Historiografi: Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi beberapa orang, istilah historiografi masih asing terdengar. Namun, jika ingin menjadi sejarawan yang mampu menulis peristiwa bersejarah secara sistematis, maka perlu mengenal apa sebenarnya historiografi.
Apabila ingin lebih mengenali historiografi, harus dimulai dari mengetahui pengertiannya, kemudian jenis, ciri-ciri, dan contohnya. Dengan mengenalnya secara bertahap, maka lebih mudah untuk memahami detailnya.
Historiografi berasal dari kata history dan graph. Berdasarkan kata dari bahasa Inggris tersebut, tentu dapat ditebak bahwa historiografi berkaitan erat dengan sejarah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Historiografi
Historiografi adalah kajian tentang cara sejarah ditulis dan ditafsirkan sepanjang masa. Ia merujuk kepada pendekatan, metodologi, dan perspektif yang digunakan oleh ahli sejarah dalam menulis dan menafsirkan peristiwa sejarah.
Historiografi menilai bagaimana penulisan sejarah telah berubah dari masa ke masa dan bagaimana pandangan-pandangan tertentu mempengaruhi pemahaman kita tentang masa lalu.
Jika digabungkan, history graph bisa diartikan dengan penulisan sejarah, baik dengan bentuk ilmiah (berorientasi pada masalah) maupun non ilmiah (tidak berorientasi pada masalah).
Menurut salah satu ahli yakni Louis Gottschalk, historiografi adalah bentuk publikasi yang disampaikan secara lisan atau tulisan mengenai suatu peristiwa yang biasanya dikombinasikan dengan peristiwa di masa lalu.
Jenis-jenis Historiografi
Pada awalnya, jenisnya dibagi menjadi tiga, berupa historiografi tradisional, historiografi kolonial dan historiografi nasional. Namun, beberapa waktu lalu bertambah satu yakni historiografi modern. Berikut penjelasannya:
1. Historiografi Tradisional
Sesuai penamaannya, historiografi tradisional berkaitan dengan ekspresi budaya dari upaya untuk mencatat sejarah. Jenis ini berkaitan erat dengan unsur-unsur sastra seperti karya imajinatif dan mitologis.
Tujuan dari itu adalah untuk mendeskripsikan peristiwa di masa lalu, sebagaimana tercermin dalam kronik atau hikayat.
2. Historiografi Kolonial
Berlawanan dengan historiografi tradisional, historiografi kolonial sering diartikan dengan penulisan sejarahas masasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasamasamasasejarahmasamasasejarahmasamasasejarahmasasejarahmasa yang membahas masalah pendudukan Belanda atas bangsa Indonesia.
Penulisannya dilakukan oleh orang-orang Belanda yang sebagian besar belum pernah melihat Indonesia. Mereka menulis berdasarkan arsip negara di Belanda dan Jakarta (Batavia).
Fokus topiknya membahas berbagai hal mengenai Belanda, bukan berfokus pada kehidupan rakyat Indonesia selama periode kolonial Belanda.
Ciri utama historiografi kolonial yang membedakan dari jenis lainnya yaitu menggambarkan kegiatan bangsa Belanda, kegiatan karyawan perusahaan (orang kulit putih), rincian kegiatan gubernur jenderal dalam pelaksanaan tugas mereka di koloni khususnya di Indonesia.
3. Historiografi Nasional
Setelah mendapatkan kemerdekaan di tahun 1945, mulai diadakan kegiatan penulisan sejarah Indonesia yang mengungkap sejarah sesuai kenyataan di lapangan.
Historiografi nasional berisi sejarah Indonesia secara keseluruhan, terutama terkait dengan kegiatannya, baik di bidang politik, ekonomi, sosial atau budaya.
4. Historiografi Modern
Banyak yang mendefinisikan historiografi modern adalah penulisan sejarah Indonesia yang kritis dan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah.
Salah satu karya historiografi modern adalah Cristiche Beschouwing van de Sadjarah Banten (revisi kritis cerita Banten), karya Dr. Hoesein Djajadiningrat (1886-1960).
Historiografi Indonesia bisa dibilang paling baru dibanding historiografi jenis sebelumnya, terutama historiografi tradisional, historiografi masa kolonial atau masa reformasi.
Ciri-Ciri Berbagai Historiografi
Masing-masing jenis historiografi memiliki ciri khasnya tersendiri sehingga mudah antara satu dengan lainnya. Berikut pembahasan terkait ciri khasnya:
1. Historiografi Tradisional
Jenis ini erat kaitannya dengan budaya sebuah wilayah tertentu yang digambarkan secara detail mulai dari lokasi, praktiknya, hingga waktu kejadian. Berikut pembahasan lengkapnya:
Tidak begitu membedakan antara hal-hal imajiner dan nyata.
Mereka terpusat secara regional / etnosentris, sehingga historiografi tradisional sangat dipengaruhi oleh wilayah tersebut, misalnya cerita gaib atau kisah dewa di wilayah tersebut.
Raja atau kepala dianggap diberkahi dengan kekuatan gaib dan karisma.
Regio magis, yang berarti berhubungan dengan kepercayaan dan hal-hal supernatural.
Regio sentris, dalam arti semua tentang sesuatu dipusatkan kepada keluarga kerajaan.
Aspek sosial dan ekonomi dari kehidupan manusia tidak dibahas sebagai feodalis-aristokratik, dalam arti bahwa hanya kehidupan para bangsawan feodal yang bersangkutan tidak memiliki sifat populis dan tidak mengandung sejarah kehidupan manusia.
