Homo Sapiens: Ciri-Ciri, Pola Kehidupan, dan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
26 November 2021 17:54
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Homo Sapiens: Ciri-Ciri, Pola Kehidupan, dan Jenis-jenisnya (204922)
searchPerbesar
Ilustrasi Homo sapiens, manusia purba yang hampir sama dengan manusia modern. Foto: Freepik
Homo sapiens adalah fosil manusia purba yang hampir sama dengan manusia modern. Homo sapiens juga dikenal sebagai "manusia cerdas", yang terbentuk setelah terjadi proses evolusi selama ribuan tahun.
ADVERTISEMENT
Sejarah persebaran Homo sapiens berawal dari Afrika, sebelum akhirnya meluas ke belahan dunia lainnya, termasuk Kepulauan Indonesia.
Fosil tertua Homo sapiens ditemukan di Jebel Irhoud, Maroko, pada tahun 2000. Temuan fosil tersebut berupa pecahan tengkorak, tulang rahang lengkap, dan perkakas batu. Penemuan ini diperkirakan berumur 315 ribu tahun.
Sementara jenis Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia, diperkirakan berasal dari zaman Holosen, yang berlangsung sekitar 40 ribu tahun lalu.
Seperti apa ciri-ciri manusia purba yang mendapat julukan sebagai "manusia cerdas" ini? Bagaimana pola kehidupan yang mereka jalani? Simak uraiannya berikut ini.
Homo Sapiens: Ciri-Ciri, Pola Kehidupan, dan Jenis-jenisnya (204923)
searchPerbesar
Ilustrasi kehidupan manusia purba jenis Homo sapiens. Foto: Freepik

Ciri-Ciri Homo Sapiens

Dikutip dari buku Indonesia Nan Indah Situs Purbakala karya Kusnanto (2019: 22), Homo sapiens memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
  • Homo sapiens paling awal memiliki tubuh dengan batang pendek, ramping, dan kaki panjang. Proporsi tubuh ini merupakan adaptasi untuk bertahan hidup di daerah tropis.
  • Rongga otak yang lebih penuh dan hampir tidak ada penyempitan di belakang rongga mata.
  • Bagian belakang tengkorak membulat, menandakan berkurangnya otot leher.
  • Wajah cukup kecil dengan tulang hidung menonjol.
  • Dahi tinggi dan tonjolan alis terbatas.
  • Kaki relatif lebih panjang dibandingkan dengan lengan.
  • Tulang jari tangan dan kaki lurus, tanpa kelengkungan yang khas dari nenek moyang Australopithecus paling awal.
  • Panggul lebih sempit dari sisi ke sisi, dibandingkan spesies manusia sebelumnya.
  • Homo sapiens adalah satu-satunya spesies yang memiliki dagu menonjol.
Homo Sapiens: Ciri-Ciri, Pola Kehidupan, dan Jenis-jenisnya (204924)
searchPerbesar
Ilustrasi kegiatan mengumpulkan makanan dan berburu yang dilakukan Homo sapiens. Foto: Freepik

Pola Kehidupan Homo Sapiens

Homo sapiens tidak hanya membuat dan menggunakan perkakas dari batu, mereka juga membuat peralatan yang lebih kecil dan kompleks. Contoh peralatannya, yaitu mata pancing, anak panah, pelempar tombak, dan jarum jahit.
ADVERTISEMENT
Dalam 12 ribu tahun terakhir, Homo sapiens melakukan transisi dari mengumpulkan makanan, menjadi menghasilkan makanan sendiri. Perlahan jenis manusia purba ini juga menyadari, bahwa mereka dapat mengembangbiakkan tanaman dan hewan.
Saat mereka mulai menginvestasikan lebih banyak waktu untuk memproduksi makanan dan menjinakkan hewan, mereka memutuskan untuk hidup menetap.

Jenis-Jenis Homo Sapiens

Menurut buku Pasti Persiapan Cerdas Nilai Tinggi susunan Tim Ganesha Operation (2017: 14), jenis-jenis Homo sapiens di Indonesia digolongkan menjadi tiga berdasarkan lokasi temuannya, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Homo Wajakensis
Homo wajakensis ditemukan di Wajak, Kabupaten Tulungagung, oleh Van Rietschoten pada tahun 1889. Temuan Rietschoten digolongkan sebagai Homo sapiens pertama di Asia.
2. Homo Soloensis
ADVERTISEMENT
Manusia purba jenis Homo soloensis ditemukan oleh Von Koenigswald dan Weidenrich di dekat Desa Ngandong, lembah Sungai Bengawan Solo.
Oleh sebagian ahli, manusia purba ini digolongkan sebagai Homo neanderthalensis, sejenis Homo sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika, yang berasal dari lapisan Pleistosen atas.
3. Homo Floresiensis (Manusia Liang Bua)
Homo floresiensis ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada September 2003. Manusia Liang Bua dianggap sebagai penemuan spesies baru, yang kemudian diberi nama sesuai dengan tempat ditemukannya, di Liang Bua, Flores.
(VIO)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020