Konten dari Pengguna

Hukum Newton Mengenai Gerak dan Gaya dalam Ilmu Fisika

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hukum Newton. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hukum Newton. Sumber: Pixabay

Hukum Newton membahas mengenai gerak atau lebih jelasnya tentang gaya dan interaksinya terhadap gerak benda. Penemu dari hukum ini adalah Sir Isaac Newton, seorang ilmuwan fisika asal Inggris pada 1680-an.

Newton menemukan tiga hukum mengenai gaya dan gerak yang kemudian disebut dengan Hukum I Newton, Hukum II Newton, dan Hukum III Newton. Sebelum mencari tahu penjelasan mengenai Hukum Newton, simak terlebih dahulu uraian berikut.

Jenis-jenis Gaya

Berdasarkan buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII yang ditulis Siti Zubaidah dkk., gaya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh.

Gaya sentuh adalah gaya yang diciptakan dengan sentuhan langsung dengan benda. Sementara gaya tak sentuh adalah gaya yang tidak membutuhkan sentuhan langsung dengan benda yang dikenai.

Contoh gaya sentuh adalah gaya otot dan gaya gesek. Gaya otot adalah gaya yang ditimbulkan oleh koordinasi otot dengan rangka tubuh. Sementara, gaya gesek adalah gaya yang diakibatkan oleh adanya dua buah benda yang saling bergesekan. Contohnya, gaya gesekan ketika mendorong meja di atas lantai.

Gaya tak sentuh adalah gaya yang tidak membutuhkan sentuhan langsung dengan benda yang dikenai. Contoh gaya ini misalnya ketika mendekatkan ujung magnet batang dengan sebuah paku besi. Selain gaya magnet, gaya gravitasi pada orang yang sedang terjun payung juga merupakan contoh gaya tak sentuh.

Ilustrasi Hukum Newton. Sumber: Pexels

Tiga Hukum Newton

Berikut tiga hukum dari Isaac Newton dalam ilmu fisika sebagaimana disadur dari buku berjudul Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto.

Hukum I Newton

Hukum Newton ini menyebutkan bahwa sebuah benda terus dalam keadaan diam atau terus bergerak dengan kelajuan tetap, kecuali jika terdapat gaya luar yang memaksa benda itu mengubah keadaannya.

Secara matematis, Hukum I Newton dinyatakan sebagai berikut.

ΣF = 0

Hukum I Newton juga menggambarkan sifat benda yang selalu mempertahankan keadaan diam atau keadaan bergeraknya yang dinamakan inersia atau kelembaman.

Hukum II Newton

Hukum ini berbunyi bahwa percepatan yang dihasilkan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda, berbanding lurus dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.

Ukuran kemampuan benda mempertahankan keadaan diam atau keadaan geraknya dinamakan inersia. Hal ini berarti percepatan gerak benda dipengaruhi inersianya, sedangkan kualitas inersia diukur oleh massanya.

Secara matematis, Hukum II Newton dinyatakan sebagai berikut.

a = sigma F / m

Keterangan:

F = resultan gaya (Newton)

m = massa benda (kg)

a = percepatan benda (Newton/kilogram)

Hukum III Newton

Hukum ketiga dari Newton menyebutkan bahwa jika memberikan gaya pada suatu benda (gaya aksi), kamu akan mendapatkan gaya yang sama besar. Namun, arahnya berlawanan (gaya reaksi) dengan gaya yang diberikan.

Secara matematis, Hukum III Newton dinyatakan sebagai berikut.

F aksi = –F reaksi

(AMP)