik, dengan alat berupa turbin.
Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga angin disebutkan sebagai jenis pembangkit energi, yang laju pertumbuhan termasuk cepat di dunia. Bahkan, kapasitas total pembangkit listrik yang berasal dari tenaga angin di seluruh dunia, jumlahnya berkisar 17,5 GW.
Di Indonesia, pembangkit listrik yang memakai tenaga angin berada di dua lokasi, yaitu di Sulawesi Selatan, tepatnya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan PLTB Tolo di Kabupaten Jeneponto.
(HDP)