Kesalahan anakronistik sering terjadi ketika mengatur waktu. Tanggal sejarah mencakup penggunaan kosakata, penggunaan nama kata, dll. Selama masa kerajaan Hindu-Budha, penulisan sejarahnya, misalnya buku-buku Mahabrata dan Ramayana. Sementara kerajaan Islam menghasilkan karya mereka sendiri dan bahkan menggunakan sistem kronologis untuk menjelaskan peristiwa sejarah.
Sebagai ekspedisi budaya, ini berarti legitimasi identitas dan asal sendiri seseorang yang dapat menjelaskan keberadaannya dan memperkuat nilai-nilai budaya yang dihormati.
Transmisi oral Jenis historiografi ini ditransmisikan secara oral, sehingga integritas editorial tidak dijamin.
2. Historiografi Kolonial
Dalam catatan sejarah Indonesia, dahulunya tahan air penah dijajah oleh Belanda pada masa waktu yang lama. Dari hal itu, terlahirlah historiografi kolonial dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Bersifat diskriminatif
Sejarah Belanda di Hindia Timur (Indonesia)
Berpusat di Eropa dan di Belanda
Asumsikan bahwa India Timur tidak memiliki sejarah sebelum kedatangan orang Eropa / Belanda.
3. Historiografi Nasional
Selain dua jenis historigrafi di atas, selanjutnya ada historiografi nasional. Jenis ini juga memiliki cir khas tersendiri yang berbeda dari jenis sebelumnya. Berikut penjelasannya:
Perspektif yang digunakan ketika melihat suatu peristiwa tidak lagi di satu sisi, tetapi melihat suatu peristiwa dari perspektif yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya subjektivitas dalam sejarah penulisan.
Hasil dari penulisan ini adalah perbandingan antara sumber-sumber kolonial dan lokal.
Tidak hanya dengan meningkatkan sejarah orang-orang hebat dan negara, tetapi juga lebih banyak tentang kemanusiaan, yaitu budaya.
Penulis adalah ilmuwan/ kritikus di bidang bahasa, sastra, dan arkeologi.
4. Historiografi Modern
Karena dipengaruhi oleh budaya baru, historiografi modern membentuk ciri khusus yang begitu berbeda dari ketiga jenis sebelumnya. Untuk lebih mengerti ciri-cirinya, simak pembahasan berikut:
Metode heuristik harus dikembangkan
Teknik penelitian smoothing
Memanfaatkan ilmu yang baru muncul
Menggunakan pendekatan multi-dimensi
Menulis sejarah dengan cara konvensional
Menunjukkan dinamika masyarakat
Menggunakan metode yang kritis
Kelemahan Historiografi
Berkaitan dengan sejarah, pada penulisan historiografi terdapat kelemahan yang terkadang membuatnya perlu pembaharuan dan dipadukan dengan keilmuan terkini. Mengenai kelemahannya, berikut daftarnya:
Sejarawan tidak memahami maksud dari apa yang mereka lihat dan dengar, dan mengurangi hubungan berdasarkan asumsi yang salah
Parsialitas sejarawan terhadap sekolah-sekolah tertentu
Sejarawan juga mempercayai cerita pendongeng
Ketidaktahuan sejarawan tentang menciptakan keadaan bertepatan dengan peristiwa nyata
Sejarawan membuat asumsi yang tidak tepat tentang sumber berita
Contoh Historiografi
Karya-karya historiografi yang tersebar di masyarakat sudah ada banyak. Jenisnya juga lengkap, baik historiografi tradisional, kolonial, nasional, maupun modern. Berikut beberapa contohnya:
1. Contoh Historiografi Tradisional
Babad Cirebon (Karya dari Kerajaan Islam Cirebon)
Babad Banten (karya dari Kerajaan Islam Banten)
Babad Dipenogoro (karya yang menceritakan kehidupan Pangeran Diponegoro
Babad negara Jawa
Babad Raton
Nagarakertagama
Babad Tanah Pasundan
Babad Parahiangan
Babad Sriwijaya
Babad Galuh
Babad Demak (Surat dari Kerajaan Islam Demak
Babad Aceh
2. Contoh Historiografi Kolonial
Schets eener sejarah ekonomi van Neterlands-Indie (sejarah ekonomi Hindia Belanda) oleh G. Gonggrijp
Geschiedenis van Indonesie (Sejarah Indonesia) oleh H.J. de Graaf
Geschiedenis van de Indian Archipelago (History of Nusantara) oleh B.H.M. Vlekke
Sejarah Jawa (1817) oleh Thomas S. Raffles (periode kolonial Inggris)
3. Contoh Historiografi Nasional
Sejarah Nasional Indonesia, Volume I hingga VI, diterbitkan oleh Sartono Kartodirdjo.
Peran bangsa Indonesia dalam sejarah Asia Tenggara oleh R. Moh. Ali.
Semua tentang Perang Kemerdekaan Indonesia, Volume I hingga XI, oleh A.H. Nasution.
Sejarah perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, penerbit Sartono Kartodirdjo.
Sejarah Tan Malaka, Dari penjara ke penjara
4. Contoh Historiografi modern
Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Jilid I sampai dengan XI, karya A.H. Nasution.
Sejarah Perlawanan-Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme, editor Sartono Kartodirdjo.
Peranan Bangsa Indonesia dalam Sejarah Asia Tenggara, karya R. Moh. Ali.
Sejarah Nasional Indonesia, Jilid I sampai dengan VI, editor Sartono Kartodirdjo.
Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo.
Revolusi Pemuda karya Benedict Anderson
Baca juga: Mengapa Definisi Sejarah Bisa Berbeda Menurut Para Ahli?
Itulah pembahasan mengenai historiografi lengkap dengan pengertian, jenis, ciri-ciri, dan contohnya. Pahami masing-masingnya agar semakin mengenal apa yang dimaksud historiografi.
