Hal-Hal yang Mengurangi Pahala Puasa: Berdusta hingga Melakukan Fitnah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang penuh dengan hikmah untuk setiap umat Islam ketika menjalani puasa. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada hal-hal yang mengurangi pahala puasa, sehingga hikmah yang didapatkan berkurang.
Mengutip buku Fikih MI Kelas III yang disusun oleh Yusak Burhanudin, selama berpuasa, umat Islam juga harus menjaga diri demi mendapatkan hikmah di bulan Ramadhan, di antaranya:
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
Meningkatkan rasa tenteram dan damai dalam hati
Menyehatkan organ tubuh karena sebagain fungsi organ tubuh beristirahat. Organ tubuh dapat beristirahat selama 12 jam setiap hatinya, biasanya hal tersebut terjadi selama satu bulan
Meningkatkan kesabaran karena seseorang harus meredam dan amarahnya ketika berpuasa
Puasa selama satu bulan akan membiasakan seseorang menjadi lebih tertib. Misalnya, tertib untuk sahur, berbuka, dan membaca kitab suci Alquran
Meningkatkan rasa dermawan. Contoh sikap dermawan memberi sedekah berupa makanan untuk berbuka
Hal-Hal yang Mengurangi Pahala Puasa
Hal-hal yang mengurangi pahala puasa biasanya tidak disadari karena merupakan tindakan-tindakan kecil di kehidupan sehari-hari.
Bahkan, Nabi bersabda, “Terdapat lima hal yang dapat menghapus pahala puasa, yaitu dusta, ghibah, adu domba, sumpah palsu, dan memandang dengan penuh syahwat."
Berikut adalah hal-hal yang mengurangi pahala puasa, seperti yang dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/Mts Kelas VIII yang diterbitkan oleh Inoffast Publishing Indonesia, berikut hal yang mengurangi pahala puasa.
1. Berkata dusta
Dusta atau berbohong adalah tindakan menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Berdusta dapat dikatakan sebagai salah satu dosa besar dalam Islam.
Sebab jika seseorang melakukan tindakan berdusta atau berbohong, bukan tidak mungkin orang tersebut akan melakukannya lagi.
Hal ini sesuai dengan hadits yang berbunyi, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (H.R Bukhari)
2. Ghibah, gosip, dan membicarakan keburukan orang lain
Membicarakan keburukan orang lain atau ghibah termasuk tindakan yang dapat mengurangi pahala puasa. Seseorang yang melakukan ghibah saat berpuasa, maka ia hanya akan memperoleh lapar dan haus saja.
3. Mengadu domba seseorang dengan yang lainnya
Mengadu domba merupakan fitnah yang nantinya dapat menimbulkan kebencian di antara sesama.
Adu domba sendiri biasanya diawali dengan perasaan tidak senang yang dialami oleh seseorang, sehingga memilih untuk menyebarkan fitnah kepada orang banyak.
4. Bersumpah palsu
Tanpa disadari, bersumpah palsu acap kali diucapkan dalam beberapa kondisi yang tidak disengaja maupun disengaja. Perbuatan ini dapat menyebabkan berkurangnya pahala yang akan diterima saat berpuasa.
Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak melakukan tindakan atau menyatakan sumpah yang pada akhirnya menimbulkan kebohongan.
(JA)
