Konten dari Pengguna

Headline Adalah Judul Utama Sebuah Karya, Ini Prinsip dan Cara Membuatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penampakan headline atau judul utama di dalam berita surat kabar. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan headline atau judul utama di dalam berita surat kabar. Foto: Pixabay

Headline adalah judul utama dalam sebuah karya. Adapun contoh-contoh karya yang menggunakan headline, yaitu iklan, berita, artikel, dan masih banyak lagi.

Headline terletak di bagian paling atas dan menjadi hal yang pertama kali dilihat oleh pembaca. Fungsi headline sendiri adalah untuk menarik minat target yang dituju, yaitu membaca isi iklan, berita, atau artikel sampai tuntas.

Kehadiran headline yang sangat penting. Sebuah headline umumnya menjadi kunci utama keberhasilan suatu konten. Hal inilah, yang menyebabkan proses pembuatan headline tidaklah mudah.

Diperlukan pemilihan kata-kata khusus serta kreativitas yang tinggi, untuk menciptakan headline yang mudah dimengerti sekaligus komunikatif.

Lantas, apa saja prinsip-prinsip yang harus ada dalam membuat headline? Bagaimana membuat headline yang baik? Selengkapnya ada di sini.

Headline yang menarik akan meningkatkan pembaca atau penonton konten yang disajikan. Foto: Pixabay

Prinsip Membuat Headline

Dikutip dari buku Advertising Edisi Kedelapan oleh Sandra Moriarty dkk (2019: 22), ada beberapa prinsip umum untuk membantu penyusunan headline, di antaranya sebagai berikut.

  • Headline yang baik ditujukan untuk target atau prospek pasar tertentu. Oleh sebab itu, gunakan headline sesuai dengan sasaran atau audiensi konten yang dituju.

  • Headline harus disesuaikan dengan kombinasi visual atau gambar pada konten, untuk menarik perhatian pembacanya.

  • Headline harus mampu mengidentifikasi produk atau brand dari isi konten yang dimaksud, agar pembaca dapat mengasosiasikan ke dalam pikirannya.

  • Headline perlu menggunakan frasa yang menarik, tetapi tetap harus menyampaikan gagasan atau ide pokok konten yang disajikan.

Headline yang baik adalah dengan menggunakan kalimat yang tidak terlalu panjang. Foto: Pixabay

Cara Membuat Headline yang Baik

Merangkum dalam buku Seni Penulisan Efektif untuk Digital Marketing karangan Dian Martin (2021: 41), berikut cara membuat headline yang baik, agar menarik minat pembaca atau penontonnya.

1. Gunakan Nomor dan Data

Pakar digital marketing Neil Patel mengatakan, bahwa headline yang menggunakan data spesifik bisa meningkatkan interaksi pembacanya hingga mencapai 73%. Dengan angka, otak manusia akan menjadi lebih penasaran.

Selain itu, angka yang biasa digunakan adalah angka ganjil. Angka ganjil telah terbukti memiliki efektivitas lebih, bila dibandingkan dengan angka genap.

2. Berikan Alasan Mengapa Seseorang Harus Membacanya

Saat membuat headline, pembuat konten bisa memakai kata-kata yang memberikan alasan tentang urgensi mengapa konten ini harus dibaca. Contohnya dengan menambahkan kata, seperti "tips", "alasan","trik","ide","rahasia", "strategi", dan lain-lain.

3. Headline dalam Bentuk Pertanyaan atau Umpan

Headline yang berupa pertanyaan akan membuat pembaca menjadi penasaran. Tak lupa, disertai arahan bahwa jawabannya ada di dalam konten (menuntun seseorang untuk membaca konten tersebut).

4. Jangan Gunakan Kalimat yang Terlalu Panjang

Sebenarnya, tidak ada batasan pasti untuk panjang headline di iklan, berita, atau artikel. Namun, sesuaikan dengan tempat headline itu dipasang. Misalnya, headline rekomendasi dari Google adalah tidak lebih dari 62 karakter.

(VIO)