Konten dari Pengguna

Harga Pokok Produksi Adalah Seluruh Biaya dalam Produksi. Simak Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kegiatan di pabrik. Harga Pokok Produksi (HPP) adalah total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. Foto: pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kegiatan di pabrik. Harga Pokok Produksi (HPP) adalah total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. Foto: pexels.

Harga pokok produksi (HPP) adalah biaya keseluruhan bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Seluruhnya digunakan untuk memproduksi barang atau jasa.

HPP sangat penting dalam operasional sebuah perusahaan. Sebab, isinya menyangkut biaya yang menjadi acuan penetapan harga jual suatu produk. Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak uraiannya di bawah ini.

Pengertian Harga Pokok Produksi (HPP)

Mengutip jurnal berjudul Perhitungan Harga Pokok Produksi pada Pabrik Tahu “Bu Gito” dengan Metode Process Costing karya Dicky Nugraha, harga pokok produksi (HPP) adalah biaya-biaya yang digunakan selama produksi. Biaya tersebut terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (BOP).

Menurut Hasen and Mowen (2009:06), HPP adalah cerminan total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. Biaya ini hanya dibebankan ke barang yang diselesaikan ini. Rinciannya terdiri dari biaya bahan langsung, tenaga kerja, dan overhead.

Lebih lanjut, Mulyadi dalam buku Akuntansi Biaya, menyebut HPP sebagai biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi sebuah produk.

Sedangkan menurut Ahmad Firdaus yang dikutip dari jurnal Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi pada PT. Dimembe Nyiur Agripro karya Sitty Rahmi Lasena, harga pokok produksi adalah biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan produksi, yaitu biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Ilustrasi kegiatan di pabrik. Harga Pokok Produksi (HPP) adalah total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. Foto: pexels.

Tiga Komponen Utama Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi terdiri atas tiga komponen utama, yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.

Berikut penjelasannya dikutip dari jurnal Perhitungan Harga Pokok Produksi pada Pabrik Tahu “Bu Gito” dengan Metode Process Costing karya Dicky Nugraha.

  • Bahan baku langsung terdiri dari biaya pembelian bahan, potongan pembelian, biaya angkut pembelian, biaya penyimpanan, dan lain-lain.

  • Tenaga kerja langsung isinya meliputi semua biaya upah karyawan yang terlibat secara langsung pada saat pembuatan bahan baku menjadi barang jadi atau barang yang siap dijual.

  • Biaya overhead pabrik berisi semua biaya-biaya di luar dari biaya perolehan biaya bahan baku langsung dan upah langsung.

Pendekatan Full Costing dan Variable Costing

Menurut buku Akuntansi Biaya karya Mulyadi, metode penentuan harga pokok produksi adalah cara penghitungan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi.

Ketika menghitung unur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi itu, terdapat dua pendekatan yang bisa dilakukan. Di antaranya, full costing dan variable costing.

  • Full costing: metode penentuan harga pokok produksi yang menghitung semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi. Unsur metode ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang berperilaku variabel maupun tetap.

  • Variable costing: metode penentuan harga pokok produksi yang hanya menghitung biaya produksi berperilaku varaibel ke dalam harga pokok produksi. Variable costing terdiri dari bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel.

(ZHR)