Faktor-faktor yang Memengaruhi Elastisitas Harga Penawaran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas tak hanya berlaku untuk permintaan, tetapi juga penawaran. Menurut Akhmad Pide dalam buku Ekonomi Mikro (Teori dan Aplikasi di Dunia Usaha), faktor-faktor yang memengaruhi elastisitas harga dari penawaran, di antaranya sifat dari biaya produksi dan jangka waktu ketika penawaran dianalisis.
Namun, sebelum membahas faktor-faktor yang memengaruhi elastisitas harga dari penawaran, simak uraian tentang elastisitas penawaran berikut ini.
Elastisitas Penawaran
Menyadur dari buku Pengantar Ekonomi Mikro oleh Ida Nuraini, elastisitas penawaran digunakan untuk mengukur besarnya persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan, akibat adanya perubahan harga barang tersebut.
Menurut Nuraini, elastisitas penawaran memiliki persamaan rumus dengan elastisitas permintaan. Hanya saja, pada elastisitas penawaran terdapat perbedaan terhadap kuantitas barang. Adapun rumus untuk menghitung elastisitas penawaran (Es) adalah sebagai berikut:
Elastisitas penawaran (Es) = Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan : Persentase perubahan harga.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Elastisitas Harga dari Penawaran
Menurut Pide dalam buku Ekonomi Mikro (Teori dan Aplikasi di Dunia Usaha), terdapat dua faktor yang dapat memengaruhi elastisitas harga penawaran, di antaranya:
1. Sifat dari biaya produksi
Biaya produksi bersifat dinamis, terlebih ketika terdapat penambahan volume produksi. Sebuah penawaran tak akan bersifat elastis, apabila kenaikan penawaran dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang tinggi. Berbeda halnya ketika sebuah penawaran ditambah dengan biaya tambahan dengan jumlah yang tidak terlalu besar, maka penawaran bersifat elastis.
Umumnya, pertambahan jumlah produksi yang dilakukan seorang produsen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu di antaranya berkaitan dengan penggunaan kapasitas alat produksi.
Apabila kapasitas telah mencapai puncaknya, diperlukan investasi baru untuk menambah kegiatan produksi. Menurut Pide, kondisi ini membuat kurva penawaran menjadi tidak elastis. Terlebih jika faktor-faktor produksi yang dibutuhkan sulit didapatkan atau memiliki harga yang mahal.
2. Jangka waktu analisis
Secara umum, jangka waktu analisis pada elastisitas penawaran terbagi menjadi dua jenis, antara lain:
Jangka pendek
Pada analisis jangka pendek, kapasitas produksi sulit untuk ditambah. Namun, kondisi tersebut bisa diatasi dengan mengoptimalkan penggunaan alat-alat produksi. Misalnya dengan memperpanjang jam kerja. Dengan demikian produksi tetap dapat ditingkatkan, sehingga jumlah penawaran pun ikut meningkat.
Namun yang perlu digaris bawahi jika melakukan upaya di atas, penambahan produk tak dapat menghasilkan jumlah yang besar.
Jangka panjang
Sementara itu dalam jangka panjang, produksi dan jumlah barang yang ditawarkan dapat ditingkatkan dengan mudah. Hal ini karena dalam jangka panjang, produsen dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan membeli mesin maupun peralatan produksi baru.
Dengan demikian, kurva penawaran menjadi elastis. Jumlah barang yang ditawarkan pun dapat ditingkatkan dalam jumlah yang lebih besar.
Itulah uraian tentang elastisitas harga dari penawaran dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Semoga bermanfaat!
(ANM)
