Hak dan Tugas Suami dalam Islam yang Wajib Dipenuhi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah menikah, laki-laki akan mendapat peran dan tugas baru sebagai seorang suami. Tugas suami dalam Islam telah diatur dalam Alquran dan hadits.
Menikah pada dasarnya bertujuan untuk membentuk rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Untuk mencapai tujuan tersebut, suami maupun istri harus bekerja sama dalam menciptakan keharmonisan dalam rumah tangganya.
Salah satu upaya menciptakan keharmonisan adalah dengan menunaikan hak dan kewajiban masing-masing. Seorang istri berkewajiban untuk patuh dan menjaga kehormatan suami.
Begitu pun sebaliknya. Suami juga harus menjalankan peran dan tugasnya sebagai imam yang baik. Apa saja tugas suami dalam Islam? Simak penjelasan dalam ulasan berikut.
Tugas Suami dalam Islam
Mengutip buku Hukum Perkawinan Muslim tulisan Muhammad Syukri Albani Nasution (2020), berikut pemaparan tentang tugas dan kewajiban suami terhadap istri.
1. Memberikan nafkah
Memberikan nafkah merupakan tugas utama seorang suami. Nafkah menjadi salah satu hal penting agar keluarga harmonis dan sejahtera dapat terwujud.
Nafkah sendiri terbagi menjadi dua, yakni nafkah materi dan nafkah batin. Nafkah materi meliputi tempat tinggal, makanan, dan pakaian. Sedangkan nafkah batin mencakup rasa hormat dan kasih sayang.
Hal ini juga dijelaskan oleh Allah dalam surat Al Thalaq ayat 6 yang berbunyi:
اَسۡكِنُوۡهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ سَكَنۡـتُمۡ مِّنۡ وُّجۡدِكُمۡ وَلَا تُضَآرُّوۡهُنَّ لِتُضَيِّقُوۡا عَلَيۡهِنَّ
Artinya: Tempatkanlah mereka (para istri) dimanapun kamu tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka atau membuatnya bersedih.
2. Memperlakukan istri dengan baik
Suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik dan penuh kasih sayang, sebagaimana perintah Allah dalam Surat An Nisa ayat 19.
وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
Artinya: “Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”
3. Mendidik istri
Sebagai seorang pemimpin rumah tangga, suami harus bisa mendidik istrinya dengan ilmu agama. Jika istri melakukan kesalahan, suami bertanggung jawab untuk menegur dan menasehatinya.
Teguran harus disampaikan dengan cara yang baik. Jangan membentak dan berlebihan, apalagi sampai memukul atau melakukan tindakan kekerasan lainnya.
4. Menjaga aib
Suami dan istri sudah sepatutnya saling menutup aib. Setelah menikah, aib pasangan akan menjadi aib diri sendiri. Sebesar apa pun masalah yang terjadi dalam rumah tangga, suami harus menahan diri agar tidak menceritakan aib istri kepada orang lain dan sebaliknya.
Hak Suami dalam Islam
Tak hanya menunaikan kewajibannya sebagai imam dalam rumah tangga, suami juga memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh istri. Berikut hak suami seperti yang dikutip dalam buku Modul Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelasa XII SMA/SMK terbitan Cendikia Kementerian Agama.
Ditaati oleh istri, kecuali dalam perkara maksiat.
Dimintai izin oleh istri yang hendak keluar rumah.
Istri tidak boleh puasa sunnah kecuali atas izin suaminya.
Mendapatkan pelayanan dari kasih sayang dari istrinya.
Dihormati dan dihargai setiap usahanya.
(GLW)
