Konten dari Pengguna

Faktor Penghambat Integrasi Nasional, Ini 5 di Antaranya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi integrasi nasional. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi integrasi nasional. Sumber: Pixabay

Upaya persatuan nasional perlu didukung oleh setiap masyarakat Indonesia. Maka dari itu, setiap faktor penghambat integrasi nasional perlu diatasi. Dengan adanya integrasi nasional yang utuh, kedaulatan Indonesia pun akan terus terjaga.

Faktor-faktor yang dapat menjadi penghambat persatuan tidak berasal dari kewilayahan saja. Melainkan bisa datang dari aspek sosial budaya sampai ekonomi. Sebelum mencari tahu apa saja faktor penghambat integrasi nasional, simak penjelasan berikut ini.

Jenis-jenis Ancaman terhadap Integrasi Nasional

Ancaman bagi integrasi atau persatuan nasional bisa datang dari berbagai aspek. Ancaman yang datang pun bisa berupa ancaman militer maupun non-militer.

Menyadur buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI karya Yusnawan Lubis dan Mohamad Sodeli, berikut adalah berbagai jenis ancaman terhadap integrasi nasional yang dihadapi negara.

  • Ancaman di bidang ideologi

  • Ancaman di bidang politik

  • Ancaman di bidang sosial budaya

  • Ancaman di bidang ekonomi

  • Ancaman di bidang pertahanan dan keamanan

Ilustrasi integrasi nasional. Sumber: Pixabay

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

Adapun faktor yang berpotensi menghambat integrasi nasional, sebagaimana disadur dari buku yang sama antara lain sebagai berikut.

1. Intoleransi dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Keberagaman suku bangsa dan agama yang terdapat di Indonesia bisa menjadi penghambat persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih jika tidak diiringi dengan sikap menghargai, menghormati, dan toleransi.

Keberagaman ini dapat mengakibatkan perbedaan. Misalnya, memicu tumbuhnya perasaan kedaerahan yang berlebih, sehingga dapat menyebabkan konflik antardaerah atau antarsuku bangsa.

2. Geografis Wilayah

Indonesia terdiri dari pulau-pulau dan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Kondisi ini dapat memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa apabila ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan masih belum diatasi.

3. Melemahnya Nilai Budaya Bangsa

Nilai budaya bangsa dapat melemah akibat menguatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Hal ini dapat memperlemah bangsa Indonesia.

Contoh kasus secara kontak langsung, misalnya, melalui unsur-unsur pariwisata. Sementara, secara kontak tidak langsung antara lain melalui media cetak (majalah, tabloid) ataupun media elektronik (televisi, radio, film, internet, telepon seluler yang mempunyai fitur atau fasilitas lengkap).

4. Munculnya Gejala Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah sikap menonjolkan kelebihan suatu budaya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Hal tersebut dapat menciptakan perpecahan apabila tidak diatasi.

5. Pembangunan yang Tidak Merata

Pembangunan yang terpusat di wilayah-wilayah tertentu dapat menimbulkan kesenjangan bagi wilayah di bagian terluar. Hal ini dapat memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa apabila tidak diatasi.

(AMP)