Konten dari Pengguna

Energi Kimia: Pengertian dan Contoh Perubahan Energi Kimia menjadi Panas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu bentuk energi adalah energi kimia dalam proses pembakaran kayu. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu bentuk energi adalah energi kimia dalam proses pembakaran kayu. Foto: Pixabay

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja, untuk melakukan suatu perubahan yang bertujuan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Energi tidak pernah hilang atau dibuat, melainkan hanya dapat diubah ke dalam bentuk energi lain, yang disebut dengan hukum kekekalan energi. Melalui konsep tersebut, energi dapat dimanfaatkan dalam kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Mengutip dalam buku Inti Materi IPA SMP/MTs kelas 7, 8, 9 yang disusun oleh Tim Maestro Genta, kerja dalam kehidupan manusia bergantung pada kemampuan organisme mengubah energi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

Energi yang paling besar di muka Bumi adalah energi matahari. Energi tersebut dapat menghasilkan energi lain melalui proses perubahan energi, salah satunya adalah energi kimia.

Pengertian Energi Kimia

Dikutip dari sumber yang sama, energi kimia merupakan energi yang terkandung dalam suatu zat. Energi jenis ini dihasilkan senyawa kimia stabil, yang diakibatkan oleh interaksi elektron antar molekul atau antar atom.

Beberapa contoh energi kimia, di antaranya adalah baterai. Foto: Pixabay

Wujud energi kimia hanya ada di dalam alat penyimpanan energi. Beberapa alat penyimpanan energi kimia adalah makanan, baterai, dan bensin. Selain itu, contoh energi kimia lainnya adalah energi yang terkandung dalam bahan bakar, seperti solar.

Berikut adalah contoh energi kimia yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

1. Kayu

Kayu merupakan contoh sumber energi kimia yang telah digunakan sejak zaman dahulu kala, untuk menghasilkan panas dan cahaya dalam memenuhi kebutuhannya.

Energi kimia pada kayu dapat terlihat ketika peristiwa pembakaran kayu, yang unsur kimia di dalamnya akan rusak dan menghasilkan energi cahaya serta energi panas. Selama prosesnya, kayu diubah menjadi abu, yaitu bahan kimia dengan sifat yang sangat berbeda.

2. Baterai

Baterai adalah salah satu contoh energi kimia berikutnya, yang bisa diubah menjadi menjadi energi listrik. Baterai dapat digunakan untuk menyalakan peralatan elektronik seperti remote, remote, jam, dan lainnya.

3. Biomassa, Gas Alam, Batu Bara, dan Minyak Bumi

Contoh energi kimia lainnya terdapat dalam peristiwa pembakaran pada biomassa, gas alam, dan batu bara, yang berubah menjadi listrik. Kemudian energi listrik tersebut diubah menjadi panas dan cahaya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh manusia.

Sementara itu, minyak bumi diolah terlebih dahulu dalam bentuk bahan bakar seperti bensin yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan bermotor.

Mengonsumsi makanan juga termasuk perubahan energi kimia menjadi panas. Foto: Pixabay

Contoh Perubahan Energi Kimia menjadi Panas

Energi kimia dapat diubah menjadi panas melalui beberapa peristiwa. Mengutip dalam buku Seri Sains: Energi yang ditulis oleh Taufik Hidayat. S.T., contoh perubahan energi kimia menjadi panas, yaitu sebagai berikut.

  • Energi kimia berubah menjadi panas yang dihasilkan minyak tanah dan kompor gas. Minyak tanah dan gas adalah energi kimia yang berubah menjadi api, yang merupakan energi panas.

  • Energi kimia yang dihasilkan tubuh manusia berasal dari makanan yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Makanan adalah energi kimia yang kemudian berubah menjadi panas tubuh, untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.

  • Lilin yang dibakar akan menimbulkan reaksi kimia, yang terjadi saat lilin dibakar dan menghasilkan gas pembakaran panas yang terdiri dari hidrogen, karbon dioksida, dan karbon monoksida.

(HDP)