Konten dari Pengguna

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Erosi Es dan Akibatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor yang menyebabkan erosi es. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Faktor yang menyebabkan erosi es. Foto: Unsplash

Erosi es sering juga disebut dengan erosi glasial. Lantas, apa saja faktor-faktor yang menyebabkan erosi es?

Mengutip buku Geografi karya Troels Raadam, dkk, erosi merupakan proses terlepasnya pertikel batuan secara alamiah oleh tenaga pengangkut yang ada di permukaan bumi.

Erosi pada umumnya bisa disebabkan karena alamiah, namun ada juga yang disebabkan karena faktor dari aktivitas manusianya itu sendiri.

Salah satu kegiatan yang secara tidak langsung menyebabkan erosi adalah penggundulan hutan, kekeringan, dan lain sebagainya. Namun, setiap jenis erosi memiliki faktor yang brebeda-beda.

Erosi angin, misalnya erosi ini merupakan proses pengikisan batuan atau tanah yang dilakukan angin. Angin kencang yang membawa kerikil dan pasir secara tidak langsung mengikis batuan yang dilaluinya.

Hal ini juga terjadi pada erosi air laut. Erosi ini disebabkan karena gelombang air laut yang berhasil mengikis batuan yang ada di pantai, kemudian batuan tersebut akan diendapkan di sekitar pantai tersebut.

Faktor-Faktor Penyebab Erosi Es

Faktor penyebab erosi es. Foto: Unsplash

Lebih lanjut, apakah yang menyebabkan erosi es atau glasial? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, erosi es merupakan erosi yang disebabkan karena fenomena secara alamiah.

Mengutip buku Geografi yang diterbitkan oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, erosi es terjadi disebabkan karena pergerakan menurunnnya lapisan es dari puncak bukit atau gunung ke daerah yang lebih rendah.

Nah, pergerakan menurunnya lapisan es tersebut disebabkan karena adanya gaya gravitasi. Dan untuk kecepatannya sendiri, hal tersebut dipengaruhi oleh kemiringan lereng.

Setelah itu, terjadi peristiwa plucking. Apa itu plucking? Plucking merupakan peristiwa dimana batuan yang nantinya terkena aliran gletser akan mudah untuk tergores dan kemudian pada akhirnya terkikis dan terbawa oleh gletser.

Kemudian, secara tidak langsung batuan yang tadinya terbawa oleh gletser akan menggores dinding lembah yang lebih dalam lagi.

Akibat dati Erosi Es

Akibat dari erosi es. Foto: Unsplash

Dibalik kekurangan dari erosi es tersebut, ada beberapa hal positif yang diakibatkan oleh erosi es. Salah satunya adalah bentang alam yang indah.

Bentang-bentang alam tersebut menghasilkan bentuk dan juga pemandangan yang baru. Tentunya dua bentangan alam tersebut dihasilkan dua tahap gletser, yakni plucking dan juga abrasi.

Mengutip buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia karya Bambang Utoyo, berikut beberapa bentang alam yang dihasilkan dari erosi es, yakni:

  • Hanging Valley, yaitu bentukan lembah tak sempurna.

  • Bergscrund, adalah bebatuan yang pecah akibat erosi gletser lalu terguling masuk ke crevasses.

  • Cirques, yaitu sisi bagian dalam aliran gletser lembah yang berbentuk melingkar.

  • Aretes, adalah salah satu sisi lembah yang menjadi tajam karena diamplas aliran erosi gletser.

  • Truncated Spurs, yaitu tepi lembah yang terpotong berbentuk segitiga.

  • Crevasses, adalah celah lebar yang terbentuk karena erosi gletser.

(JA)