Fungsi Seni Rupa Tiga Dimensi dan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karya seni rupa tiga dimensi atau trimatra merupakan karya seni yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi, atau dengan kata lain memiliki kedalaman (volume) sehingga wujudnya dapat dinikmati dari segala arah.
Dilihat dari segi fungsinya, seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi dua jenis, yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni lebih mengutamakan unsur ekspresi atau keindahan dibandingkan fungsinya, seperti seni patung.
Sementara itu, seni rupa terapan memiliki fungsi pakai, sehingga lebih mengutamakan manfaat yang bisa digunakan oleh manusia dibandingkan keindahan, seperti kursi ukir, vas bunga, dan lainnya.
Fungsi Seni Rupa Tiga Dimensi
Jadi, seni rupa tiga dimensi bukan hanya diciptakan untuk dinikmati keindahannya saja, melainkan juga memiliki fungsi yang beragam tergantung kebutuhan.
Lebih jelas, berikut beberapa fungsi seni rupa tiga dimensi dalam kehidupan sehari-hari.
1. Alat Pemenuhan Kebutuhan Fisik
Secara fisik, manusia sejak lahir memerlukan perlindungan khusus dari gangguan alam, seperti dari gangguan binatang dan cuaca. Semua keperluan tersebut berkembang dari yang sangat sederhana kepada yang lebih sempurna.
Mengutip Pendidikan Seni Rupa SMP Kelas 2 oleh Dedi Nurhadiat, untuk memenuhi kebutuhan fisik itu, seniman memiliki peran yang sangat penting.
Mereka menciptakan karya-karya yang bisa dinikmati oleh penglihatan maupun yang memiliki fungsi pakai. Karya-karya tersebut yang kemudian memenuhi kebutuhan manusia secara fisik.
2. Alat Pemenuhan Kebutuhan Emosional
Manusia dalam hidupnya selalu dikejar-kejar oleh kebutuhan untuk bernapas, makan, minum, dan masih banyak contoh lainnya yang menuntut untuk dipenuhi.
Jika tidak, akan memiliki efek samping sampai taraf yang membahayakan. Lalu, apakah emosi merupakan kebutuhan yang perlu dipenuhi?
Emosi adalah luapan perasaan yang berupa kegembiraan, kemarahan, kesedihan, atau keharuan. Dalam seni, luapan perasaan disebut ekspresi.
Bagi seniman, kebutuhan emosional mereka adalah seni. Mereka berekspresi secara aktif, sedangkan penikmat karya seni yang bukan seniman berekspresi secara pasif.
3. Fungsi Sosial dalam Karya Seni Rupa Tiga Dimensi
Selain berfungsi untuk kebutuhan pribadi atau individu sebagai manusia, karya seni rupa tiga dimensi juga memiliki fungsi sosial. Hal ini jika karya seni tersebut dibutuhkan oleh orang lain sebagai sarana komunikasi, rekreasi, peringatan, maupun religi.
Di Indonesia, karya seni rupa tiga dimensi dengan fungsi sosial dapat ditemukan pada beberapa contoh karya yang tersebar di berbagai kota.
Misalnya, patung Tugu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta dan Tugu Pahlawan di Surabaya dapat dikunjungi sebagai sarana rekreasi.
Lalu, Candi Prambanan di Yogyakarta dan Candi Borobudur di Magelang berfungsi dalam menyampaikan pesan religi maupun sebagai sarana untuk kegiatan keagamaan oleh sekelompok orang.
(SFR)
