Konten dari Pengguna

Gurindam: Ciri-Ciri dan Isi Pasal Gurindam Dua Belas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gurindam adalah karya sastra puisi lama yang berasal dari India. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Gurindam adalah karya sastra puisi lama yang berasal dari India. Foto: Unsplash

Gurindam adalah bentuk karya sastra puisi lama yang berasal dari India. Kata gurindam sendiri diambil dari bahasa Tamil di India, yaitu “kirindam” yang artinya sebagai perumpamaan.

Gurindam biasanya berisikan nasihat atau pun tentang filsafat kehidupan. oleh sebab itu, gurindam tidak bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk bersenda gurau, dan cenderung memiliki sifat yang formal.

Ciri-Ciri Gurindam

Sebagai bagian dari kekayaan karya sastra Indonesia, gurindam memiliki jenis dan ciri-ciri yang berbeda dengan jenis karya sastra lainnya. Penulisan gurindam sendiri ditekankan kepada susunan sebab dan akibat sebuah peristiwa.

Menurut Ainia Prihantini dalam bukunya yang berjudul Master Bahasa Indonesia, ciri-ciri gurindam berbeda dari karya sastra lainnya. Ciri-ciri gurindam adalah:

  • Gurindam terdiri atas dua baris dalam setiap baitnya

  • Baris pertama gurindam berkaitan dengan soal, masalah, atau perjanjian

  • Baris kedua gurindam merupakan jawaban soal, akibat masalah, atau perjanjian pada baris pertama

  • Jumlah suku kata tiap baris gurindam tidak tetap, namun umumnya berisikan 8-12 suku kata

  • Ada gurindam yang memiliki sajak penuh, ada juga yang tidak

  • Gurindam selalu berisikan nasihat atau wejangan yang diberikan tentang kehidupan.

Raja Ali Haji, salah satu sastrawan yang karya sastra gurindamnya terkenal dalam dunia sastra. Foto: Wikipedia

Isi Pasal Gurindam Dua Belas

Salah satu bentuk gurindam yang terkenal dalam dunia sastra Indonesia adalah Gurindam Dua Belas yang digubah oleh Raja Ali Haji. Gurindam ini dinamakan demikian karena terdiri dari dua belas pasal.

Mengutip dalam buku Bahasa dan Sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Grasindo, isi pasal Gurindam Dua Belas, yaitu sebagai berikut.

1. Barang siapa mengenal Allah,

suruh dan cegahnya tiada ia menyalah.

2. Barang siapa meninggalkan sembahyang,

seperti rumah tiada bertiang.

3. Apabila terpelihara kuping,

kabar yang jahat tiadalah damping.

4. Pekerjaan marah jangan dibela,

nanti hilang akal di kepala.

5. Jika hendak mengenal orang berbangsa,

lihat kepada budi dan bahasa.

6. Cahari olehmu akan sahabat,

yang boleh dijadikan obat.

7. Apabila banyak berkata-kata,

di situlah jalan masuk dusta.

8. Kepada dirinya ia aniaya,

orang itu jangan engkau percaya.

9. Jika orang muda kuat berguru,

dengan setan jadi berseteru.

10. Dengan ibu hendaklah hormat,

supaya badan dapat selamat.

11. Hendaklah jadi kepala,

buang perangai yang cela.

12. Ingatlah dirinya mati,

itulah asal berbuat bakti.

Ilustrasi mengetahui makna setiap pasal dari Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Foto: Unsplash

Makna Setiap Pasal Gurindam Dua Belas

Secara rinci, setiap pasal dalam Gurindam Dua Belas selalu mengandung makna. Mengutip dalam buku Pantun dan Puisi Lama Melayu yang dikarang oleh Eko Sugiarto, berikut adalah makna setiap pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.

  • Pasal satu: agama dan mistik

  • Pasal dua: rukun Islam

  • Pasal tiga: pengendalian diri lewat pancaindera

  • Pasal empat: sifat-sifat dan bekerjanya pikiran serta perasaan manusia

  • Pasal lima: mengenal sifat-sifat luhur

  • Pasal enam: kawan hidup yang sejati

  • Pasal tujuh: sikap dan tingkah laku manusia yang utama

  • Pasal delapan: mawas diri

  • Pasal sembilan: cara menghindari perbuatan jahat

  • Pasal sepuluh: sikap yang baik dalam kehidupan keluarga

  • Pasal sebelas: sikap yang baik dalam pergaulan antarmanusia

  • Pasal dua belas: nasihat untuk para penguasa agar berhasil dalam menjalankan tugasnya.

(HDP)