Konten dari Pengguna

HPP atau Harga Pokok Penjualan dan Unsur Pembentuknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Harga Pokok Penjualan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Harga Pokok Penjualan. Foto: Pexels

Cost of Goods Sold (COGS) atau yang dikenal sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah komponen biaya produksi yang perlu diperhitungkan dalam bisnis. Menghitung Harga Pokok Penjualan sangat diperlukan, khususnya dalam usaha industri manufaktur.

Berikut ini akan kami bahas pengertian, tujuan, dan unsur pembentuk Harga Pokok Penjualan (HPP).

Pengertian Harga Pokok Penjualan

Dalam Jurnal STEI Ekonomi Volume 27 Nomor 1 yang ditulis oleh Nelli Novyarni, Harga Pokok Penjualan (HPP) atau COGS adalah salah satu komponen dari laporan laba rugi, yang menjadi perhatian manajemen perusahaan dalam mengendalikan operasional perusahaan.

Tujuan mencari Harga Pokok Penjualan adalah untuk menghitung harga pokok barang dagangan yang dijual dalam periode tertentu. Ini tidak mencerminkan harga pokok yang dibeli dalam suatu periode dan tidak dijual atau hanya disimpan dalam inventaris. Hal ini juga membantu manajemen dan investor memantau kinerja bisnis.

Ada juga yang menyebutkan HPP sebagai Harga Pokok Produksi. Keduanya memiliki definisi yang sama. Dalam Modul Akuntansi Biaya yang disusun Ludwina Harahap, Harga Pokok Produksi atau jasa adalah biaya-biaya yang timbul karena adanya aktivitas produksi.

Saat berproduksi, suatu perusahaan akan mengeluarkan biaya-biaya yang akan digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Ongkos yang timbul tersebut dinamakan biaya produksi atau biaya jasa.

Harga pokok penjualan (HPP). Dok: Unsplash.

Unsur-unsur Pembentuk HPP

Berdasarkan buku berjudul Akuntansi Manajerial karya Hansen dan Mowen, unsur-unsur yang membentuk harga pokok produk atau jasa antara lain, direct material (biaya bahan baku langsung), direct labor (biaya tenaga kerja langsung), dan biaya overhead pabrik.

1. Biaya Bahan Baku

Bahan baku adalah dasar yang digunakan untuk membuat produk jadi. Material yang digunakan untuk produksi barang diperoleh melalui pembelian lokal, impor, atau kebutuhan mereka sendiri. Biaya bahan baku adalah harga bahan pokok untuk membuat produk.

2. Biaya Tenaga Kerja

Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah komponen biaya untuk menghitung Harga Pokok Penjualan. Hal ini karena biaya tenaga kerja langsung terlibat dalam produksi barang maupun jasa.

Sedangkan, biaya tenaga kerja tidak langsung adalah semua biaya tenaga kerja yang secara tidak langsung terlibat dalam produksi. Sehingga dapat diidentifikasi bahwa tenaga kerja tidak secara khusus terlibat dalam operasi tertentu atau saat produksi. Biaya ini sudah termasuk dalam biaya overhead.

3. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead adalah semua biaya lain yang terjadi dalam pembuatan suatu produk. Biaya overhead dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan skala usaha, jenis usaha, sumber daya yang digunakan, dan lain sebagainya.

(AMP)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan HPP?

chevron-down

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah salah satu komponen dari laporan laba rugi, yang menjadi perhatian manajemen perusahaan dalam mengendalikan operasional perusahaan.

Apa tujuan mencari HPP?

chevron-down

Untuk menghitung harga pokok barang dagangan yang dijual dalam periode tertentu.

Sebutkan unsur-unsur pembentuk HPP!

chevron-down

Direct material (biaya bahan baku langsung), Direct labor (biaya tenaga kerja langsung), dan Biaya overhead pabrik.