Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
3 Desember 2021 15:28
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya (32216)
zoom-in-whitePerbesar
Gunung api. Foto: iStock
ADVERTISEMENT
Pembagian golongan gunung api dibedakan berdasarkan aktivitas, bentuk, dan tipe letusannya. Namun, sebelum membahas pembagian tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu gunung api.
ADVERTISEMENT
Gunung api adalah bagian permukan bumi yang berbentuk kerucut dan terdiri atas satu puncak tertinggi yang dibatasi oleh lereng, yang memiliki suatu sistem saluran fluida panas yang memanjang dari kedalaman di bawah permukaan bumi.
Gunung api hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu, yaitu pada jalur punggung tengah samudra, jalur pertemuan dua buah lempeng kerak bumi, dan pada titik-titik panas di muka bumi tempat keluarnya magma, baik di benua maupun samudra.
Sebagian besar gunung api yang aktif di dunia berada di pertemuan lempeng tektonik dan muncul di daerah-daerah yang berada di dalam sabuk di Lautan Pasifik yang disebut "cincin gunung api".
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pembagian golongan gunung api, simak uraian lengkapnya di bawah ini.
ADVERTISEMENT

Golongan Gunung Api

Dikutip dari Geografi untuk SMP dan MTs Kelas VII oleh Wirastusi Widyatmanti dan Dini Natalia, berikut golongan gunung api berdasarkan aktivitas, bentuk, dan tipe letusannya.
Berdasarkan aktivitasnya, gunung api terbagi atas:
Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya (32217)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung api berdasarkan aktivitas. Foto: Twitter/@kabargeologi
  1. Gunung api aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja dan mengeluarkan asap, gempa, dan letusan.
  2. Gunung api terhenti, yaitu gunung api yang tidak memiliki kegiatan erupsi sejak tahun 1600.
  3. Gunung api istirahat, yaitu gunung api yang meletus sewaktu-waktu, kemudian beristirahat. Contohnya, Gunung Ceremai dan Gunung Kelud.
Berdasarkan bentuk dan proses terjadinya, gunung api terbagi atas:
1. Gunung Api Maar
Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya (32218)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung api maar. Foto: kemdikbud.go.id
Gunung api maar berbentuk seperti danau kawah. Terjadi karena letusan besar yang kemudian membentuk lubang besar di bagian puncak. Bahan-bahan yang dikeluarkan berupa benda padat atau efflata. Contohnya, Gunung Lamongan di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
2. Gunung Api Kerucut (Strato)
Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya (32219)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung api kerucut. Foto: kemdikbud.go.id
Gunung api kerucut atau strato berbentuk seperti kerucut dengan lapisan lava dan abu yang berlapis-lapis. Gunung ini merupakan jenis gunung api yang paling banyak dijumpai dan terjadi karena letusan serta lelehan batuan panas dan cair.
Lelehan yang sering terjadi menyebabkan leher gunung berlapis-lapis sehingga disebut strato. Sebagian besar gunung api di Indonesia masuk dalam kategori gunung api kerucut. Contohnya, Gunung Merapi.
3. Gunung Api Perisai (Tameng)
Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya (32220)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung api perisai. Foto: kemdikbud.go.id
Gunung api perisai atau tameng berbentuk seperti perisai. Jenis gunung ini terjadi karena lelehan yang keluar dengan tekanan rendah sehingga nyaris tidak ada letusan dan membentuk lereng yang sangat landai dengan kemiringan 1-10 derajat.
Gunung api perisai tidak terdapat di Indonesia. Contoh gunung api ini antara lain Gunung Maona Loa Hawaii di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan tipe letusannya, gunung api terbagi atas:
Golongan Gunung Api Berdasarkan Aktivitas, Bentuk, dan Tipe Letusannya (32221)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi golongan gunung api berdasarkan tipe letusannya. Foto: kemdikbud.go.id
  1. Hawaiian, memiliki tipe letusan dengan pancuran lava ke udara mencapai ketinggian 200 meter, mudah bergerak, dan mengalir secara bebas.
  2. Strombolian, memiliki ciri letusan mencapai 500 meter dengan pijaran seperti kembang api.
  3. Merapi, memiliki tipe letusan dengan ciri guguran lava pijar saat kubah lava runtuh.
  4. Vulkano, memiliki ciri letusan yang membentuk vulkano disertai awan panas yang padat.
  5. Palean, tipe letusan yang paling merusak karena magma yang meletus keluar dari bagian lereng gunung yang lemah.
  6. St. Vincent, tipe letusan yang disertai longsoran besar dan awan panas yang bisa menutupi area yang luas.
  7. Surtseyan, tipe letusan dengan vulkanian tetapi kekuatan letusannya lebih besar.
  8. Perret/Plinian, tipe letusan eksplosif yang sangat kuat dengan ketinggian letusan yang mencapai lebih dari 55 kilometer.
ADVERTISEMENT
(SFR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020