Faktor-faktor Penyebab Banjir

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banjir merupakan salah satu fenomena alam yang kerap terjadi di lingkungan sekitar kita. Penyebab banjir sangatlah beragam, mulai dari ulah manusia hingga kondisi alam itu sendiri.
Lantas, apa yang dimaksud dengan banjir? Apa saja penyebab terjadinya banjir? Berikut masing-masing uraiannya.
Pengertian Banjir
Mengutip dari Buku Ajar Keperawatan Gawat Darurat “Kesiapsiagaan Bencana Banjir" oleh Istihora, dkk., banjir merupakan fenomena genangan sementara yang terjadi secara alami pada dataran banjir (floodplain).
Umumnya, banjir terjadi ketika air hujan jatuh melimpas menjadi aliran permukaan dan menimbulkan berbagai kerugian materi maupun non-materi.
Selain itu, banjir juga dapat dipahami sebagai sebuah proses alami lantaran debit air sungai yang sangat tinggi. Kondisi itu menjadikan daya tampung saluran sungai melebihi kapasitas semestinya, lalu meluap ke daerah sekitarnya.
Adapun debit air sungai yang tinggi dapat disebabkan oleh curah hujan yang tinggi maupun ulah manusia.
Jenis-jenis Banjir
Menurut Pusat Kritis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (2018) dalam buku Penyebab Potensi Banjir di Daerah Aliran Sungai Deli Kota Medan yang disusun oleh Bernita Silalahi dan Mukhtar Efendi Harahap, banjir dapat dibedakan menjadi lima jenis, di antaranya:
Banjir bandang
Jenis banjir ini tergolong sangat berbahaya karena dampaknya yang cukup besar. Banjir bandang umumnya disebabkan oleh kegundulan hutan dan rentan terjadi di daerah pegunungan.
Banjir air
Banjir air merupakan jenis banjir yang lazim terjadi. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya air sungai, danau, maupun selokan.
Banjir lumpur
Jenis banjir ini memiliki kemiripan dengan banjir bandang. Hanya saja, banjir lumpur memuat material bahan berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup.
Banjir rob
Banjir rob merupakan banjir yang terjadi akibat air laut. Umumnya, banjir rob terjadi di kawasan pesisir pantai.
Banjir ciluencang
Banjir cileuncang atau banjir karena limpasan air hujan memiliki kemiripan dengan banjir air. Namun, banjir ini terjadi akibat hujan yang sangat deras dan tidak dapat tertampung dengan baik.
Penyebab Banjir
Menurut Wijaya dalam sumber yang sama di atas, secara umum, banjir dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:
Berdasarkan biofisik yang mencakup curah hujan yang tinggi, karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) yang responsif terhadap banjir, penyempitan saluran drainase, hingga perubahan penutupan lahan.
Berdasarkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang mencakup tidak tegasnya penegakan hukum, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, dan timpangnya pembangunan.
Sementara itu, menurut Yulielawati dalam sumber yang sama di atas, terdapat tiga faktor yang menyebabkan terjadinya banjir. Berikut masing-masing uraiannya:
Pengaruh aktivitas manusia, di antaranya:
Pemanfaatan daratan banjir yang digunakan untuk permukiman industri.
Penggundulan hutan sehingga mengurangi resapan pada tanah.
Permukiman dan pembangunan di daerah daratan banjir serta pembuatan saluran air yang tidak direncanakan dengan baik, sehingga mengakibatkan tidak lancarnya aliran sungai.
Membuang sampah sembarangan.
Kondisi alam yang bersifat statis, misalnya:
Kondisi geografis yang terdapat pada daerah yang terjadi badai atau siklon. Umumnya, terjadi pada beberapa kawasan yang cekung.
Kondisi alur sungai, seperti kemiringan dasar sebuah sungai yang datar atau berkelok-kelok, timbulnya sumbatan, dan sebagainya.
Peristiwa alam yang bersifat dinamis, seperti:
Curah hujan yang tinggi.
Terjadi pembendungan atau arus balik yang kerap terjadi di muara sungai.
Pendangkalan dasar sungai akibat sedimentasi yang cukup tinggi.
Penurunan muka tanah atau amblesan yang disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan.
(ANM)
