Konten dari Pengguna

Faktor Penyebab Pencemaran Tanah: Pestisida hingga Limbah Industri

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencemaran air tanah dapat menyebabkan polusi air hingga terganggunya kesehatan manusia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pencemaran air tanah dapat menyebabkan polusi air hingga terganggunya kesehatan manusia. Foto: Pixabay

Pencemaran tanah merupakan salah satu bentuk polusi yang cukup meresahkan lingkungan sekitar. Pencemaran tanah adalah kondisi berubahnya komposisi unsur di dalam tanah akibat polutan, baik berupa zat padat maupun cair yang masuk ke dalam tanah.

Polutan berupa zat cair dapat berasal dari limbah industri, pertanian, ataupun rumah tangga, sedangkan polutan padat dapat berwujud sampah. Zat tersebut akan membunuh bakteri atau mikroorganisme pengurai, yang akhirnya merusak tingkat kesuburan tanah.

Menurut buku Teknik Menanggulangi Pencemaran Tahan di Pertanian Kota dan Desa karya Sri Nur Aminah (2018: 22), matinya bakteri pengurai menyebabkan humus menjadi berkurang. Sebab, bangkai tanaman dan hewan tidak dapat diurai menjadi unsur hara yang penting untuk tanaman hidup.

Beberapa kasus pencemaran tanah dengan kategori parah dapat berimbas pada polusi air. Tidak hanya mencemari air, pencemaran tanah juga dapat berbahaya bagi kehidupan manusia, karena zat beracun yang mencemari tanah akan tersapu oleh air hujan.

Lalu, apa saja faktor penyebab pencemaran tanah? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penampakan pencemaran tanah yang disebabkan oleh sampah-sampah yang sulit terurai. Foto: Pixabay

Faktor Penyebab Pencemaran Tanah

Melansir dalam buku Pengantar Teknik Lingkungan oleh Muhammad Chaerul dkk (2021: 103), pencemaran tanah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut.

1. Penggunaan Pestisida

Faktor penyebab pencemaran tanah yang pertama adalah penggunaan pestisida serta zat kimia lainnya. Pestisida dapat berpotensi merusak air tanah sekaligus flora dan fauna yang terdapat di dalam tanah.

2. Pembuangan Bahan Sintetis

Membuang bahan sintetis seperti plastik, kaleng, dan kaca yang memang sulit diurai oleh mikroorganisme. Limbah tersebut dapat menghalangi masuknya oksigen ke dalam tanah.

3. Pembuangan Limbah dengan Kandungan Berbahaya

Membuang limbah yang mengandung merkuri, lithium, cadmium, hingga meresap ke dalam tanah. Logam berat tersebut memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup, seperti gangguan saraf hingga kecacatan.

4. Penggunaan Bahan Kimia dalam Batas Tidak Wajar

Menggunakan bahan-bahan yang dapat membunuh mikroorgansime, hingga menyebabkan ketersediaan humus menjadi berkurang. Matinya mikroorganisme sebagai bakteri pengurai menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan tanah.

Pencemaran tanah berdampak pada kesuburan tanah. Foto: Pixabay

5. Bakteri dan Partikel Asing

Dampak pencemaran tanah juga memengaruhi kebersihan air, khususnya air tanah. Kondisi terberat dari pencemaran tanah menyebabkan bakteri atau partikel tidak dapat tersaring, sehingga menginfiltrasi sampai ke air tanah. Polutan tersebut akhirnya mencemari air tanah.

6. Hujan Asam

Pencemaran tanah menyebabkan terkikisnya lapisan humus pada permukaan tanah. Tentu saja, hal ini berakibat pada menurunnya tingkat produktivitas dan kesuburan tanah.

Salah satu faktor penyebabnya adalah hujan asam, yang mampu mengubah tingkat keasaman (pH) tanah. Perubahan keasaman tanah akhirnya mengganggu proses penyerapan unsur hara oleh tumbuhan.

7. Limbah Rumah Tangga dan Industri

Membuang limbah rumah tangga dan industri yang mengandung bahan kimia, seperti detergen dan pestisida, juga termasuk dalam faktor penyebab pencemaran tanah.

Pasalnya, limbah ini akan membunuh mikroorganisme yang berfungsi sebagai bakteri pengurai. Pestisida yang sering digunakan petani pada nyatanya dapat berdampak baik maupun buruk.

Pestisida tersebut tidak hanya mampu memberantas hama tanaman, tetapi juga membunuh bakteri pengurai. Misalnya, timah hitam yang ada di dalam arsenik dapat membunuh hama kumbang pada tanaman kentang. Namun, di sisi lain, bahan tersebut juga dapat membunuh cacing tanah, burung, hingga lebah.

(VIO)