Konten dari Pengguna

Faktor Klimatik dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Makhluk Hidup

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makhluk hidup tidak bisa menempati semua wilayah yang ada di bumi karena faktor-faktor tertentu. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Makhluk hidup tidak bisa menempati semua wilayah yang ada di bumi karena faktor-faktor tertentu. Foto: Pexels.com

Faktor klimatik adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup karena berkaitan dengan proses adaptasi makhluk hidup di suatu wilayah.

Selain faktor klimatik, ada beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Faktor-faktor tersebut adalah faktor edafik, fisiografi, dan biotik.

Faktor klimatik adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan iklim di suatu wilayah. Untuk memahami faktor klimatik sebagai faktor yang mempengaruhi kehidupan organisme, simak penjelasan di bawah ini.

Faktor Klimatik yang Memengaruhi Kehidupan Makhluk Hidup

Seperti yang diketahui, tidak semua bagian yang ada di bumi dapat menjadi tempat tinggal makhluk hidup. Kemampuan makhluk hidup tinggal di suatu wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor klimatik.

Mengutip dari buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta Kelas XI yang ditulis oleh Hartono, berikut faktor-faktor yang tergolong faktor klimatik.

Contoh faktor klimatik adalah suhu dan intensitas sinar matahari. Foto: Pexels.com

1. Suhu dan Intensitas Sinar Matahari

Suhu dan intensitas sinar matahari yang ada di suatu wilayah dapat mempengaruhi kondisi cuaca yang ada di wilayah tersebut.

Tinggi rendahnya intensitas penyinaran matahari bergantung pada sudut datang sinar matahari, letak lintang, jarak atau lokasi daratan terhadap laut, ketinggian tempat, dan penutupan lahan oleh vegetasi.

Intensitas penyinaran matahari di suatu wilayah sendiri mengakibatkan adanya perbedaan suhu di setiap wilayah. Kondisi suhu dari suatu wilayah mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di wilayah tersebut.

Tidak semua makhluk hidup dapat hidup di suatu wilayah yang memiliki suhu tertentu. Contohnya, hewan yang dapat hidup di wilayah yang panas, ada pula yang hanya dapat hidup di wilayah yang suhunya sangat dingin.

2. Kelembapan

Kelembapan udara adalah faktor klimatik yang berkaitan dengan tingkatan kadar uap air yang ada di udara. Kelembapan secara umum memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan tumbuhan (flora).

Berdasarkan tingkat kelembapan lingkungannya, tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu Xerophyta, Mesophyta, Hygrophyta, dan Tropophyta.

3. Angin

Angin adalah faktor klimatik yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup, contohnya membantu proses perkembangbiakan tumbuh-tumbuhan. Foto: Pexels.com

Faktor klimatik lainnya adalah angin. Angin adalah udara yang bergerak dari suatu wilayah ke wilayah lainnya.

Angin memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hidup dari makhluk hidup. Contohnya, ada beberapa tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang embusan angin yang sangat kencang.

Angin juga memiliki peran penting terhadap proses penyerbukan tanaman sehingga, secara tidak langsung angin membantu proses perkembangbiakan tumbuhan.

4. Curah Hujan

Curah hujan dapat menjadi faktor klimatik yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup. Daerah dengan intensitas curah hujan tinggi tentunya akan cenderung subur dibandingkan daerah yang memiliki curah hujan yang rendah.

Daerah dengan curah hujan yang tinggi tentunya memiliki beragam jenis tumbuh-tumbuhan. Dalam wilayah ini, terdapat lahan-lahan vegetasi yang terbentuk.

Dengan banyaknya tumbuh-tumbuhan, tentunya banyak pula makhluk hidup heterotrof, seperti manusia dan hewan di wilayah tersebut.

(SAI)