Konten dari Pengguna

Faktor yang Menentukan Perbedaan Kemampuan Tanah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tanah. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanah. Foto: iStock

Faktor yang menentukan perbedaan kemampuan tanah meliputi lereng, drainase, kedalaman tanah, tekstur tanah, derajat kelembapan tanah, dan permeabilitas tanah.

Secara umum, kemampuan tanah adalah penilaian lahan ke dalam beberapa kategori berdasarkan sifat dan potensinya.

Tidak semua tanah di permukaan bumi dapat dimanfaatkan langsung oleh manusia karena terdapat kendala-kendala, seperti tanah yang tertutup es yang tebal, tanah yang gersang (gurun), atau terdiri atas batu cadas yang sulit diolah.

Perbedaan kemampuan tanah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk mengetahui lebih jelas terkait berbagai faktor yang menentukan perbedaan kemampuan tanah ini, simak pembahasan berikut.

Faktor yang Menentukan Perbedaan Kemampuan Tanah

Ilustrasi Tanah. Foto: iStock

Dikutip dari Ilmu Usahatani oleh Nur Zaman, berikut faktor pokok yang menentukan perbedaan kemampuan tanah.

1. Lereng

Informasi kemiringan dan arah lereng sangat diperlukan bagi pengolahan tanah. Parameter kelerengan juga digunakan untuk klasifikasi beberapa keperluan, misalnya untuk penentuan fungsi lindung dan budidaya.

Keterkaitan kelerengan tanah dengan parameter lain cukup dominan. Biasanya pada topografi yang berbeda, yang berarti kemiringan lerengnya berbeda, maka perkembangan tanah juga berbeda.

Perbedaan perkembangan tanah juga berarti ada perbedaan karakteristiknya. Perkembangan tanah dipengaruhi oleh arah lereng karena perbedaan arah lereng akan memengaruhi kecepatan pelapukan batuan menjadi tanah.

Dengan demikian, maka kemiringan lereng biasanya mengandung konsekuensi perbedaan tekstur tanah, kondisi drainase, jenis tanaman, dan kedalaman tanah.

2. Drainase

Drainase merupakan kemampuan tanah untuk melakukan pembuangan air secara alami atau buatan dengan tujuan untuk menguras atau mengalihkan air.

Kondisi drainase perlu dicatat dalam kaitannya untuk penentuan klasifikasi tanah, baik kemampuan maupun kesesuaian tanah. Parameter ini dibutuhkan mengingat pengaruh yang besar pada pertumbuhan tanaman.

Keterkaitan parameter ini dengan parameter fisik lainnya cukup besar. Pada daerah aluvial, biasanya mempunyai drainase yang relatif jelek daripada daerah miring.

Namun demikian, pada lereng bukit yang bentuknya kompleks, dimungkinkan adanya cekungan atau dataran di sepanjang lereng tersebut sehingga kondisi drainase di cekungan maupun dataran di lereng akan berbeda dengan kondisi drainase umum di lereng tersebut.

Kondisi drainase pada tanah dengan batuan induk kapur akan berbeda dengan batuan vulkanik, karena kapur dapat meloloskan air sedangkan batuan vulkanik umumnya didominasi oleh tekstur halus yang sulit dilalui air.

3. Kedalaman Tanah

Kedalaman tanah adalah ketebalan tanah diukur dari permukaan ke batuan induk. Kedalaman tanah diklasifikasikan memenuhi kriteria sebagai berikut.

  • Kelas 1 Intensitas Dalam, dengan kedalaman mencapai lebih dari 900 cm.

  • Kelas 2 Intensitas Sedang, dengan kedalaman antara 900 sampai 50 cm.

  • Kelas 3 Intensitas Dangkal, dengan kedalaman antara 50 sampai 25 cm.

  • Kelas 4 Intensitas Sangat Dangkal, dengan kedalaman kurang dari 25 cm.

4. Tekstur Tanah

Ilustrasi Tekstur Tanah. Foto: iStock

Tekstur tanah merupakan perbandingan berbagai partikel tanah terutama antara fraksi debu, pasir, dan lempung. Tanah yang ideal untuk pertanian adalah yang bertekstur geluh yang lekat.

Tekstur tanah diukur di laboratorium untuk mendapatkan ketelitian yang lebih akurat dibandingkan dengan pengukuran lapangan yang semata-mata berbasis pada subjektivitas surveyor.

Penilaian tekstur dilakukan untuk lapisan atas tanah 0-30 cm dan lapisan bawah 30-60 cm, yang kemudian dikelompokkan sebagai berikut.

  • T1 = tanah bertekstur halus meliputi tekstur lempung berpasir, lempung berdebu, dan lempung.

  • T2 = tanah bertekstur halus meliputi tekstur lempung berpasir berlempung dan geluh lempung berdebu.

  • T3 = tanah bertekstur sedang meliputi geluh, geluh berdebu, dan debu.

  • T4 = tanah bertekstur agak kasar, meliputi tekstur geluh berpasir halus dan geluh berpasir sangat halus.

  • T5 = tanah bertekstur kasar, meliputi tekstur pasir bergeluh dan pasir.

5. Derajat Kelembapan Tanah

Derajat kelembaban tanah adalah air yang mengisi sebagian atau seluruh pori-pori tanah yang berada di atas water table.

Dari seluruh air hujan di daerah tropis, sekitar 75 persen dari air hujan tersebut masuk ke dalam tanah dalam bentuk kelembapan tanah, pada tanah tidak jenuh dan sebagai air tanah pada tanah jenuh atau tanah berbatu.

6. Permeabilitas Tanah

Permeabilitas tanah adalah kemampuan air untuk meresap ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Permeabilitas masing-masing tipe penggunaan lahan berbeda sesuai dengan faktor yang memengaruhinya.

Kandungan fraksi tekstur (pasir, debu, dan liat), bahan organik, dan pengolahan tanah penggunaan lahan memberikan pengaruh terhadap besar kecilnya permeabilitas tanah.

(SFR)